News

Pergi Mencari Ikan, Nelayan Haharu Hilang di Tanjung Sasar, Pencarian Sejak 3 Juni Belum Berhasil

Warga Kecamatan Haharu, Sumba Timur, Mbenangaba (36), hilang saat melaut di sekitar Tanjung Sasar, Minggu (31/5) lalu.

Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Benny Dasman
POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA
Tim gabungan saat melakukan pencarian terhadap nelayan yang hilang di Tanjung Sasar, Haharu, Sumba Timur. 

 Laporan Wartawan Pos Kupang, Com, Petrus Piter

POS KUPANG.COM, WAINGAPU - Warga Kecamatan Haharu, Sumba Timur, Mbenangaba (36), hilang saat melaut di sekitar Tanjung Sasar, Minggu (31/5) lalu. Hingga saat ini proses pencarian masih dilakukan.

Kapolres Sumba Timur, AKBP Handrio Wicaksono, SIK, kepada Pos Kupang, Kamis (4/6), mengakui sampai saat ini tim gabungan masih melakukan pencarian terhadap korban yang hilang tersebut. "Sampai saat ini tim gabungan masih lakukan upaya pencarian. Karena belum ditemukan, pencarian terus berlanjut," terang Handrio.

Dijelaskannya, ikhwal korban yang hilang tersebut saat melaut di sekitar Tanjung Sasar, Minggu (31/5) lalu.

"Laporan dari Kapolsek Haharu bahwa korban melaut di sekitar perairan Tanjung Sasar. Saat melaut itulah korban dinyatakan hilang," katanya.

Informasi yang diperoleh di Polres Sumba Timur menyebutkan, pencarian sejak Rabu (3/6) hingga Kamis (4/6) belum membuahkan hasil. Tim gabungan yang melakukan pencarian terdiri dari Tim Rescue Pos Pencarian dan Pertolongan Waingapu, Polres Sumba Timur, Polsek Haharu, Babinsa Haharu, Kepala Desa Wunga, keluarga korban dan sejumlah masyarakat setempat.

Gelombang Berbahaya
Tinggi gelombang laut di perairan Sumba saat ini masih membahayakan bagi para nelayan. Tinggi gelombang berkisar 1,25-4,0 meter.

Kepala Stasiun Meteorologi Umbu Mehang Kunda Sumba Timur, Elias Limahelu, dikonfirmasi, Jumat (5/6), mengatakan, gelombang laut sampai saat ini masih berbahaya bagi aktivitas nelayan.

Elias juga membenarkan adanya tinggi gelombang di wilayah perairan Sumba.

"Prakiraan yang dikeluarkan sejak tanggal 2 Juni 2020 sampai saat ini tinggi gelombang untuk bagian utara perairan Sumba 1,25-2,5 meter. Kondisi ini cukup berbahaya bagi aktivitas nelayan yang menggunakan perahu," terang Elias.

Sementara dari data yang diperoleh dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Umbu Mehang Kunda, Sumba Timur, Jumat (5/6) menyebutkan, tinggi gelombang laut di perairan Sumba selama dua hari, Jumat (5/6) dan Sabtu (6/6), perlu diwaspadai. Tinggi gelombang laut berkisar antara 1,25-4,0 meter.

Pada Jumat (5/6), untuk wilayah perairan Selat Sumba bagian barat, tinggi gelombang berkisar 1,25-2,5 meter, Selat Sumba bagian timur tinggi gelombang juga berkisar 1,25-2,5 meter.

Untuk wilayah perairan Laut Sawu bagian utara, tinggi gelombang 1,25-2,5 meter, Laut Sawu bagian selatan 1,25-2,5 meter. Wilayah perairan Samudera Hindia selatan Sumba-Sabu dengan ketinggian gelombang laut sekitar 2,5-4,0 meter.

Sedangkan tinggi gelombang laut pada Sabtu (6/6), diperkirakan untuk wilayah perairan selat Sumba bagian barat, berkisar 2,5- 4,0 meter, Selat Sumba bagian timur 1,25-2,5 meter.

Di wilayah perairan Laut Sawu bagian utara berkisar 1,25-2,5 meter dan wilayah perairan laut Sawu bagian selatan 2,5-4,0 meter. Wilayah perairan Samudera Hindia selatan Sumba-Sabu tinggi gelombang laut berkisar 2,5-4,0 meter. *

h

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved