Pembunuhan Terhadap Kontraktor di Jalur 40 Dinyatakan Lengkap atau P21

Akhirnya, berkas perkara kasus Pembunuhan terhadap salah seorang Kontraktor di Jalur 40 dinyatakan lengkap atau P21

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/VINSEN HULER
Ketua Tim Khusus POLDA NTT, Kompol Albert Neno. 

Pembunuhan Terhadap Kontraktor di Jalur 40 Dinyatakan Lengkap atau P21

POS-KUPANG.COM| KUPANG-- Setelah sekian lama menanti. Akhirnya, berkas perkara kasus Pembunuhan terhadap salah seorang Kontraktor di Jalur 40 dinyatakan lengkap atau P21

" Artinya dari semua penyidikan yang telah kami lakukan kan sudah dinyatakan lengkap oleh kejaksaan melalui surat yang namanya P21,"

Demikian disampaikan Ketua Tim Khusus Polda NTT, Albert Neno di Polresta Kupang Kota, Selasa (9/6/2020).

Albert Neno menjelaskan hal ini,  Jumat (5/6/2020), pihaknya sudah menerima surat lembaran P21-nya.

Semenjak kami menerima surat itu, kata Kompol Albert Neno, kami lalu mempersiapkan segala sesuatu yang ada kaitannya dengan perkara ini. sebagai misal: barang bukti termasuk juga tersangkanya.

Untuk para tersangkanya, terangnya, juga sudah dilakukan pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Bhayangkara Kupang, supaya ketika diserahkan kepada pihak institusi kejaksaan memang harus sehat.

" Dan kami sudah lakukan kemarin dan suratnya kami sudah dapatkan dan dinyatakan sehat untuk dilimpahkan ke kejaksaan," bebernya.

Dikatakan Kompol Albert, selain dilakukan pemeriksaan kesehatan di rumah sakit Bhayangkara, pihaknya juga telah melakukan sidik jari terhadap enam orang tersangka dan memfoto mereka.

" Dan kami sudah sepakati dengan pak Jaksa melalui sambungan telpon kemarin sore bahwa mestinya hari ini pukul 10.00 wita sudah kami harus serahkan tetapi sampai saat ini kita masih tunggu," ujarnya datar.

Kompol Albert mengisahkan awal mula terbentuknya tim khusus Polda NTT yang mengemban misi untuk membongkar kasus ini.

 Waktu itu, urainya, karena kasus ini tidak berjalan. Maka, Wakapolda NTT mengambil inisiatif untuk mementuk tim khusus POLDA NTT yang beranggotakan 7 orang anggota Polisi Polda NTT untuk mengambil alih dari Reskrimum.

Ketujuh orang polisi Polda NTT, yang dipercayakan untuk mengemban misi khusus untuk membongkar serentak menyingkapkan kasus pembunuhan itu yakni Ketua tim Albert Neno, AKP Jery Puling, Ibda Buang Sine, Ibda Jen Sakawa, Aibda Indra Mooy, Bribka Mario Banoet, Brikpol Edmond Manafe.

Setelah terbentuknya tim khusus ini, waktu pelaksanaannya terhitung sejak bulan Oktober 2019. Akhirnya kasus pembunuhan tersebut dapat dibongkar, menjadi terang benderang dan baru P21 bulan Juni ini.

Terungkapnya kasus ini, kata Kompol Albert, pertama, bukan hebatnya kami, bukan hebatnya ketua tim dan seluruh anggota yang lainnya. Kami tidak hebat, karena yang hebat itu hanya Tuhan Allah.

"Kenapa saya bilang begitu karena ketika kami memulai pekerjaan itu semenjak mendapatkan surat perintah kami duduk bersama dalam satu ruangan kami berdoa dulu karena kami tidak tahu, kami tidak sanggup untuk berjalan sendiri. Setelah kami berdoa, kami sepakat untuk pergi ke gereja masing-masing yang katolik dan protestan ke Gereja masing-masing kami berdoa dan bernasar kepada Tuhan supaya Tuhan menolong kami dan itu rahasianya sampai bisa terungkap," ujarnya.

Kedua, ujarnya, kasus ini kami laksanakan karena sebuah tanggungjawab setelah kami menerima perintah itu adalah tanggung jawab untuk melaksanakan tugas itu sampai tuntas.

" Suka tidak suka, mau tidak mau. Tetapi kami harus bekerja untuk tuntaskan ini pekerjaan,"paparnya.

Ketiga, kami harus laksanakan dengan tulus, dengan hati nurani karena ini adalah nyawa manusia sehingga kami harus lakukan itu dengan tulus supaya bisa terungkap ini kasus.

Keempat, kami laksanakan dengan penuh kejujuran. Apa yang kami laksanakan, apa yang kami temukan, kami harus jujur untuk mengatakan seperti itu supaya kasus ini menjadi terang.

Kelima, tekad. Kami melangkah dengan susah payah dan ini adalah sebuah tekad untuk mengungkap kasus ini.

Memaknai Surat- surat Molokai- Hawaii (23) Beati Misericordes : Berbahagialah yang Berbelaskasihan

Masih Bingung Bikin Video Kreatif Stop Narkoba? Gampang Durasinya 1 Menit Soal Kreasi Bebas Guys

"Tekad, niat, kemauan yang baik dari hati kami karena itu kasus ini terbongkar. Kami tidak ada apa-apanya sebab kami hanyalah perpanjang tangan dari Tuhan di dunia makanya kami laksanakan ini dan kami bersyukur dan berterima kasih sejak hari Jumat tanggal 5 Juni kemarin sudah dinyatakan P21," terangnya.(Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Vinsen Huler)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved