Timor Leste Lepas dari Indonesia Sisahkan Cerita Kelam,Kalistru Momode yang Diambil dari Timor Timur

Saya merasa bersalah sebab bila saya tak meninggalkannya, mungkin saya akan berada di sisinya saat beliau meninggal dunia

Editor: Alfred Dama
Instagram/antroyce_snsd
Bendera Timor Leste 

"Selama beberapa dekade, kami pikir dia sudah mati," kata Laurencia, saudara perempuannya yang tertua.

"Kami tidak marah padanya."

"Ketika perang, suara peluru berdesing seperti suara jagung yang meledak di atas kompor.

Ada juga pesawat yang menembak dari udara."

"Semua orang lari, tidak memikirkan orang tua atau keluarga mereka.

Kami naik ke Gunung Kablake dan bersembunyi di sana."

"Hari ini dia kembali.

Dia sudah tua, seperti kami ini."

Keluarga Alis mengadakan upacara tradisional untuk menyambutnya.

Alis dihadapkan dengan hal yang bisa menyakitkannya.

Setelah berdamai dengan yang hidup, sekarang Alis harus berdamai dengan yang sudah meninggal.

Ia dibawa ke kuburan orang tuanya di lereng bukit di pinggiran desa.

Kembang kuburan menari-nari diterpa angin sore yang kering.

Ibu Alis, Clara, meninggal tiga tahun lalu.

Ayahnya Francisco, meninggal bertahun-tahun sebelumnya.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved