Breaking News:

Lagi, Pansus Temukan Jaringan Air Bersih Tak Berfungsi di Kecamatan Toianas

Bak-bak penampungan air saat ini dalam keadaan kosong lantaran air dari sumber air Lobus tak mengalir lagi.

POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA
Bak-bak penampungan air saat ini dalam keadaan kosong lantaran air dari sumber air Lobus tak mengalir lagi. 

Lagi, Pansus Temukan Jaringan Air Bersih Tak Berfungsi Di Kecamatan Toianas

POS-KUPANG. COM | SOE -- Jaringan air bersih di Kecamatan Toianas yang dibangun tahun 2018 silam saat ini tidak berfungsi. Bak-bak penampungan air saat ini dalam keadaan kosong lantaran air dari sumber air Lobus tak mengalir lagi.

Pasca dikerjakan tahun 2018, menurut penuturan Camat Toianas, Albert Boimau, air hanya sempat mengalir selama dua bulan. Setelah itu, hingga saat ini air sudah tak lagi mengalir.

"Dulu habis kerja air sempat mengalir sekitar dua bulan. Tapi setelah itu air tidak mengalir lagi. Kami tidak tahu apa masalahnya? Apakah karena debit air yang terlalu kecil atau masalah lain kami tidak tahu," ungkap Albert kepada Pansus LKPJ yang dipimpin Wakil Ketua DPRD TTS, Yusuf Soru.

Akibat air yang tidak mengalir lanjut Albert, masyarakat dan pihak kecamatan Toianas terpaksa mengeluarkan uang tambahan untuk membeli air tangki atau air yang dijual di jergin. Bahkan, ada masyarakat yang terpaksa menjual ternaknya untuk membeli air bersih.

Persoalan ini sudah disampaikan kepada Kadis PRKP Kabupaten TTS, Nek Benu, namun hingga saat ini tim dari Dinas PRKP belum turun untuk mengecek jaringan air bersih tersebut.

" Di sini ada masyarakat yang terpaksa jual ternak untuk beli air bersih. Kami di kantor kecamatan juga beli air tangki pak," ujarnya.

Wakil Ketua DPRD TTS, Yusuf Soru menyayangkan tidak berfungsinya jaringan air bersih di Kecamatan Toianas. Program yang menghabiskan anggaran ratusan juta atau mungkin mencapai miliaran rupiah tersebut, hanya menjadi monumen untuk masyarakat.

" Kasihan, kalau model seperti ini. Bangun habis, air jalan sebentar lalu tidak jalan lagi. Padahal uang rakyat sudah terkuras banyak untuk membiayai program ini," keluh Yusuf.

Ditambahkan Ketua Pansus LKPJ, Marthen Tualaka, dirinya mendorong pemerintah untuk secepatnya melakukan pengecekan menyeluruh terhadap jaringan air bersih di Kecamatan Toianas untuk memastikan sumber masalah yang menyebabkan air tidak mengalir mengalir sehingga bisa secepatnya diselesaikan.

Selain di kecamatan Toianas, proyek jaringan air bersih yang tidak berfungsi juga ditemukan Pansus LKPJ di beberapa kecamatan lainnya. Oleh sebab itu, Pansus berharap Pemda TTS bisa merespon persoalan yang langsung bersentuhan dengan kebutuhan dasar masyarakat ini.

" Jangan sampai muncul kesan Kita hanya mau program masuk saja untuk dapat uangnya. Tapi, apakah programnya dinikmati atau tidak oleh masyarakat itu point kedua. Pasalnya jaringan air bersih yang ditemukan dalam kondisi tidak berfungsi oleh Pansus sudah sedikitnya ada di tiga lokasi," paparnya.

Update Corona Sumba Timur, Satu Tenaga Medis Terkonfirmasi Positif

Pelayanan Akseptor Dijangkau Semua Kecamatan

Laboratorium TCM RSUD Komodo Labuan Bajo Resmi Beroperasi

Untuk diketahui, Sabtu (4/7/2020) Pansus LKPJ yang dipimpin Wakil Ketua DPRD TTS, Yusuf Soru, Ketua Pansus LKPJ, Marthen Tualaka, Wakil Ketua Pansus LKPJ, Uksam Selan, Sekertaris Pansus LKPJ, Samuel Sanam, anggota Pansus, Lorens Jehau, Piter Kefi, Matheos Lakapu, Habel Hoti, Askenas Afi, Melianus Bana dan Thomas Lopo melakukan sidak ke Kecamatan Amanatun Utara dan Toianas.(Laporan Reporter Pos-Kupang.Com, Dion Kota)

Penulis: Dion Kota
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved