Stadion Gelora 99 Lembata Senilai Rp 19,3 Miliar

Stadion seharga Rp 19,3 miliar itu dikerjakan multi years oleh kontraktor pelaksana PT Cipta Prasarana Jaya (CPJ) dengan masa kontrak

Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/RIKARDUS WAWO
Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur saat meninjau pembangunan Stadion Gelora 99, Selasa (16/6/2020). 

Stadion Gelora 99 Lembata Senilai Rp 19,3 Miliar

POS-KUPANG.COM|LEWOLEBA--Stadion sepakbola pertama di Kabupaten Lembata kini sedang dalam proses pengerjaan. Stadion yang diberi nama Gelora 99 itu berada di Desa Pada, Kecamatan Nubatukan dan dibangun sebagai persiapan Kabupaten Lembata sebagai tuan rumah Soeratin Cup dan El Tari Memorial Cup.

Stadion seharga Rp 19,3 miliar itu dikerjakan multi years oleh kontraktor pelaksana PT Cipta Prasarana Jaya (CPJ) dengan masa kontrak sampai Desember 2020.

Saat kunjungan ke Stadion Gelora 99, Selasa (16/6/2020), Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur menyebutkan nama Gelora 99 memang sudah disiapkan saat stadion baru direncanakan untuk dibangun.

Menurutnya, selain sebagai homebase Persebata Lembata, stadion dengan dua tribun penonton itu juga akan dijadikan kantor untuk urusan kepemudaan dan olahraga.

Perihal filosofi nama Gelora 99, Bupati Sunur berujar kalau angka 99 merujuk pada tahun 1999 di mana Lembata berdiri sebagai kabupaten yang otonom terlepas dari Flores Timur.

"Semangat 99 itu yang buat kita punya semangat untuk bangun Lembata. Jadi sekarang Pemkab Lembata optisimistis dan konsisten siap jadi tuan rumah," ungkap Sunur sembari menambahkan kalau aktivitas pertandingan sepakbola di Lembata sudah bisa dilakukan dengan catatan hanya melibatkan pemain-pemain lokal Lembata.

Selain Stadion Gelora 99 dan Lapangan Lamahora yang jadi pusat kompetisi Soeratin Cup dan El Tari Memorial Cup mendatang, pemerintah daerah juga akan menyiapkan mini stadion di Waipukang, Hadakewa dan Balauring yang juga bisa dijadikan lokasi kompetisi.

"Kita distribusikan keramaian sampai ke desa-desa supaya masyarakat juga bisa punya hak untuk menikmati pertandingan-pertandingan lain," tambahnya.

Untuk program jangka panjangnya pemerintah akan mulai membangun tribun dan sejumlah fasilitas untuk mini stadion. Bupati Sunur menyebut angka Rp 200 juta yang digelontorkan pemerintah daerah sebagai stimulus pembangunan mini stadion.

Selebihnya bisa sharing cost dengan dana desa dan pengelolaan stadion diserahkan ke pihak desa dan kecamatan.

Di TTU, TNI dan Polri Terus Salurkan Sembako untuk Warga Terdampak Covid-19

Paling Banyak Dikomsumi Masyarakat, Intip Yuk ! 10 Deretan Manfaat Kesehatan Daun Kangkung

Kenali Tandanya & 11 Cara yang Bisa Menolong Seseorang Saat Usianya akan Berakhir, No 3 Bikin Miris

Hi Moms ! Kenali 8 Gejala Hamil Anggur, Penyebab, Faktor Risiko dan Cara Mengobatinya

Lebih lanjut, kata Sunur, Pemerintah Kabupaten Lembata kini serius dan siap jika ditunjuk menjadi tuan rumah Soeratin Cup dan El Tari Memorial Cup bersama dengan Flores Timur misalnya.

Pihaknya masih menunggu petunjuk dari Asprov PSSI NTT terkait penyelenggaraan dua kompetisi bergengsi di NTT tersebut.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved