Polisi Tangkap Ketua HTI NTT

Ketua HTI, Suryadi Koda bersama istrinya diciduk pihak kepolisian Polres Kupang berkat kerja sama antara Brigade Meo dan warga setempat

ISTIMEWA
Penangkapan Ketua HTI, Suryadi Koda 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Ketua HTI, Suryadi Koda bersama istrinya diciduk pihak kepolisian Polres Kupang berkat kerja sama antara Brigade Meo dan warga setempat sekitar pukul 13.00 Wita di kos-kosan Koda di Air Lobang 3, jalan Oebonik 1, RT 1 RW 2 Kelurahan Sikumana.

Kapolres Kupang Kota, AKBP, Satrya Perdana Binti Tarung, SIK, Sabtu (30/5/2020) membenarkan terjadinya penangkapan tersebut.

Ini Petunjuk Penemuan Jenazah Deni Sulistio di Rumah Kontrakan di Batu Cerman

"Yang pasti sudah diamankan dan akan dilakukan interograsi dan penyelidikan lebih lanjut. Kami harap masyarakat tetap tenang dan tetap jaga kesehatan dan mengikuti pedoman protokol covid-19," kata Satrya.

Ketua Brigade Meo, Mercy Saubelen saat ditemui di kantor Polres Kupang Kota menjelaskan pihaknya melakukan penelusuran berawal dari video yang viral dan keresahan masyarakat

"Penangkapan tersebut melalui hasil penelusuran dari video yang viral di media sosial dan selebaran-selebaran yang meresahkan masyarakat," kata Mercy.

Sophia Latjuba: Belum Siap

Setelah mendapatkan informasi awal tersebut, terang Mercy, Brigade Meo berusaha mengambil inisiatif untuk pergi mencari Suryadi Koda untuk meminta pertanggungjawabannya atas video-video dan brosur-brosur yang dia sebarkan.

Saat warga ke kos-kosannya, jelas Mercy, awalnya suami istri tersebut tidak mengizinkan warga masuk. Untuk mengantisipasi kerusuhan, pihak Brigade Meo melakukan pendekatan persuasif.

"Kita ke sana mengamankan dia dan membawa ke kantor polisi supaya dia bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya dan juga menghindari perbuatan anarkis yang dapat mencelakakan dia," ujarnya. Seraya menambahkan, pihaknya juga sudah menyerahkan sejumlah barang bukti kepada polisi.

Menurut Mercy, Ketua HTI Suryadi Koda ini pernah ditangkap Brigade Meo sebelumnya dan pernah dibawa ke Polresta Kupang Kota. Pihaknya menangkan di Oesapa.

"Waktu itu dia bikin surat pernyataan untuk tidak beraktivitas tetapi sekarang ini kan mereka sudah beraktivitas dan membagi-bagi brosur, menyebar video dan itu yang sangat meresahkan," ujarnya.

Suryadi Koda menyebarkan brosur, kata Mercy, dengan paham Khilafah dan HTI yang sudah dilarang pemerintah. Proses penyebaran brosur juga dilakukan dengan dititip kepada loper koran untuk disisip di koran.

"Beta pernah baca sekilas itu brosur yang isi ringkasnya mengajak untuk ikut paham Khilafah dan meninggalkan paham demokrasi. Nanti kita minta polisi untuk mendalami siapa-siapa anggotanya.Jadi kita berharap polisi bisa proses lebih lanjut," harap Mercy. (cr3)

Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved