Minggu, 19 April 2026

China Benar-benar Licik, Manfaatkan Pendemi Corona,Perkuat Militer di LCS,Kini Siap Menangkan Perang

Saat semua negara terkosentrasi mengtasi virus corona , China mulai mengembangkan kekuatan militernya di Laut China Selatan ( LCS ). Kini kekuatan mil

Editor: Alfred Dama
YouTube/military news
Kapal Induk China Bermanuver 'Tidak Aman dan Profesional', AS Siap Ladeni dengan Dua Pesawat 'Bomber' Ini, Sudah Rutin Terbang di Laut China Selatan 

Tiongkok kemungkinan akan terus meningkatkan operasi seperti ini di atasnya.

"Saya dapat melihat daerah dataran rendah, saya melihat negara tersebut tidak akan berubah," katanya.

Namun, Tiongkok sendiri membantah aksi tersebut sebagai bentuk konfrontasi.

Mereka mengatakan, bahwa kegiatan maritim yang dilakukan Tiongkok di kawasan itu sebagai kegiatan yang damai.

Namun, kantor pers kedutaan China di Tokyo belum mengomentari terkait informasi tersebut.

Jepang sendiri menjadi rumah bagi angkatan militer AS terbesar di Asia, termasuk adanya kapal induk, kelompok ekpsedisi amfibi, dan skuadron tempur.

Selain bertugas melindungi sekutunya Jepang, mereka bertugas mencegah China memperluas pengaruhnya di wilayah tersebut, termasuk di Laut China Selatan.

Sementara itu, saat ini China dan Amerika juga memiliki hubungan yang memanas selama pandemi Covid-19 ini.

Amerika menuduh China dengan sengaja tidak melakukan pencegahan terhadap Covid-19, dengan melakukan penanganan yang terlambat.

Baca Juga: Viral, Pasangan PNS Ditemukan Pingsan saat Mesum di Mobil, Tak Disangka Inilah Penyebab Mengapa Pasangan Itu Bisa Berakhir Tak Sadarkan Diri

Sementara itu, di tengah kegemparan dunia karena Covid-19, China malah meningkatkan serangkaian kegiatan agresif di Laut China Selatan ketika semua negara fokus menghadapi Covid-19.

Beijing mengirim kapal survei geologi Hai Duong 8 untuk memasuki Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) di Vietnam.

Kemudian, mengirim kapal pengeboran di Malaysia.

Kapal-kapal China juga menenggelamkan kapal nelayan Vietnam.

Beijing secara sepihak mengumumkan pembentukan unit administratif di Laut China Selatan, menyebut nama etinitas dan melarang pihak tertentu untuk menangkap ikan.

Sumber: Grid.ID
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved