Kamis, 7 Mei 2026

Saat Daniel Mananta Minta Wawancara, Ahok Malah Suruh Sang Presenter Baca Buku Panggil Saya BTP

Presenter Daniel Mananta akhirnya mendapatkan kesempatan berbincang dengan Komisaris Utama Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Tayang:
Editor: Agustinus Sape
kompas.com/antara
Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias BTP menunjukkan kartu keanggotaan PDIP seusai berkunjung ke kantor DPD PDIP Provinsi Bali, Denpasar, Bali, Jumat (8/2/2019). Kunjungan BTP tersebut serangkaian liburannya di Bali. (Nyoman Hendra Wibowo) 

Saat Daniel Mananta Minta Wawancara, Ahok Malah Suruh Sang Presenter Baca Buku Panggil Saya BTP

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Presenter Daniel Mananta akhirnya mendapatkan kesempatan berbincang dengan Komisaris Utama Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Daniel diketahui pernah memerankan tokoh Ahok dalam film A Man Called Ahok.

"Gue sudah telepon beliau, gue WA untuk bisa dapetin interview bareng, untuk ngobrol lebih dalam," kata Daniel Mananta dalam video di kanal YouTube-nya, seperti dikutip Kompas.com, Senin (29/6/2020).

Daniel mengatakan, Ahok memberinya syarat membaca buku Panggil Saya BTP sebelum sesi wawancara berlangsung.

"Orang ini gue kenal banget, tetapi belum pernah ngobrol dalem, dia bilang 'Daniel boleh interview saya tapi baca dulu buku saya buku 'Panggil Saya BTP'," ucap Daniel menirukan pernyataan Ahok. 

Daniel kemudian menunjukkan antusiasnya saat berbincang dengan mantan gubernur DKI Jakarta itu.

Menurut dia, setelah membaca buku itu, Daniel ingin belajar memanggil Ahok dengan nama BTP.

"Jujur excited banget, banyak banget orang yang pengin saya ngobrol sama bapak dari sejak film A Man Called Ahok keluar, akhirnya baru bisa sekarang," tutur Daniel.

"Saya tahu saya biasa panggil bapak Pak Ahok, tetapi setelah baca buku Panggil saya BTP, enggak tahu kenapa saya jadi pengin konsisten panggil Bapak BTP saja," kata Daniel. 

Daniel menambahkan, dia mendapatkan banyak pelajaran dari buku yang ditulis Ahok selama menjalani proses hukum di Mako Brimob. 

NONTON VIDEONYA: 

"Saya jujur banyak banget pelajaran yang saya dapat dari buku ini, dan ini adalah pengalaman psikologis Bapak selama lockdown di Mako Brimob," ujar Ahok. 

Begini Isi Buku Panggil Saya BTP

Beberapa kisah tentang buku terbarunya yang berjudul Panggil Saya BTP: Perjalanan Psikologi Ahok Selama di Mako Brimob diceritakan saat peluncuran di Kantor Tempo, Palmerah, Jakarta Selatan, Senin (17/2/2020).

Berikut sepenggal kisah inspiratif dari Ahok:

Atasi amarah dengan menulis

Ahok mengaku, menulis menjadi salah satu cara mengatasi amarahnya ketika awal masuk penjara.

Saat awal dipenjara karena kasus penodaan agama, Ahok mengaku sempat marah kepada seluruh pihak.

"Saya marah sama semua orang. Enggak terima diperlakukan seperti ini," ucap Ahok.

Ahok merasa, melalui tulisan, ia bisa mengisahkan perjalanan hidup selama dalam penjara.

"Akhirnya saya mengerti satu-satunya cara mengatasi ini, belajar memanfaatkan. Semua saya tulis, besoknya saya tulis kenapa saya seperti ini," ucap Ahok.

Dipindahkan dari Lapas Cipinang ke Mako Brimob

Mantan Gubernur DKI Jakarta Djarot S Hidayat yang hadir melihat peluncuran buku turut mengisahkan perjalanan Ahok.

Djarot menceritakan proses pemindahan Ahok dari Lapas Cipinang ke Mako Brimob, Depok.

"Dia betul marah pada semua orang. Banyak demo di Cipinang, saya sadar beliau ketika kecewa marah dan kaget," kata Djarot.

"Saya bilang pak Ahok aman, jam 12 malam Ahok dipindah ke mako. Karena di Cipinang disorakin orang banyak. Sipirnya bilang itu yang nyorakin PNS yang dimasukin penjara gara-gara Lak Ahok. Makanya dia harus keluar dari Cipinang," sambung Djarot.

Ingin jadi pengusaha tapi tak punya uang

Di depan para tamu dan undangan Ahok mengkisahkan dirinya kelak keluar penjara ingin membangun Perseroan Terbatas (PT).

Namun, dana yang dimiliki belum mencukupi pasca bebas dari penjara di Mako Brimob Depok karena kasus penodaan agama.

Bahkan belum sempat membicarakan soal PT, ada sesuatu yang menyayat hatinya ketika ditanya oleh pengawal pribadinya kala itu.

"'Pak, kalau Bapak enggak jadi gubernur lagi, naik mobil jangan naik Avanza ya, Pak'," kata Ahok meniru ucapan pengawalnya.

"Terus saya bilang, 'Avanza pun kalau saya bisa beli, saya bersyukur'," jawab Ahok.

Tidak sampai di situ, Ahok juga menceraikan istrinya Veronica Tan dan memberikan seluruh aset kepada anak-anaknya.

Bingung cari kerja

Niat memperbaiki hidup pasca keluar dari Mako Brimob nampaknya harus dipikirkan matang-matang oleh Ahok.

Ia juga mengaku khawatir bila mencari kerja tidak ada perusahaan yang menerimanya karena sudah dicap sebagai penista agama.

"Pas di penjara duit enggak ada, orang mau kerja enggak berani masuk kerja takut menerima penista agama," kata pria yang kini menjabat Komisaris Utama Pertamina itu.

Masuk PDI Perjuangan

Kegalauan Ahok berlanjut saat dirinya bingung kala melanjutkan karier politiknya atau tidak.

Akhirnya Ahok memilih partai berlambang Banteng dengan moncong putih tersebut.

Kala itu, rangkaian Pemilu 2019 sedang berlangsung.

Menurut Ahok, itu merupakan momentum bagi partai untuk meraih suara terbanyak guna menempatkan anggota DPR di parlemen.

Dia pun ingin PDIP unggul dalam kontestasi itu.

"Saya memimpikan PDI Perjuangan bisa di atas 33 persen supaya kuat di parlemen," sambung Ahok.

Tidak ingin masuk partai baru

Isu Ahok digosipkan akan berlabuh ke salah satu partai politik baru ditampik langsung oleh Ahok.

Ahok tidak ingin namanya ketika dipenjara malah diperuntukkan untuk mengangkat partai baru tersebut.

Komisaris Utama Pertamina ini membantah bahwa dirinya ingin masuk ke partai baru.

Menurut dia, partai baru hanya bisa berbicara untuk saat ini. Dia menilai partai baru belum tentu teruji ketika masuk parlemen.

"Partai baru bisa ngomong gede. Masuk ke dalam belum tentu teruji," kata Ahok.

Beri inspirasi ke masyarakat

Melalui peluncuran buku, Ahok mengajak seluruh masyarakat terus berusaha dalam menyelesaikan masalah.

Dirinya yakin akan selalu ada hal positif di balik masalah yang dihadapi seseorang.

"Saya harap melalui buku ini orang bisa melihat segala kesulitan masalah dengan perspektif yang benar, masalah itu bukan untuk menyulitkan kita tapi justru mendorong ke takdir kita kalau melihat suatu keadaan pasti ada solusinya nah itu yang saya tulis di sepanjang Mako Brimob," kata Ahok.

Dalam peluncuran buku ini, turut hadir beberapa tokoh, seperti anggota DPR RI Djarot S Hidayat, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi, dan keluarga Ahok.

Ahok sebelumnya divonis dua tahun penjara oleh majelis hakim Pengadian Negeri Jakarta Utara.

Dia dinyatakan terbukti menodai agama dan melanggar Pasal 156a KUHP.

Setelah menjalani masa hukuman, Ahok bebas dari penjara di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, pada 24 Januari 2019.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Minta Wawancara, Daniel Mananta Disuruh Ahok Baca Buku Panggil Saya BTP", https://www.kompas.com/hype/read/2020/06/29/184524966/minta-wawancara-daniel-mananta-disuruh-ahok-baca-buku-panggil-saya-btp.
Penulis : Ira Gita Natalia Sembiring
Editor : Kurnia Sari Aziza

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved