Rabu, 6 Mei 2026

Kadis Peternakan SBD, Akibat Serangan ASF, 2000-an ekor Babi Milik Masyarakat Mati

2000-an ekor babi milik masyarakat Sumba Barat Daya mati dari populasi babi milik masyarakat Sumba Barat sekitar 70.000 ekor lebih.

Tayang:
Penulis: Petrus Piter | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/PETRUS PITER
Kadis Peternakan SBD drh.Rihi Meha A.Praing, M.Pd 

Kadis Peternakan SBD, Akibat Serangan ASF, 2000-an ekor Babi Milik Masyarakat Mati

POS-KUPANG.COM|TAMBOLAKA---Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Sumba Barat Daya, drh.Rihi Meha A.Praing, M.Pd mengatakan akibat serangann virus African swine fever (ASF) selama beberapa bulan terakhir ini menyebabkan 2000-an ekor babi milik masyarakat Sumba Barat Daya mati dari populasi babi milik masyarakat Sumba Barat sekitar 70.000 ekor lebih.

Menurutnya virus ASF tersebut belum ditemukan obat dan juga vaksinnya. Karena itu ia meminta masyarakat Sumba Barat Daya harus merubah pola beternak babi dari tradisional ke pola modern.

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Sumba Barat Daya, drh. Rihi Meha A.Praing, M.P menyampaikan hal itu di ruang kerjanya, Rabu (8/7/2020).

Menurutnya, pola beternak tradisional rawan terserang ASF karena kurangnya perhatian terhadap kebersihan kandang, ternak dan pola makannya. Untuk itu bila ingin mengembangkan kembali ternak sebaiknya beternak secara modern.

Misalnya pola perawatan kandang, ternak dan lainnya harus diperhatikan benar agar tidak mudah terserang penyakit mematikan itu.

Pasalnya sifat penyakit ASF tahan lama, misalnya kotoran ternak terinfeksi virus ASF disandal atau sepatu selama 11 hari baru bisa hilang, daging asap bertahan sampai 100 hari dan daging lembab bertahap 1000 hari baru hilang.

Penghuni Kos, Reinhat Mengaku Tidak Ada Barang Berharga yang Terbakar

Tim Covid-19 Sumba Barat Pantau 96 Orang Tanpa Gejala

Satu Jenazah Korban Tenggelamnya KM Kasih Ditemukan Tim SAR di Pulau Tabui

Selain itu harus memperhatikan pula petugas jaga yang bertugas memberi makan ternak harus diperhatikan sungguh-sungguh. Jangan gonta-ganti orang karena rawan tertular virus ASF. Apalagi yang bersangkutan baru pulang dari lokasi babi terserang ASF. Pokoknya pola perilaku bersih juga harus berlaku bagi ternak babi agar selamat. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved