News

Warga Noemeto Berang BUMDDes Dikelola Keluarga Kepala Desa, Mengadu ke Dewan Minta Sidak Lapangan

Warga Noemeto, Kecamatan Kota SoE, mengadukan Kepala Desa Jerison Taopan ke Komisi 1 DPRD TTS, Selasa (2/6).

PK/Dion Kota
suasana pengaduan warga Desa Noemeto ke Komisi 1 DPRD TTS 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Com, Dion Kota

POS KUPANG, COM, SOE - Warga Noemeto, Kecamatan Kota SoE, mengadukan Kepala Desa Jerison Taopan ke Komisi 1 DPRD TTS, Selasa (2/6).

Jerison diadukan terkait pengelolaan dana desa yang tidak transparan. Personel Bumdes kebanyakan disi keluarga Jerison dan beberapa pekerjaan fisik dana desa diduga bermasalah.

Warga berharap Komisi 1 DPRD TTS melakukan sidak lapangan ke Desa Noemeto guna melihat langsung pekerjaan fisik dana desa dan pengelolaan dana desa.

"Pengelolaan dana desa di Desa Noemeto tidak transparan. Bumdes hanya diisi oleh keluarga kades. Selain itu, beberapa pekerjaan fisik tahun 2018 dan 2019 bermasalah sehingga kita minta Komisi 1 DPRD TTS melakukan sidak lapangan guna melihat langsung hasil pekerjaan fisik dan pengelolaan dana desa di Noemeto," ujar Viktor Faot, salah satu warga Desa Noemeto di ruang Komisi 1 DPRD TTS.

Ditambahkan Edwin Boimau, ada informasi berkembang di Desa Noemeto jika Bumdes berencana untuk membeli perahu penangkap ikan guna mencari ikan di Kolbano. Padahal, Desa Noemeto sendiri tidak memiliki wilayah laut dan jaraknya dengan Pantai Kolbano mencapai puluhan kilometer.

"Bumdes mau beli perahu padahal Noemeto tidak ada laut. Ada apa di balik ini," tanya Edwin dengan nada curiga. Pengaduan warga Noemeto diterima Ketua Komisi 1, Uksam Selan; Sekretaris, Lusi Tusalakh, dan anggota Komisi 1, Thomas Lopo.

Kepada warga yang mengadu, Uksam Selan mengatakan akan turun ke Noemeto guna sidak lapangan. Hal ini dimaksudkan guna melakukan klarifikasi terhadap pengaduan masyarakat.

"Komisi 1 juga akan meminta inspektorat melakukan audit khusus terhadap pengelolaan dana Desa Noemeto," ujar Uksam.

Uksam mengaku beberapa kali mendapat pengaduan pengelolaan dana desa di Desa Noemeto melakui telepon maupun SMS.

"Kita berharap pengelolaan dana desa dilakukan transparan. Selain itu, pengelola dana desa tak boleh dilakukan oleh kelompok tertentu berdasarkan kedekatan semata, tetapi harus ada pastisipasi dari masyarakat," imbaunya. *

Penulis: Dion Kota
Editor: Benny Dasman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved