Dari 33 Ruas Jalan Kabupaten, 10 Ruas Jalan di Malaka Telah Dihotmix
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malaka melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Malaka, saat ini sudah melaksanakan hotmix jal
Penulis: Edy Hayong | Editor: Ferry Ndoen
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edi Hayong
POS-KUPANG.COM I BETUN---Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malaka melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Malaka, saat ini sudah melaksanakan hotmix jalan kabupaten sebanyak 10 ruas.
Total keseluruhan ruas jalan kabupaten di Malaka ada 33 ruas jalan yang merupakan akses di 12 kecamatan dan 127 desa yang ada di Malaka.
Sampai saat ini, ruas jalan yang sudah dihotmix, 10 ruas dengan panjang 105,2 kilometer. Untuk Lapen 13 ruas dengan panjang 139,83 kilometer, Perkerasan, 10 ruas panjang 85,2 kilometer.
Kepala Dinas PUPR Malaka, Yohanes Nahak menyampaikan hal ini kepada Wartawan di ruang kerjanya, Rabu (10/6).
Dijelaskan Yohanes, Pemkab Malaka dari waktu ke waktu akan terus membenahi infrastruktur jalan kabupaten. Total keseluruhan jalan kabupaten ada 33 ruas yang merupakan ruas yang menghubungkan 12 kecamatan dan 127 desa yang ada.
"Ruas jalan yang sudah dihotmix, 10 ruas dengan panjang 105,2 kilometer. Untuk Lapen 13 ruas dengan panjang 139,83 kilometer, Perkerasan, 10 ruas panjang 85,2 kilometer. Kita programkan terus
tingkatkan dari perkerasan ke hotmix," jelas Yohanes.
Yohanes mengakui bahwa dalam rencana program 2020 ini untuk jalan kabupaten, ada dua ruas yang siap dihotmix menggunaan dana DAK.
Dua ruas jalan itu yakni, Bolan-Motadikin sepanjang 3,25 kilometer dengan total anggaran Rp 7 Miliar lebih. Ruas jalan Biudukfoho-Tafuli sepanjang 3,1 kilometer dengan total anggaran Rp 9,8 Miliar yang ditangani Binamarga.
"Tapi kita tidak bisa realisasikan di tahun 2020 ini karena sesuai perintah Presiden Jokowi seluruh anggaran untuk fisik dialihkan ke penanganan covid19. Kita di Malaka cuma Kesehatan dan Pendidikan tetap aman sedangkan dinas lain termasuk kita di PUPR anggaran dialihkan untuk corona ini," katanya.
Selain itu, lanjut Yohanes, anggaran dari DAK untuk pengairan berupa pengurusan irigasi termasuk jaringan perpipaan dialihkan pula. Untuk itu, program yang harusnya berjalan di 2020 dipending ke 2021.
"Program dipending maka pada tahun 2021 dari sumber yang sama akan kita usulkan kembali. Kita bersyukur karena masih masuk proses lelang dan belum ada pemenangnya. Kita juga akan ajukan usulan baru dalam hal pembuatan jalan mengakomodir usulan warga saat kunjungan bupati ke desa-desa, maka itu akan kita perhatikan," tambah Yohanes.
Menyinggung soal jembatan besar di Malaka yang perlu diperhatikan, Yohanes mengatakan, ada tiga titik yakni, Tafuli, Babahane dan Tualaran.
Ketiga jembatan besar ini sudah masuk dalam usulan ke pusat. Diharapkan bisa terakomodir sehingga akses transportasi yang menghubungkan daerah-daerah bisa lancar.
Pada bagian lain, Yohanes mengatakan, hujan yang turun hampir sebulan di wilayah Malaka khususnya di Betun, Kecamatan Malaka Tengah, meninggalkan tumpukan material dan sisa genangan air di drainase.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/yohanes-nahak-kadis-pupr-malaka.jpg)