BPC GMKI Waingapu Periode 2020-2022 Dilantik

secara administrasi dan Peraturan Organisasi (PO) GMKI, apa yang dilakukan bukan merupakan hal baru di kalangan GMKI.

Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/OBY LEWANMERU
Suasana pelantikan dan pengambilan sumpah BPC GMKI Waingapu masa bhakti 2020-- 2022, Sabtu (20/6/2020) 

BPC GMKI Waingapu Periode 2020-2022 Dilantik

POS-KUPANG.COM||WAINGAPU - Badan Pengurus Cabang (BPC) Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Waingapu, Kabupaten Sumba Timur periode atau masa Bhakti 2020-2022 resmi dilantik.

Pelantikan dan pengesahan BPC GMKI Waingapu ini dipimpin oleh Pengurus Pusat (PP) GMKI yang dimandatkan kepada Markus K. Windi,S.Pi.,M.Si selaku salah satu senior Members GMKI (asal Cabang Kupang).

Pelantikan ini berlangsung di Gedung Ibadah GKS Jemaat Payeti Cabang Praiwora, Sabtu (20/6/ 2020 ).

Markus Windi melantik pengurus cabang GMKI Waingapu ini sesuia dengan Surat Tugas PP GMKI MB. 2018-2020 Nomor : 360558/SU/INT/T/VI/2020 tanggal 20 Juni 2020 yang ditandatangani langsung oleh Ketum PP GMKI-Korneles J. Galanjinjinay dan Sekum PP GMKI-David V. H. Sitorus.

Marrus Windi selaku penerima mandat mengatakan, secara administrasi dan Peraturan Organisasi (PO) GMKI, apa yang dilakukan bukan merupakan hal baru di kalangan GMKI.

Menurut Markus, dalam sejarah arak-arakan GMKI ketika PP GMKI berhalangan hadir dalam agenda tingkat cabang yang harus dihadiri oleh PP GMKI termasuk pelantikan BPC GMKI.

"Karena itu,secara konstitusi organisasi dalam PO GMKI diatur bahwa PP GMKI dapat menugaskan salah satu Senior Members/Anggota Luar Biasa GMKI untuk melantik dan mengesahkan BPC, sekaligus memberikan kata sambutan dan menjadi saksi dalam serah terima jabatan BPC," kata Markus.

Selaku penerima mandat, Markus mengatakan, ada beberapa catatan penekanan kepada BPC yang baru dilantik dan kepada seluruh anggota GMKI yang hadir saat itu.

"GMKI secara kelembagaan harus mampu berkolaborasi dalam menyikapi berbagai pergumulan dewasa ini. Tradisi kawin tangkap di Pulau Sumba sebagaimana disampaikan oleh Pelayan Firman, menjadi salah satu isu yang dapat digumuli oleh GMKI," katanya.

Lebih lanjut dikatakan, isu tersebut juga sudah menjadi pembahasan alot dalam persidangan seksi ketika Sidang Raya PGI di Pulau Sumba beberapa waktu lalu.

"Bagaimana sikap akhir gereja saat itu saya kurang ikuti, dalam menyikapi ini tentunya menjadi peran GMKI untuk menelusuri dan menyikapinya saat ini. Di lain pihak, sebagai seorang senior members maka dalam diri saya melekat sebagai seorang ASN/melekat dalam diri saya sebagai unsur pemerintah yang ada di daerah," katanya.

Oleh karena itu, lanjutnya, secara pribadi sebagai seorang senior members saya menghimbau agar kehadiran GMKI di tengah mahasiswa dan masyarakat agar selalu mengedepankan Tri Panji GMKI “Tinggi Iman, Tinggi Ilmu dan Tinggi Pengabdian”. GMKI silahkan memberikan kontribusi pemikiran kepada ketiga medan layan GMKI (Gereja, Perguruan Tinggi dan Masyarakat).

"Silahkan saudara-saudari mengkritisi kebijakan pemerintah daerah misalnya, tetapi kritikan harus mendasar dan melalui komunikasi langsung dengan pemerintah daerah. Bukan hanya melakukan kritikan di luar tanpa dikomunikasikan tetapi silahkan kritikan-kritikan tersebut dikaji, dicerna dan didasari pertimbangan yang konstruktif serta langsung dikomunikasikan dengan pemerintah daerah," jelasnya.

Kehadiran GMKI harus menjadi gerakan yang independen dan mengutamakan integritas dalam berbagai sikap dan pernyataan.

Sementara itu, PP GMKI dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Mandataris PP GMKI mengimbau agar dalam menghadapi wabah besar Pandemi Covid-19, GMKI diajak untuk meyakini bahwa ini merupakan bagian dari rencana Tuhan untuk kehidupan manusia di muka bumi. Setiap perkara di dunia ini pasti ada maksud Tuhan untuk memperbaharui kehidupan orang-orang yang dikasihi-Nya.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved