Bulog Datangkan 500 Ton Gula Pasir LN
Meskipun demikian Bulog Kanwil NTT telah mengajukan permintaan 400 ton lagi untuk menjaga ketersediaan gula pasi
Penulis: Yeni Rachmawati | Editor: Rosalina Woso
Bulog Datangkan 500 Ton Gula Pasir LN
POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Divre Bulog Kanwil NTT mendatangkan lagi 500 ton gula pasir luar negeri untuk menjaga ketersediaan pangan di NTT. Gula pasir import atau Luar Negeri ini beberapa hari akan sampai di NTT dan akan didistribusikan di dalam kota dan kabupaten Kupang dengan Harga Eceran Tertinggi Rp 12.500 per kilogram
Kepala Divre Bulog Kanwil NTT, Asmal, kepada POS-KUPANG.COM, Senin (22/6/2020), menyampaikan saat ini gula pasir sedang dalam perjalanan menuju NTT.
Meskipun demikian Bulog Kanwil NTT telah mengajukan permintaan 400 ton lagi untuk menjaga ketersediaan gula pasir.
Harga pasaran tetap sesuai HET dan tidak boleh di atas itu untuk yang dipasarkan Bulog, RPK maupun jaringan-jaringan yang bekerja sama dengan Bulog Kanwil NTT. Sehingga masyarakat bisa mendapatkan gula pasir dengan harga yang murah.
Diluar jaringan pun Bulog menawarkan gula pasir dengan harga yang murah sehingga bisa dijual kembali sesuai HET.
Asmal mengatakan gula pasir yang didatangkan ini adalah gula pasir luar negeri karena untuk gula pasir dalam negeri masih belum semua melakukan penggilingan mungkin masuk Juli dan Agustus sudah banyak gula dalam negeri.
Terkait stok, lanjutnya, bukan mengalami kekosongan karena banyak permintaan dari jaringan, RPK, instansi atau perusahaan yang membeli gula pasir untuk memberikan bantuan kepada masyarakat di tengah pandemi Covid-19.
"Kami ingin cepat tapi karena pelayaran dan lainnya," tuturnya.
Selain gula pasir, kata Asmal, untuk beras masih tersedia 16 ribu ton yang dapat memenuhi kebutuhan hingga enam bulan kedepan. Karena provinsi NTT bukan termasuk daerah defisit beras.
• Disarankan Jangan Menyimpan Dalam Kulkas, Wajib Tahu 5 Masalah Akibat Makan Semangka Berlebihan
• Pilkada 2020, KPU Sumba Timur Tambah 103 TPS
Beberapa daerah seperti Bajawa, Lembur memproduksi beras sendiri dan dibeli langsung oleh masyarakat. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati).