Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat Bangkitkan Optimisme Rakyat di Flores
Satu pekan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) bersama sejumlah pejabat penting bersafari keliling ke kabupaten-kabupaten
Penulis: Ryan Nong | Editor: Rosalina Woso
Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat Bangkitkan Optimisme Rakyat di Flores
POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Satu pekan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) bersama sejumlah pejabat penting bersafari keliling ke kabupaten-kabupaten di Pulau Flores bagian barat, mulai dari Labuan Bajo hingga berakhir di Kota Pancasila, Ende.
Ada spirit besar yang digelorakan VBL di setiap titik pertemuan bersama rakyat. Ia mau membangkitkan rasa optimisme rakyatnya di Flores Barat, untuk tetap bersinergi dan bersatu dalam spirit NTT Bangkit, NTT Sejahtera. Demikian rilis Humas dan Protokol yang diterima POS-KUPANG.COM, Sabtu (4/7).
Pada Senin 22 Juni 2020, Gubernur VBL memulai safari pembangunan yang dikemas dalam kunjungan kerja di Labuan Bajo, Manggarai Barat. Dari bumi Komodo itu, VBL kembali mempertegas komitmennya untuk menjadikan pariwisata sebagai prime mover pembangunan NTT.
Dalam spirit Labuan Bajo sebagai destinasi wisata super premium, Gubernur VBL perlahan membenahi Labuan Bajo. Hal pertama yang dilakukan adalah menertibkan tanah milik Pemerintah Provinsi NTT di Pantai Pede, yang akan dijadikan hotel dan area publik.
Semua itu harus dikelolah berbasis ekologis. Artinya, membangun disesuaikan dengan lingkungan. Tidak boleh ada pohon yang dirusak.
VBL malah mengingatkan agar bangunan hotel di bibir Pantai Pede, harus jauh lebih bagus dan representatif, dari bangunan hotel lain di kawasan tersebut.
Tentu, desain pun harus lebih wah, sehingga wisatawan pun akan merasa at home dan nyaman. Prinsipnya, pembangunan pariwisata harus berbasis masyarakat.
Dari Pantai Pede, VBL berkeliling melihat Pulau Padar dengan speed boat untuk memastikan bahwa kawasan itu kembali menggeliat dan sudah bisa dikunjungi wisatawan di era normal baru setelah tiga bulan sepi karena pandemi corona.
Menariknya, dari Labuan Bajo pula VBL mengingatkan semua stakeholder bahwa untuk membangun NTT harus dimulai dengan riset; harus dengan perencanaan yang matang-baik. Sebab, mengutip para pakar, bahwa kalau perencanaan baik dan benar, maka laba 50 persen sudah ada di tangan. Karena itu, dalam pelaksanaannya pun harus benar dan konsisten, sehingga VBL meyakini akan terjadi loncatan-loncatan besar dan signifikan untuk kemajuan pembangunan di NTT.
Setiap pemimpin, menurut VBL, harus bisa meninggalkan karya besar dan karsa yang akan selalu dikenang oleh masyarakat.
Di Ruteng, Kabupaten Manggarai, Gubernur VBL “bersilaturahmi” dengan Mgr. Siprianus Hormat, Pr. Di hadapan Mgr. Sipri, VBL menegaskan kehadirannya dalam konteks pelayanan kepada masyarakat.
Bagi VBL, kehadiran Mgr. Sipri membawa energi baru dalam membangun NTT.
Dalam konteks ini, VBL mengingatkan bahwa masalah serius di Provinsi NTT selama ini adalah seolah-olah kita bekerja; seolah-olah kita orang baik. Kita kerja seolah-olah kita pintar. Padahal, masyarakat terjebak di dalam keterbatasan pengetahuan.
Karena itu, butuh perencanaan yang baik untuk membangun NTT. Butuh energi bersama untuk membangun NTT. Pun, perlu desain bersama antara gereja dengan pemerintah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/gubernur-ntt-saat-diterima-dalam-upacara-adat.jpg)