Public Service Pos Kupang
Watu Waja Mabar Butuh Listrik
Tolong sampaikan kepada pihak PLN mengenai keluhan warga Desa Watu Waja, Kecamatan Lembor Selatan, Kabupaten Manggarai Barat
POS-KUPANG.COM - SELAMAT pagi Pos Kupang. Tolong sampaikan kepada pihak PLN mengenai keluhan warga Desa Watu Waja, Kecamatan Lembor Selatan, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar). Kami sangat membutuhkan listrik. Selain untuk penerangan, listrik untuk aktivitas ekonomi produktif.
Permintaan ini sudah sering kami sampaikan. Namun hingga saat ini kami belum mendapatkan pelayanan listrik. Bagi kami, merdeka salah satunya yaitu bisa mendapatkan pelayanan listrik sehingga kami bisa mengembangkan hidup lebih baik.
Kami juga bisa mendapat informasi dan hiburan dari televisi dan anak-anak kami bisa belajar lebih maksimal saat malam hari.
• Update Corona TTU-Bertambah 19, Jumlah PPDP di TTU Tembus Angka 4.405 Orang
Desa Watu Waja berpenduduk 245 kepala keluarga atau 1.360 jiwa. Ada gedung SD dan SMP serta fasilitas umum lainnya. Sebagian masyarakat menggunakan lampu pelita, ada juga yang menggunakan genzet. Kondisi ini tentunya menyebabkan anak- anak kami mengalami kesulitan belajar.
Apabila sudah ada listrik, tentu sangat membantu dan pengeluaran masyarakat tidak tinggi untuk membeli bahan bakar. Pada malam hari anak-anak sekolah sudah bisa belajar secara baik.
• Kisruh Data Bansos dan Potensi Kekerasan Ekonomi
Kami bukannya tidak pernah berusaha atau pasrah dengan keadaan ini. Melainkan, kami sudah mengajukan proposal dua kali kepada PLN pada tahun 2020. Namun belum ada realisasi.
Kepala Desa Watu Waja
Bonifasius Awar
TANGGAPAN
PLN Sudah Survei
SEMUA desa sudah disurvei pihak PLN. Kami sudah kerja, tapi di wilayah sana sudah masuk zona merah Covid-19 sehingga belum melanjutkan pembangunan jaringan. Apalagi di wilayah itu ada pembatasan.
Harapan kami, dalam tahun 2020 ini ada proggres. Kami sudah melakukan survei di semua desa di Kecamatan Lembor dan Kecamatan Lembor Selatan, hanya untuk realisasinya belum sebab terkendala pandemi Covid-19.
Kalau biasanya listrik mulai masuk ke desa, kami lakukan sosialisasi bahwa nanti listrik akan masuk dan tiang listrik akan melintasi wilayah desa.
Seperti lahan warga yang akan dilalui jaringan listrik dan kemudian pohon-pohon yang dilewati kami meminta izin dan pohon-pohon itu akan ditebang tanpa ganti rugi demi kepentingan distribusi jaringan listrik. Kami akan sosialisasi sehingga bisa saling membantu demi melayani masyarakat. (ii)
Ambara Natha
Manajer Unit Layanan Pelanggan PLN Labuan Bajo