Masuki Masa Adaptasi Kebiasaan Baru, OJK NTT Rapid Test Pegawai

Memasuki masa adaptasi kebiasaan baru, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTT melakukan rapid test kepada seluruh pegawai dan stakeholder OJK NTT.

Editor: Ferry Ndoen
POS-KUPANG.COM / INTAN NUKA /
Kepala OJK NTT Robert HP Sianipar sedang melakukan pemeriksaan rapid tes, Kamis (2/7/2020) 4 Lampiran 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Intan Nuka

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Memasuki masa adaptasi kebiasaan baru, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTT melakukan rapid test kepada seluruh pegawai dan stakeholder OJK NTT. Kegiatan itu bekerja sama dengan Kimia Farma dan berlangsung di Kantor OJK NTT, Kamis (2/7/2020) pagi.

Kepala OJK NTT Robert HP Sianipar kepada POS-KUPANG.COM, Kamis (2/7/2020) mengungkapkan, rapid tes yang dilakukan merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah guna memasuki masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Rapid test ini dapat menjadi dukungan bagi para pegawai yang selama ini bekerja dari rumah agar siap untuk bekerja kembali di kantor.

Robert menjelaskan, apabila nantinya ada pegawai yang hasil rapid tesnya reaktif, maka akan ditindaklanjuti dengan pengambilan swab. "Rapid tes hanya skrinning awal. Kalau ada yang reaktif, nanti harus swab dan diisolasi 14 hari," kata Robert.

Alur kerja di lingkungan OJK NTT, jelas Robert, telah dilakukan secara bertahap, namun masih berbasis virtual, semisal pengawasan lembaga keuangan dan pengaduan-pengaduan. "Pada prinsipnya semua pelayanan yang dilakukan OJK NTT bisa berjalan optimal dengan memperhatikan protokol kesehatan," tandasnya.

Sementara itu, dokter Resti Fanggidae selaku dokter yang bertugas dari Laboratorium Kimia Farma menjelaskan, meski rapid tes hanyalah deteksi dini, namun hasil rapid tes dapat dijadikan data manifestasi klinis Covid-19. "Jika terpapar virus kan virus masuk dalam tubuh ada daya tahan tubuh. Daya tahan tubuh akan lawan virus, dan mengeluarkan zat antibodi yang bisa terbaca di darah. Jadi kalau sudah reaktif, berarti ada virus," jelasnya.

Ia mengatakan, hasil rapid tes dikatakan reaktif karena beberapa kemungkinan. Satu, orang tersebut telah terkena virus tapi tubuhnya sementara melawan virus tersebut. Kedua, orang tersebut sudah sembuh. Jadi, ketika rapid reaktif dan swab negatif, tandanya dia telah sembuh. Ketiga, tubuh sementara sakit sehingga reaktif. "Jadi tidak tentu rapid reaktif, swab positif. Begitu juga sebaliknya," urainya.

Daftar 5 Orang Terkaya di Indonesia, Salah Satunya Martua Sitorus, Raja Minyak Kelapa Sawit, Info

Adapun kegiatan ini dilakukan serentak di seluruh Kantor OJK yang ada di Indonesia sejak 1 Juli hingga 3 Juli 2020. Pelaksanaan rapid test merupakan salah satu dari beberapa upaya OJK dalam mencegah penyebaran virus Covid-19. Selain itu, protokol kesehatan tetap diterapkan di lingkungan OJK NTT, antara lain penyediaan tempat cuci tangan di beberapa titik lokasi kantor, penempatan hand sanitizer, wajib menggunakan masker, dan beberapa hal lain yang telah diinstruksikan pemerintah sesuai dengan protokol kesehatan. (cr1)

Kepala OJK NTT Robert HP Sianipar sedang melakukan pemeriksaan rapid tes, Kamis (2/7/2020)
4 Lampiran
Kepala OJK NTT Robert HP Sianipar sedang melakukan pemeriksaan rapid tes, Kamis (2/7/2020) 4 Lampiran (POS-KUPANG.COM / INTAN NUKA /)
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved