Breaking News
Minggu, 12 April 2026

Kunker di Kecamatan Lasiolat, Bupati Willy Lay Dialog dengan Masyarakat

Bupati Willy Lay memberikan arahan hanya dalam waktu sekitar 10 menit. Sedangkan, sesi diaolog hampir satu jam

Penulis: Teni Jenahas | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA
masyarakat Kecamatan Lasiolat, Jumat (10/7/2020). 

Kunker di Kecamatan Lasiolat, Bupati Willy Lay Dialog dengan Masyarakat

POS KUPANG.COM| ATAMBUA---Bupati Belu, Willybrodus Lay melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Lasiolat, Jumat (10/7/2020). Seperti biasanya, dalam setiap kunjungan kerja, Bupati Willy Lay selalu membuka dialog dengan masyarakat guna mendapatkan berbagai aspirasi yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat.

Di Kecamatan Lasiolat, Bupati Willy Lay memberikan arahan hanya dalam waktu sekitar 10 menit. Sedangkan, sesi diaolog hampir satu jam. Dialog dipandu Camat Lasiolat, Stefanus Don Peira.

Ikut dalam kunker Bupati Belu saat itu yakni, Ketua DPRD Kabupaten Belu, Jeremias Manek Seran Jr, anggota DPRD Belu, Ketua TP PKK, Ny. Viviana Ng Lay, Kadis Pertanian, Gerardus Mbulu, Kabid PPM pada BP4D, Boy Kotta. Masyarakat yang hadir diperkirakan lebih dari 100 orang didampingi para kepala desa.

Dalam sesi dialog, ada lima perwakilan masyarakat menyampaikan aspirasi menyangkut kebutuhan yang ada di wilayah mereka masing-masing seperti infrastruktur jalan, listrik, rumah layak huni dan insentif linmas.

Terkait dengan bantuan Covid-19, rata-rata masyarakat tidak mengkeluhkan karena mereka sudah merasakan bantuan dari pemerintah yang telah disalurkan selama ini seperti BLT Dana Desa, BST, PKH, JPS dan BPNT.

Mereka hanya meminta perhatian dari Pemkab Belu terkait infrastruktur jalan yang belum memadai seperti di Desa Lakanmau, listrik di beberapa dusun di Desa Baudaok dan bantuan rumah layak huni hampir semua desa menyampaikan permintaan tersebut.

Sebelumnya menjawab permintaan dari masyarakat, Bupati Belu, Willyrodus Lay menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kecamatan Lasiolat yang telah mematuhi protokol kesehatan Covid-19 sehingga sampai dengan saat ini Belu masih status zona hijau.

Meski demikian, Bupati Willy Lay menghimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan selalu menerapkan protokol kesehatan seperti menjaga jarak, menggunakan masker, mencuci tangan pakai sabun dan menghindari kerumunan massa terutama ketika ke tempat keramaian seperti pasar.

Terkait dengan permintaan dari masyarakat, Bupati Willy Lay menjelaskan, pemerintah akan mencatat semua usulan dari masyarakat dan akan dimasukan dalam program pembangunan tahun anggaran 2021.

Usulan dari masyarakat belum bisa diakomodir di tahun 2020 karena sebagian besar keuangan daera dipakai untuk penanganan Covid-19.

Menurut Bupati Willy Lay, usulan masyarakat terkait pembangunan jalan akan ditindaklanjuti pemerintah yang didahului survey.

Survey dilakukan guna mengetahui volume jalan dan status jalan hingga pengalokasikan anggaran. Bila jalan yang diusulkan itu bisa dibiayai oleh dana APBD II maka pemerintah kabupaten pasti mengalokasikan dalam APBD, sebaliknya jika jalan tersebut adalah jalan desa maka lewat dana desa bisa dialokasikan.

Khusus untuk pembagunan rumah layak huni, Bupati Willy Lay mengatakan akan diakomodir secara bertahap mulai tahun anggaran 2021. Tahun 2021, Pemkab Belu akan mengusulkan anggaran pembangunan rumah layak huni sebanyak 1.000 unit.

Jumlah ini tersebar di seluruh Kabupaten Belu karena yang membutuhkan rumah layak huni bukan hanya masyarakat di Kecamatan Lasiolat tetapi masyarakat seluruh Kabupaten Belu yang dalam data sebanyak 13.600 kepala keluarga. Untuk program rumah layak huni akan diperjuangkan lewat APBD I, APBN dan Dana Desa.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved