Rabu, 15 April 2026

Pemkab Lembata Pra-Launching Kapal Pinisi di Adonara, Zona Merah Covid-19

Pemerintah Kabupaten Lembata ( Pemkab Lembata) menggelar pra- launching atau uji coba kapal pinisi 'Aku Lembata'

Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Ricko Wawo
Kapal Pinisi bernama 'Aku Lembata' milik Pemkab Lembata saat bersiap-siap berlayar dari Pelabuhan Lewoleba ke Pulau Adonara, Flores Timur, Minggu (14/6/2020) 

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Pemerintah Kabupaten Lembata ( Pemkab Lembata) menggelar pra- launching atau uji coba kapal pinisi 'Aku Lembata' dengan melakukan pelayaran dari Pelabuhan Laut Lewoleba menuju ke Pulau Adonara, Dusun III Meko, Desa Pledo, Kabupaten Flores Timur, Minggu (14/6/2020). Padahal, Kabupaten Flores Timur merupakan salah satu wilayah zona merah Covid-19 di NTT.

Pelayaran yang diikuti jajaran Organisasi Pimpinan Daerah (OPD) lingkup Pemkab Lembata ini juga dilakukan di tengah kebijakan pemerintah daerah yang masih menutup akses masuk dari dan ke Pulau Adonara, Flores Timur selama badai pandemi Covid-19.

PDAM Ende Sekarat, Yustinus Hadir dengan Gebrakan Baru, Enam Bulan Ada Perubahan

Disaksikan Pos Kupang, kapal pinisi yang dibuat langsung oleh para perajin dari Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan ini bertolak dari Pelabuhan Laut Lewoleba sekitar pukul 09.00 Wita.

Selama kurang lebih tiga jam berlayar, rombongan Pemkab Lembata pun tiba di perairan Adonara. Karena tak ada pelabuhan untuk sandar kapal besar di Meko, kapal pinisi bertonase 120 ton ini pun buang jangkar di tengah laut dan rombongan pun dijemput dengan kapal ketinting milik warga setempat untuk dibawa ke Dusun Meko, kampung pesisir di Kecamatan Witihama.

Rombongan sempat makan siang di Dusun Meko dan menikmati pesona pulau berpasir putih di perairan Meko. Sekitar pukul 17.00 Wita kapal pun berlayar kembali ke Pelabuhan Lewoleba.

TPU Liliba Jadi PR yang Terus Berulang Tahun

Kepada wartawan, Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur mengatakan pelayaran yang dilakukan merupakan uji coba atau pra-launching kapal wisata tersebut sekaligus bagian dari refreshing seluruh OPD Kabupaten Lembata yang sempat hadir.

Saat ditanya soal aktivitas pelayaran ke Adonara (zona merah Covid-19) dan kebijakan pemerintah daerah yang masih menutup akses pelayaran rakyat ke Flores Timur, Bupati Sunur mengatakan saat berada di Adonara tidak ada interaksi langsung antara rombongan dari Lembata dengan masyarakat di Dusun III Meko.

"Tadi kan lihat sendiri kan, tidak ada masyarakat lokal yang interaksi, kita hanya say hello, say hello seperti biasa," kata Bupati Sunur.

Pada saat itu, dia juga memberi kepastian kalau kapal penyeberangan rakyat dari Lembata ke Adonara, Solor dan Larantuka masih belum bisa dibuka meski sudah ada ketentuan New Normal dari Pemprov NTT.

Menurutnya, meski Gubernur NTT telah mengeluarkan surat edaran pembukaan kembali akses transportasi di NTT tanpa surat keterangan kesehatan, pemerintah daerah masih tetap memberlakukan surat edaran lama yang sementara waktu tidak mengizinkan kapal penumpang masuk ke Lembata.

"Kapal pelayaran (rakyat) belum dibuka, belum ada surat edaran untuk membatalkan surat edaran yang lama (yang melarang kapal penumpang masuk ke Lembata)," tandasnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved