Begini Pendapat Dosen Unwira Mikael Thomas Susu Terkait Efektivitas Kerja ASN Saat Pandemi Covid-19

Kinerja ASN sesungguhnya berkaitan dengan banyak faktor terkait tatanan pemerintahan, input, proses dan outputnya

Editor: Rosalina Woso
zoom-inlihat foto Begini Pendapat Dosen Unwira Mikael Thomas Susu Terkait Efektivitas Kerja ASN Saat Pandemi Covid-19
POS-KUPANG. COM, Ray Rebon
Drs. Mikael Thomas Susu, M. Si, Dosen pada Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Katolik Widya Mandira Kupang. Senin (8/6/2020)

Begini Pendapat Dosen Unwira Mikael Thomas Susu Terkait Efektivitas Kerja ASN Saat Pandemi Covid-19

POS-KUPANG. COM| KUPANG-- Drs. Mikael Thomas Susu, M. Si Dosen Prodi Ilmu Pemerintahan, FISIP Unwira Kupang mengatakan, Kinerja ASN sesungguhnya berkaitan dengan banyak faktor terkait tatanan pemerintahan, input, proses dan outputnya. 

"Karena itu akan terkait satu unit dan fungsi dengan unit dan fungsi lainnya" ujarnya via WA kepada POS-KUPANG. COM, Senin (8/6/2020).

Tommy katakan, kebijakan nasional darurat pandemi covid 19, langsung diikuti dengan kebijakan teknis anggaran operasional bekerjanya sistem pemerintahan dan pembangunan daerah.

"Risiko bagi daerah adalah revisi dan penyesuaian pembiayaan dalam APBD berjalan. Pesimisme kolektif dalam tubuh ASN akibat revisi ini bergerak sinergis dengan spirit kinerja serta kepincangan efek domino dari jakarta ke daerah maupun dampak pandemi covid-19. Pada momentum yang sama, kita harus jujur bahwa ekonomi mikro dan regional bergantung kira-kira 80-85% dari APBD" ungkap Tommy

Dalam kerangka demikian, lanjut Tommy, mungkinkah ditelaah kinerja profesional ASN ? ASN adalah juga manusia yang potensial menjamin bagi aksesibilitas covid-19, jika tidak dibendung atau dilarang keluar daerah.

"Pelaku Perjalanan, wajib isolasi mandiri. Umumnya juga mereka (ASN) berkeluarga, yang tidak ingin atau mau membawa risiko pandemik bagi keluarganya," ujarnya.

Tommy mengatakan, keseluruhannya memberi bukti kuat bahwa akan sangat rendah untuk efektivitas kinerja layanan publik, penyelenggaraan pembangunan dan  pemerintahan daerah.

Karena semuanya itu, nampaknya pengukuran kinerja hanya terbatas pada penyerapan biaya hasil revisi APBD. Setidaknya untuk semester pertama tahun APBD 2020.

Menurutnya, kemungkinan berikutnya, sangat bergantung pada kondisi new-normal yang diduga dapat kembali normal. Tetapi, masih terdapat moment perubahan APBD.

Jika masing--masing level pemerintahan kabupaten/kota dan propinsi dapat segera bangkit untuk new-normal, seakan-akan tanpa pandemik covid 19, dan mungkin kita tetap dengan pengukuran realisasi APBD yang 40-50% dari APBD murni.

Pandemi Covid-19, lanjut Tommy, tidak pandang bulu ASN atau dosen swasta. Kita semua berpotensi terpapar. Karena itu, nampak akumulasi kecemasan kolektif tidak dapat dengan mudah pulih seperti sedia kala.

Dia berharap, kurang lebih kita harus bisa berdamai dengan virus ini.

"Virus ada di mana saja. Dan ketika kita ke mana-mana, kita juga dapat membawanya ke mana-mana. Karena itu, protokol kesehatan, pakai masker, cuci tangan, hand zanitizer, social distance, dan disinfektan merupakan satu-satunya pilihan untuk meneruskan hidup, tugas dan karya pengabdian kita masing-masing," ujarnya. 

Tanggungjawab atas peran, status dan fungsi dalam kehidupan ini harus diteruskan untuk menjamin, walaupun perlahan kita tetap bergerak maju untuk kebaikan kita bersama dan demi kesejahteraan rakyat seluruhnya.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved