Virus corona
WASPADA! WHO Sebut Ada Bukti Virus Corona Menyebar Melalui Udara
Hati-hati, tak hanya lewat cairan dari mulut atau hidung, WHO sebut ada bukti virus corona bisa menyebar melalui udara
Droplet bahkan bisa jatuh dan mendarat di permukaan, di mana ia bisa hidup hingga tiga hari.
Jika orang lain menyentuh permukaan yang terkontaminasi itu, virus dapat berpindah ke tangan mereka.
Mereka lalu menyentuh mata, mulut, atau hidung mereka yang membuat virus masuk ke dalam tubuh.
Inilah sebabnya mengapa penting untuk mencuci tangan secara teratur.
Penyebaran Virus Melalui Udara
Sedangkan, penyakit yang ditularkan melalui udara adalah penyakit di mana kuman dari napas, bersin, atau batuk seseorang dapat bertahan di udara dan melayang-layang dengan jarak lebih dari satu meter.
Kuman terkandung dalam droplet dalam ukuran sangat kecil, berdiameter kurang dari 5 μm dibandingkan dengan tetesan pernapasan yang bisa sebesar 10 μm dengan diameter, yang disebut aerosol.

Contoh aerosol termasuk debu, asap rokok atau kabut dari kaleng deodoran.
Campak dan TBC adalah penyakit yang ditularkan melalui udara.
Penyakit itu dapat menyebar jarak jauh - lebih dari satu meter - dan bahkan setelah pasien menular telah meninggalkan ruangan mereka.
Sebab, aerosol mereka tetap berada di udara untuk jangka waktu yang lama.
Temuan Baru yang Bisa Mengubah Protokol Kesehatan
Setiap perubahan dalam penilaian WHO terhadap risiko penularan dapat memengaruhi bagaimana penerapan protokol kesehatan saat ini, termasuk menjaga jarak satu meter dari yang lain.
Pemerintah, yang bergantung pada WHO untuk kebijakan pedoman, mungkin juga harus menyesuaikan langkah-langkah kesehatan masyarakat yang bertujuan untuk membatasi penyebaran virus.
Selama berbulan-bulan, menjaga jarak secara fisik dari orang lain dan mencuci tangan secara teratur telah dianggap sebagai kunci untuk meminimalkan risiko terkena Covid-19.