Temuan Uji Petik: Embung Jadi Kolam Ikan, Mes Jadik Tempat Yankes, Puskesmas Kekurangan Obat, Info

Pansus LKPJ kembali melakukan uji petik lapangan di Kecamatan Noebeba, Amanuban Selatan dan Kuanfatu. Ketua DPRD TTS, Marcu Mba

Penulis: Dion Kota | Editor: Ferry Ndoen
istimewa
Nampak Embung Keletunan yang dibangun menggunakan teknologi geomembran hanya dijadikan kolam ikan Area lampiran 

Laporan Reporter Pos-Kupang.Com, Dion Kota

POS-KUPANG.COM | SOE - Pansus LKPJ kembali melakukan uji petik lapangan di Kecamatan Noebeba, Amanuban Selatan dan Kuanfatu. Ketua DPRD TTS, Marcu Mbau langsung memimpin Pansus LKPJ dalam melakukan uji petik, Rabu (3/6/2020).

Di Kecamatan Noebeba, Pansus LKPJ menemukan Mes medis dijadikan sebagai tempat pelayanan kesehatan. Sempitnya gedung mes membuat pelayanan kesehatan menjadi tidak maksimal. Baik para tenaga medis maupun masyarakat tidak nyaman dengan kondisi bangunan tersebut. Gedung tersebut disebut tidak memenuhi standar pelayanan kesehatan.

Di sisi lain, ada gedung puskesmas yang dibangun tahun 2013 silam lalu dibiarkan mangkrak. Pemda TTS malah Memindahkan lokasi pembangunan gedung Puskesmas Protaip ke Desa Enonabuasa.

" Kalau Pemda TTS kreatif saja, sisa kasih rata bagian depan yang legong, maka lokasi lama pembangunan Puskesmas sudah layak dibangun gedung puskesmas prototip. Apa lagi, gedung mes tenaga medis sudah ada situ. Ini malah kasih pindahkan ke lokasi yang lebih jauh lagi. Ini menunjukkan Pemda tidak kreatif," ungkap

Ketua DPRD TTS, Marcu Mbau didampingi Ketua Pansus LKPJ, Marthen Tualaka saat dikonfirmasi POS-KUPANG. COM, Kamis (4/6/2020) pagi di Rujab Ketua DPRD TTS.

Di Kecamatan Amanuban Selatan, Pansus LKPJ menemukan Puskesmas Noemuke hanya melayani warga Desa Noemuke semata. Padahal, Puskesmas tersebut merupakan Puskesmas Protaip, namun wilayah pelayanannya hanya satu desa.

Oleh sebab itu, Pansus LKPJ meminta Dinas Kesehatan untuk kembali melakukan revisi terhadap wilayah pelayanan Puskesmas Noemuke agar bisa lebih luas.

" Gedung Besar model begitu mana hanya layani satu desa saja. Ini kalau semua desa minta bangun Puskesmas apa Pemda mampu? Makanya kita akan dorong agar ada revisi terhadap pelayanan puskesmas Noemuke," tambah Marthen Tualaka.

Di Kecamatan Kuanfatu, Pansus LKPJ melakukan uji petik ke Puskesmas Kuanfatu. Di sana Pansus menemukan Puskesmas Kuanfatu kekurangan obat-obatan. Selain itu, di Puskesmas Kuanfatu belum dilengkapi dengan mes tenaga medis.

" Di Puskesmas Kuanfatu obat-obatan kurang. Kita minta agar hal ini menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan. Obat-obatan harus selalu tersedia di Puskesmas," pintanya.

Pansus juga meninjau Embung Keletunan yang dibangun tahun 2015 dan menelan anggaran mencapai 800 juta lebih. Embung yang dibangun menggunakan teknologi geomembran tersebut saat ini hanya dijadikan tempat pemeliharaan ikan. Lubang pipa yang berada di dasar Embung disumbat masyarakat agar air di dalam Embung tidak keluar.

Dinas Lingkungan Hidup Angkut Sampah di Jembatan Mangulewa 1 Kabupaten Ngada

Disekitar lokasi Embung tidak nampak lahan pertanian mampu ternak masyarakat.
Jaringan pipa yang menghubungkan Embung dan bak penampungan air juga nampak putus. Menariknya Embung tersebut dibangun tanpa saluran air untuk memasukkan air ke dalam Embung, maupun saluran pembuangan untuk membuang air sewaktu-waktu jika air didalam embung penuh. Pada bagian pinggir bibir Embung juga tidak nampak adanya pagar pengaman.

Tim Pansus LKPJ melanjutkan perjalanan ke Kantor Desa Olais. Di kantor desa, Pansus menemukan kantor desa dalam keadaan kosong. Mirisnya kantor desa juga dalam kondisi rusak berat. Seng dan Dinding bangun sudah nampak berlubang. (din)

Nampak Embung Keletunan yang dibangun menggunakan teknologi geomembran hanya dijadikan kolam ikan

Area lampiran
Nampak Embung Keletunan yang dibangun menggunakan teknologi geomembran hanya dijadikan kolam ikan Area lampiran (istimewa)
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved