Kajari TTU Akui Lakukan Penyelidikan Dugaan Penyimpangan Pengangkatan PTT

Kajari TTU mengakui melakukan penyelidikan dugaan penyimpangan pengangkatan PTT

POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Kajari Kabupaten TTU, Bambang Sunardi, SH,.MH 

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU-Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Timor Tengah Utara ( Kajari TTU) Bambang Sunardi membenarkan bahwa pihaknya sementara melakukan penyelidikan terhadap dugaan penyimpangan pengangkatan Pegawai Tidak Tetap ( PTT) pada Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga ( Dinas PKO) Kabupaten TTU pada tahun anggara 2018 dan 2019.

Proses penyelidikan tersebut dilakukan karena adanya laporan masyarakat terkait dengan dugaan penyimpangan pengangkatan PTT yang sempat menghebohkan warga Kabupaten TTU pada akhir tahun 2018 dan 2019 lalu.

Bupati Sumba Barat, Tunggu Keputusan Gubernur dan Pusat Aktifkan Kembali KBM Sekolah, Info

Karena melakukan proses penyelidikan terhadap dugaan kasus tersebut, maka pihaknya memanggil tiga orang pimpinan Banggar DPRD TTU untuk dimintai keterangan

"Benar hari ini kami melakukan panggilan terhadap tiga orang pimpinan Banggar DPRD TTU dalam rangka penyelidikan dugaan penyimpangan pengangkatan PTT di Dinas PKO TTU," kata Bambang Sunardi kepada wartawan di ruang kerjannya, Rabu (3/6/2020).

Bupati Niga Dapawole, Pemerintah Sumba Barat Siap Terima Kedatangan TKI

Bambang mengatakan, pihaknya juga akan memanggil sejumlah pihak yang mengetahu persis terkait dengan dugaan penyimpangan pengangkatan PTT pada Dinas PKO TTU tahun 2018 dan 2019 tersebut.

Diberitakan Pos Kupang sebelumnya, sebanyak tiga pimpinan Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) periode 2014-2019, yakni Frengky Saunoah, Yoseph Nube, dan Amandus Nahas hadir di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) TTU, Rabu (3/6/2020).

Ketiganya hadir untuk memenuhi undangan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) TTU Bambang Sunardi, SH, MH dalam kaitan dengan dugaan penyimpangan engangkatan Pegawai Tidak Tetap (PTT) pada Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Kabupaten TTU tahun 2019.

Berdasarkan pantauan langdung Pos Kupang di lapangan, tiga orang yang menjadi pimpinan Banggar DPRD Kabupaten TTU tersebut diantar langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten TTU periode 2019-2024, Hendrikus Frederik Bana.

Usai mengantar ketiga orang pimpinan Banggar tesebut, Ketua DPRD TTU Hendrikus Frederik Bana kepada sejumlah media mengaku bahwa, kehadiran ketiga pimpinan Banggar DPRD TTU tersebut karena beberapa waktu yang lalu dirinya mendapatkan surat undangan dari Kejari TTU.

Dijelaskannya, perihal surat tersebut yakni untuk meminta keterangan kepada tiga pimpinan Banggar terkait dengan dugaan penyimpangan pengangkatan PTT pada Dinas PKO Kabupaten TTU tahun anggaran 2018/2019.

"Setelah surat ini datang di DPRD maka secara administrasi, saya sebagai ketua DPR harus dapat menindaklanjuti. Maka hari ini saya menghadiri tiga orang pimpinan Banggar," ungkapnya.

Hendrikus mengatakan, dirinya baru dilantik menjadi ketua DPRD Kabupaten TTU tepat pada tanggal 10 Oktober 2019 silam, sedangkan pembahasan mengenai program dan kegiatan terkat pengangkatan PTT dilaksanakan pada tahun 2018 dan 2019.

"Dan itu domainnya ada pada mereka. Sehingga informasi lebih detail, supaya sajian data tidak terjadi penyesatan, maka sebaiknya ditanyakan langsung kepada beliau (Frengky Saunoah) sebagai mantan pimpinan Banggar 2014-2019," ungkapnya.

Berdasarkan pantauan, usai memberikan keterangan kepada media, orang nomor satu di DPRD TTU tersebut langsung pulang, sedangkan tiga orang anggota lainnya menjalani pemeriksaan di Kantor Kejari TTU. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi)

Berita Populer
Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved