News

Pemuda Dusun Kloangbola Cabut Nyawa Jerat Leher Sendiri, Tinggalkan Surat Wasiat, Begini Bunyinya

Michael Jhon Lois (24), ditemukan tak bernyawa oleh ibu kandungnya,Yuvita Desidesata (50) saat pulang dari kebun. Saat tiba di rumah, Yuvita memanggil

Penulis: Aris Ninu | Editor: Benny Dasman
Google
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Com, Aris Ninu

POS KUPANG, COM, MAUMERE - Kasus bunuh diri kembali terjadi di Kabupaten Sikka. Kali ini, seorang pemuda asal Dusun Kloangbola, Desa Nele Wutung, Kecamatan Nele, Kabupaten Sikka ditemukan tewas gantung diri, Sabtu (27/6).

Ini merupakan kasus gantung diri ketiga di Kabupaten Sikka selama bulan Juni 2020 ini.

Michael Jhon Lois (24), ditemukan tak bernyawa oleh ibu kandungnya,Yuvita Desidesata (50) saat pulang dari kebun. Saat tiba di rumah, Yuvita memanggil korban, tetapi tak ada jawaban.

Oleh karena tidak ada jawaban, Yuvita membuka kamar korban. Betapa kagetnya sang ibu melihat korban sudah tergeletak di lantai.

Sambil menangis, Yuvita berusaha menyelamatkan nyawa anaknya dengan membuka tali dan sarung yang terlilit di leher korban. Juga sempat menggoyang-goyangkan tubuh anaknya. Akan tetapi korban korban tak bergerak lagi.

Yuvita lalu berteriak minta pertolongan warga sekitar. Mendengar teriakan Yuvita beberapa warga datang membantu tapi rupanya nyawa korban sudah tidak bisa diselamatkan lagi.

Kejadian tersebut dilaporkan kepada aparat Kepolisian Sektor Nele yang langsung datang guna melakukan olah TKP bersama tim Identifikasi Polres Sikka.

Saat hasil olah TKP, polisi menemukan sepucuk surat yang ditinggalkan korban.
Isi suratnya berbunyi "Hati hati jangan keluar malam awas baju merah bergeliaran , iblis kalo sudah bangun bahaya otak buntu dia akan balas dendam orang yang selama ini kalian incar akhirnya dia sudah mati yaitu saya oranya."

Kapolres Sikka, AKBP Sajimin melalui Kasubag Humas, AKP Petrus Kanisius kepada wartawan di Maumere, Minggu (28/6) membenarkan terjadinya kasus bunuh diri tersebut.

"Polisi melakukan pemeriksaan luar korban oleh Identifikasi bersama Dokter Puskesmas Nelle. Semua langkah ini dalam rangka mengungkap fakta atas kejadian yang dilaporkan," kata Petrus.

Ia mengimbau warga Sikka bersama-sama polisi menjaga kamtibmas serta mencegah adanya kejadian bunuh diri.

"Mari kita awasi anak-anak kita. Kalau ada persoalan dicari jalan keluar. Polisi akan terus melakukan sosialisasi agar ke depan jangan ada lagi kasus yang sama," papar Petrus.

Dari informasi yang dikumpulkan aparat Polsek Nele yang memeriksa beberapa saksi menyebutkan, kalau korban sudah 5 bulan terakhir selalu menyendiri.

"Berdasarkan keterangan keluargakorban bahwa lima bulan terakhir sering menyendiri. Lalu kami temukan catatan di buku tulisan korban tentang "baju merah," kata anggota Polsek Nele.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved