KPU Malaka Bekali PPK se-Kecamatan Sebelum Giatan Coklit
Sinerjitas antar kedua belah pihak ini perlu, agar kegiatan di lapangan tidak ada yang saling mempersalahkan satu dengan yang lain.
Penulis: Edy Hayong | Editor: Rosalina Woso
KPU Malaka Bekali PPK se-Kecamatan Sebelum Giatan Coklit
POS-KUPANG.COM I BETUN--Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Malaka setelah mengaktifkan kembali panitia ad hoc pertengahan Juni 2020 lalu, agenda lanjutannya menggelar kegiatan bimbingan teknis (Bimtek).
Bimtek perdana ini untuk Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) se-Kabupaten Malaka sebelum tahapan pelaksanaan pencocokan dan penelitian (Coklit) pemutakhiran data pemilih pada pilkada serentak yang diagendakan 9 Desember 2020 mendatang.
Pantauan Pos-Kupang, kegiatan bimtek selama sehari bagi Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Se-kabupaten Malaka digelar di Aula Susteran SsPs Betun, Desa Wehali, Kecamatan Malaka Tengah, Selasa (7/7).
Bimtek pemutakhiran data dan penyusunan daftar pemilih dalam pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Malaka Tahun 2020 ini di buka oleh Ketua KPU Kabupaten Malaka Makarius Bere Nahak. Dihadiri oleh nara sumber Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Malaka, Ferdynandus Rame, para Komisioner KPU Malaka Serta PPK se-Kabuten Malaka.
Ketua KPU Kabupaten Malaka Makarius Bere Nahak mengatakan, dalam rangka mempersiapkan lanjutan tahapan pemutakhiran data pemilih maka dilaksanakan bimtek bagi PPK yang tersebar di 12 kecamatan yang ada.
Dijelaskannya bahwa peserta bimtek terdiri dari ketua PPK dan anggota PPK. Dalam bimtek yang digelar ini, pemaparan materi lebih kepada persiapan pemutakhiran data pemilih, pengelolaan data pemilih, penyiapan A-KWK dan persiapan perekrutan PPDP.
"Harapan kita dengan bimtek ini, PPK mendapatkan gambaran bagaimana mekanisme kerja di lapangan nanti. Harapan kita, akurasi data pemilih dan ini dalam upaya meningkatkan partisipasi politik dan kualitas Pilkada," jelas Makarius.
Ditambahkannya, pemutakhiran data pemilih adalah salah satu tahapan krusial dalam sebuah pemilihan. Dengan akurasi dapat diharapkan kualitas pilkada dan partisipasi politik meningkat.
"Nanti dalam kegiatan coklit nanti, semua petugas akan dilengkapi dengan Alat Pelindung Diri (APD). Ini sesuai protokoler kesehatan," tambah Makarius.
Kepala Dinas Kependudukan dan pencatatan sipi (Disdukcapill) Kabupaten Malaka Ferdynandus Rame mengatakan, terkait pelaksanaan pilkada ini, KPU selaku penyelenggara dan Disdukcapil harus kerja sama dalam kaitannya dengan data pemilih.
Sinerjitas antar kedua belah pihak ini perlu, agar kegiatan di lapangan tidak ada yang saling mempersalahkan satu dengan yang lain.
"Dalam pemaparan materi saya memberikan contoh - contoh data yang benar dan data yang salah. Maksudnya agar pada saat Pencocokan dan Penelitian (Coklit) di lapangan tidak ada kesalahan data," jelasnya.
Menurut mantan Kabag Humas Setda Belu ini, apabila ada keragu-raguan dalam coklit maka dibuatkan catatan tersendiri dan diuji di KPU.
"Kalau belum jelas juga kita akan uji kembali di Disdukcapil apakah data pemilih ini benar atau rekayasa. Dikuatirkan terjadi pemalsuan dokumen kependudukan seperti nomor induk kependudukan (NIK) Kartu tanda penduduk (KTP). Saya juga memberikan penjelasan kepada PPK melalui Infocus NIK yang asli dan hasil Scen," jelas Ferdi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/bimtek-perdana-untuk-panitia-pemilihan-kecamatan-ppk.jpg)