Renungan Harian Katolik
Nolite Timere Diabolum; Jangan Kamu Takut kepada Iblis
“Berbahagialah setiap orang yang takut akan Tuhan, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya” ( Mzr .128 :1b-2 ).
Renungan Harian Katolik, MInggu 21 Juni 2020
Nolite Timere Diabolum; Jangan Kamu Takut kepada Iblis
Oleh: RD. Maxi Un Bria
POS-KUPANG.COM - “Berbahagialah setiap orang yang takut akan Tuhan, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya” ( Mzr .128 :1b-2 ).
Nilai-nilai Kerajaan Allah menuntun hidup manusia pada damai sejahtera di bumi dan keselamatan akhirat. Sementara Iblis menggoda manusia untuk meraih kesenangan sesaat lalu berpaling melawan Allah.
Warta tentang Kerajaan Allah mengundang manusia untuk menyembah Allah, takut dan berbakti kepada Allah, sementara Iblis mengelabui pikiran dan hati manusia agar memuja dirinya dan hidup dalam kuasa keangkuhan serta kuasa kegalapan.
Karena itu Yesus menasihati para murid untuk berdoa dan berjaga-jaga. Mereka bahkan mesti bersikap tegas terhadap iblis dan godaannya. Sebagaimana yang telah dilakukan Yesus saat menghadapi godaan iblis di padang gurun ( Matius 4 : 1-11 ).
Yesus secara tegas menghardik Iblis dengan mengatakan, “Enyahlah Iblis! Sebab ada tertulis Engkau harus menyembah Tuhan Allahmu, dan hanya kepada Dia saja Engkau berbakti” ( Matius 4:10).
Perang melawan Iblis adalah perang abadi yang akan dilakukan para murid dan orang-orang beriman sepanjang masa. Sebab setelah iblis gagal menggoda Yesus, ternyata ia mundur dari hadapan-Nya, dan menunggu saat yang baik ( Lukas 4: 13 ).
Para murid diIngatkan agar berani bersikap tegas dan tidak berkompromi dengan iblis. “Janganlah kamu takut terhadap mereka “ Mereka dalam konteks Matius 10: 26-33 adalah Iblis dan semua kuasa gelap yang melawan Allah.
Karakteristik iblis antara lain; cinta diri dan keangkuhan, pembunuhan, ketamakan terhadap mamon, nafsu, penghujatan, iri, dengki , dendam, kemalasan, dan segala tabiat buruk yang bertentangan dengan nilai-nilai Kerajaan Allah yakni cinta kasih kepada Allah dan sesama, membela martabat dan kehidupan manusia, murahhati, penguasaan diri, pengampunan dan kerajinan-giat bekerja untuk hadirkan damai sejahtera.
Hidup dalam terang Kerajaan Allah berarti hidup menurut bimbingan Roh Allah sendiri untuk menghasilkan buah Roh yang membahagiakan.
Adapun ”buah Roh yakni kasih, sukacita damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaaan diri” ( Galacia 5 :22-23),
Para murid tidak perlu takut, karena Roh Kudus dan Allah akan menyertai pewartaan dan kesaksian mereka. Asalkan mereka tetap memelihara iman dan berbakti kepada Allah serta berpegang teguh pada Firman-Nya.
“Janganlah kamu takut terhadap mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi tidak berkuasa membunuh jiwa, takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh dalam neraka. ( Matius 10 : 28 ).
Semoga kita lebih takut kepada Tuhan daripada kepada Iblis. “ Takut kepada Tuhan adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan” ( Amsal 1 : 7 )
Takut kepada Tuhan menuntun kita kepada keselamatan, sementara takluk kepada iblis menggiring kita kepada kebinasaan dan kehancuran hidup. Karena itu lawanlah iblis senantiasa !
Doa: Ya Allah anugerahilah kami hikmat agar hidup dalam terang sabda-Mu dan berani memerangi Iblis serta aneka godaanya,amin.
NONTON JUGA VIDEO BERIKUT:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/maxi-un-bria-di-menara-pizza.jpg)