Selasa, 5 Mei 2026

Pasar Mingguan di Keo Tengah Nagekeo Belum Dibuka

Minat masyrakat Keo Tengah untuk berdagang barang seperti peralatan rumah tangga dengan sistem antar ke rumah juga sudah mulai tumbuh.

Tayang:
Penulis: Gordi Donofan | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA
Lahan tanaman hortikultura di Keo Tengah Kabupaten Nagekeo, Senin (15/6/2020). 

Pasar Mingguan di Keo Tengah Nagekeo Belum Dibuka

POS-KUPANG.COM | MBAY -- Sejumlah tempat Pasar Mingguan di Kecamatan Keo Tengah Kabupaten Nagekeo sampai saat ini belum dibuka.

Hal itu menjadi pertimbangan pihak Kecamatan Keo Tengah sehingga belum memberanikan diri untuk membuka kembali aktivitas pasar mingguan diwilayah itu.

"Hasil rapat koordinasi Forkompincam kemarin, Kamis 11 Juni 2020 menyepakati bahwa dengan pertimbangan kesiapan aparatur dan juga kesiapan warga patuhi protokol covid 19 dan new normal untuk membuka pasar mingguan, kami menyepakati pasar mingguan di Ladolima dan Maunori belum dibuka," ungkap Camat Keo Tengah Hildegard Mutha Kasi kepada POS-KUPANG.COM Senin (15/6/2020).

Kata Hildegard saat ini pihaknya telah melihat ada fenomena baru di Keo Tengah dimana Bumdes mulai menangkap peluang ketika pasar mingguan tidak beroperasi.

"Selain itu kami melihat dengan penutupan pasar mingguan lumbung-lumbung ekonomi rakyat lebih bisa tumbuh, misalnya Bumdes Ladolima yang mengelola pasar mingguan di Mundemi telah alih bisnis sebagai penyedia barang non lokal secara grosir sehingga pedagang eceran wilayah barat Keo tengah juga tumbuh dengan seimbang," jelasnya.

Ia mengaku minat masyrakat Keo Tengah untuk berdagang barang seperti peralatan rumah tangga dengan sistem antar ke rumah juga sudah mulai tumbuh.

"Bela beli Keo Tengah juga lebih terasa pasca pembatasan mobilitas antar wilayah," jelasnya.

Ia mengatakan lalu para petani juga mulai berusaha tani di bidang hortikultura seperti tanaman sawi, kangkung, cabe dan lainnya.

Ia juga menyebutkan beberapa desa sudah mulai memfasilitasi warganya dengan menyiapkan alsintan yang juga berdampak pada PADes.

"Seperti desa Kodim dengan handtraktor desa, desa Mbari dengan pengadaan kultivator," ungkapnya.

Ia menyatakan pemerintah Kecamatan Keo Tengah belum bisa untuk memaksakan diri membuka pasar Mingguan tersebut.

IDI Sosialisasi New Normal Aplikatif, Warga Waigete Beri Apresiasi

BMKG Presdiksi Hari Ini Ada Empat Pulau di NTT Berpotensi Terjadi Angin Kencang

Update Corona TTU : Bertambah 19, Jumlah PPDP di TTU Tembus Angka 4.180 Orang

Ustadz Abdul Somad Sebut Kasus Novel Baswedan Janggal, Tanyakan Hal Ini Pada Hotman Paris Hutapea

"Iya, kami menunggu sampai benar-benar siap," jelasnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan).

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved