Virus Ebola

WASPADA, Ebola Muncul Lagi di Kongo, 17 Meninggal, Bagaimana Penyebaran, Ini Obatnya?

World Health Organization ( WHO) mengumumkan adanya wabah baru penyakit yang diakibatkan oleh virus ebola di Republik Demokratik Kongo.

JOHN WESSELS / AFP
Seorang petugas kesehatan membersihkan perlengkapannya ketika ebola mewabah pada Juni 2017. 

Waspada, Ebola Kembali Muncul di Repbulik Demokratik Kongo, 17 Meninggal, Bagaimana Penyebaran, Apa Obatnya?

POS-KUPANG.COM - Di tengah terus mewabahnya virus corona atau Covid-19,  World Health Organization ( WHO) mengumumkan adanya wabah baru penyakit yang diakibatkan oleh virus ebola di Republik Demokratik Kongo.

Wabah virus ebola kini menyebar di zona kesehatan Wangata, Mbandaka, Provinsi Equateur. Ini merupakan ujian yang sulit karena Kongo juga tengah memerangi Covid-19 dan wabah campak terparah di dunia.

Sebelumnya diberitakan Kompas.com, dua dari lima sampel pasien di Republik Demokratik Kongo terbukti positif terinfeksi penyakit ebola. Di samping itu, sebanyak 17 orang dilaporkan meninggal karena penyakit tersebut.

Fenomena ini membuat pemerintah Kongo mendeklarasikan wabah ebola, seperti dikonfirmasikan oleh laporan dari Badan Kesehatan Dunia ( WHO).

Sebetulnya, ini bukan kali pertama Kongo mengalami wabah ebola. Sejarah mencatat bahwa negara ini telah dilanda wabah serupa sembilan kali. Bahkan, nama virus itu sendiri diambil dari sungai Ebola yang berada di sebelah timur Kongo.

Virus ini pertama kali ditemukan di sungai Ebola pada tahun 1970-an. Para pakar meyakini bahwa virus menyebar melalui kelelawar dan menginfeksi hewan lain yang berada di pohon yang sama. Ebola seringkali menginfeksi manusia melalui daging hewan liar.

Sebelum wabah kali ini dikonfirmasi, para petugas kesehatan di iIkoko Iponge, Bikoro melaporkan adanya 21 pasien yang mengalami demam dan pendarahan. Dari 21 kasus tersebut, 17 di antaranya meninggal.

Tim medis dari WHO dan Médecins Sans Frontières (Dokter Lintas Batas) kemudian mengambil lima sampel, dan mengonfirmasikan adanya virus ebola strain Zaire pada dua sampel.

Menanggapi temuan ini, WHO kemudian membentuk tim khusus dan memberikan anggaran darurat sejumlah 1 juta dollar (sekitar Rp 14 miliar). Sekelompok pakar dari WHO dan Médecins Sans Frontières juga telah tiba di Bikoro untuk mempercepat pemulihan Kongo.

Halaman
1234
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved