Breaking News:

News

Percepatan Informasi Gempa dan Tsunami kepada masyarakat, BPBD Manggarai Pasang WRS NewGen, Apa Itu?

BMKG memasang peralatan Warning Receiver System New Generation (WRS NewGen) untuk Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Manggarai

istimewa
WRS NewGen Untuk BPBD Manggarai yang dipasang pihak BMKG. 

 Laporan Wartawan Pos Kupang, Com, Robert Ropo

POS KUPANG, COM, RUTENG - Agar mempercepat penyebarluasan informasi gempa bumi dan peringatan dini tsunami secara real time, Pihak BMKG memasang peralatan Warning Receiver System New Generation (WRS NewGen) untuk Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manggarai di Ruteng.

Kepala Stasiun Geofisika Waingapu, Arief Tyastama, S.Si, M.Si.q menyampaikan itu dalam rilisnya kepada Pos Kupang, Kamis (25/6).

Arief menjelaskan, wilayah Indonesia merupakan bagian dari jalur gempa dunia yang terbentang dari Sumatera, Jawa, Bali, Lombok, Flores, Alor, Laut Banda, Seram, Sulawesi, Maluku Utara dan Papua.

Sebagai wilayah yang terletak pada jalur gempa aktif, katanya, kondisi fisiografi wilayah Indonesia sangat dipengaruhi aktivitas tumbukan 3 lempeng tektonik utama dunia, yaitu Lempeng Indo-Australia, Eurasia dan Pasifik.

Ketiga lempeng tektonik tersebut bertumbukan dan bergerak secara relatif antara satu dengan yang lain, menjadikan wilayah Indonesia sebagai salah satu kawasan rawan gempa dan tsunami di dunia.

"Wilayah Indonesia memiliki banyak sumber gempa, secara umum, kita memiliki 13 segmentasi sumber gempa megathrust, selain itu. Kita juga memiliki sebanyak 295 segmentasi sesar aktif. Berdasarkan kondisi tektonik yang kompleks ini, maka gempa dapat terjadi kapan saja dalam berbagai variasi magnitudo dan kedalaman," papar Arief.

Hasil monitoring BMKG menunjukan selama periode 2008-2019, rata-rata dalam setahun terjadi gempa sebanyak 5.818 kali, gempa signifikan dengan magnitudo di atas 5,0 sebanyak 347 kali dan 2 tahun sekali terjadi gempa berpotensi tsunami.

Terkait kondisi wilayah Indonesia yang rawan gempa dan tsunami ini, katanya, BMKG memiliki tugas dan kewajiban dalam menyediakan informasi gempa dan peringatan dini tsunami yang tertuang dalam UU No. 31 Tahun 2009 dan Perpres No. 93 Tahun 2019.

Dijelaskannya, sebagai salah satu implementasi dari tugas dan kewajiban tersebut di atas, maka BMKG melaksanakan kegiatan pemasangan alat penyebarluasan informasi gempa bumi dan peringatan dini tsunami, yaitu Warning Receiver System (WRS) di berbagai wilayah rawan gempa dan tsunami di Indonesia.
Dikatakan Arief, sejak Tahun 2008 BMKG sudah memasang sebanyak 275 peralatan WRS.

Namun demikian, mengingat peralatan WRS masih sangat dibutuhkan Pemerintah daerah dan kantor Lembaga/Kementerian terkait, maka pada tahun 2020 ini, BMKG memasang WRS generasi terbaru di 315 lokasi, 19 diantaranya dipasang di wilayah NTT.

Arief mengatakan, Pemasangan Perangkat WRS New Generation di Wilayah NTT, selain BPBD Manggarai juga Stasiun Geofisika Sumba Timur, Stasiun Geofisika Kupang, Stasiun Geofisika Alor, Kantor Bupati Sikka, Kantor Bupati Ngada, Kantor Bupati Alor, BPBD Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat Daya, Flores Timur, Nagekeo, Manggarai Barat, Ende, Lembata, Kabupaten kupang, TTS dan BPBD Rote Ndao serta Pos Sar Alor. *

Penulis: Robert Ropo
Editor: Benny Dasman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved