Istri Didi Kempot Temui Ruben Onsu, Minta Betrand Peto Lakukan ini, Reaksi Suami Sarwendah
Meski bukan keturunan Jawa, Ruben maupun Bertrand berusaha mempelajari lirik tersebut agar mudah dimengerti dan mendapat rasa ketika bernyanyi.
"Ada kalimat-kalimat jawa yang secara artikulasi harusnya lebih bagus," kata Bens Leo.
Tetapi Bens mengatakan, justru hal tersebutlah yang menjadikan lagu Sewu Kuto milik Didi Kempot yang dinyanyikan Betrand Peto menjadi unik.
"Tapi dalam sejarah industri musik, justru karena artikulasi atau pengucapan yang tidak tepat yang menjadikan lagu itu unik,"
"Betrand memiliki kelebihan di situ justru," ucap Bens Leo.
Kasus Betrand Peto seolah mengingat Bens Leo pada penyanyi bernama Sheila Majid yang populer di masanya.
Bens mengatakan kala itu Sheila Majid menyanyikan lagu bahasa Indonesia dengan gaya khas yang melayunya.
Menurutnya pelafalan lirik lagu yang kurang tepat tidak menjadi masalah dalam bermusik.
"Jadi enggak masalah tentang artikulasi itu," kata Bens Leo.
Meski menurut orang yang mengerti dengan bahasa tersebut akan merasa tidak nyaman, tapi itulah warna dalam musik Indonesia.
"Meskipun barangkali orang jawa menjadi agak geli kalau mendengar kalimat yang dilafalkan oleh Betrand di lagu Sewu Kuto,"
"Karena ada kata-kata jawa, yang tidak njawani gitu ya," kata Bens Leo.
Bens mengatakan, meski Betrand tidak sempurna dalam melafalkan beberapa kalimat-kalimat bahasa jawa, orang-orang bisa memaklumi hal tersebut.
Sebab masyarakat tahu bahwa Bentrand Peto berasal dari luar pulau jawa.
"Tapi enggak apa-apa, toh orang tau dia latarbelakangnya dari mana," kata Bens.
Lebih lanjut, Bens Leo juga berpesan agar Ruben Onsu dan Betrand Peto segera mengurus izin mengcover lagu tersebut kepada ahli waris almarhum Didi Kempot.