Wawancara Khusus Dewita Hutagaol: Pengunjung Cinema XXI Wajib Pakai Masker

HEAD of Corporate Communications and Brand Management Cinema XXI, Dewita Hutagaol tak memungkiri, masa pandemi Covid-19 adalah kondisi tersulit

Editor: Kanis Jehola
KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO
Artis Haykal Kamil dan tunangannya Tantri Namirah hadir dalam penayangan perdana film Interchange di Cinema XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (23/2/2017). Film produksi Indonesia-Malaysia tersebut dibintangi Nicholas Saputra, Prisia Nasution, dan Iedil Putra. 

POS-KUPANG.COM - HEAD of Corporate Communications and Brand Management Cinema XXI, Dewita Hutagaol tak memungkiri, masa pandemi Covid-19 saat ini adalah kondisi tersulit yang pernah dialami Perusahaan Cinema XXI sejak berdiri tahun 1987.

Terhitung mulai tanggal 26 Maret 2020, manajemen Cinema XXI menutup 1.182 layar bioskop di 52 kota yang ada di seluruh Indonesia dalam rangka memutus rantai penyebaran virus.

Dewita mengungkapkan, penutupan layar Cinema XXI di seluruh Indonesia tetap berimbas pada kondisi finansial Perusahaan. Tak lain karena Cinema XII tetap harus memenuhi tanggung jawab operasional di masa pandemi. Seperti membayar gaji karyawan, BPJS, pendanaan perawatan seluruh studio XII dan sejumlah tanggung jawab lain.

Mutia Ayu: Rindu Glenn

Manajemen Cinema XXI, lanjut Dewita, juga meniadakan remunerasi untuk jajaran Komisaris dan Direksi per bulan April 2020 sampai waktu yang belum ditentukan. Peniadaan remunerasi ini dilakukan dalam rangka mempertahankan keberlangsungan bisnis dan keutuhan keluarga besar Cinema XXI.

"Bagi kami, kondisi saat ini adalah kondisi tersulit yang Perusahaan alami sejak masa berdirinya," ungkap Dewita kepada Tribun, Selasa (16/6). Berikut petikan wawancara lengkap Tribun dengan Dewita Hutagaol.

BREAKING NEWS: Buruh Bangunan Asal Pulau Jawa Gantung Diri di Sikka

Seberapa besar dampak yang dialami bioskop-bioskop di Indonesia selama masa pandemi ini?

Kondisi tersulit yang kami alami sejak masa. Meski belum menjalankan kegiatan operasional seperti semula, perusahaan tetap menyelesaikan berbagai kewajiban (biaya rutin) seperti gaji, BPJS, biaya perawatan seluruh studio dan sejumlah tanggung jawab lain. Manajemen tentu berupaya keras dan maksimal untuk mempertahankan keberlangsungan bisnis sekaligus keutuhan keluarga besar Cinema XXI.

Manajemen memutuskan untuk jajaran Komisaris dan Direksi tidak menerima remunerasi terhitung bulan April 2020 sampai dengan keadaan kembali normal dilakukan agar dapat membantu membiayai sejumlah pengeluaran dan kewajiban yang harus dijalankan selama kondisi pandemi ini berlangsung.

Ada berapa bioskop, khususnya XXI di Indonesia?

Sampai dengan Januari 2020, Cinema XXI telah menghadirkan 1.182 layar di 218 lokasi bioskop yang tersebar di 52 kota di seluruh Indonesia.

Penutupan bioskop juga berimbas kepada pengurangan karyawan?

Kami telah mengimbau kepada para karyawan kami untuk tetap berada di rumah, bekerja dari rumah guna menjaga kesehatan diri dan keluarga masing-masing, karena prioritas utama kita saat ini adalah untuk tetap sehat.

Adapun rekan-rekan yang tetap bertugas adalah mereka yang tergabung dalam satuan tugas khusus yang bertanggung jawab untuk merawat dan membersihkan seluruh area bioskop selama Cinema XXI non-aktif sementara waktu.

Kapan Cinem XXI akan kembali dibuka untuk umum?

Cinema XXI masih menonaktifkan kegiatan operasional sementara waktu. Kami mendukung upaya Pemerintah Pusat dan Daerah, memutus mata rantai penyebaran pandemi guna mendukung kesembuhan bangsa. Kami mengikuti arahan pemerintah, dan belum beroperasi.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved