Mau Datang ke Lembata? Wajib Sertakan Hasil Swab Negatif Covid-19

Meski sudah ada wacana tentang new normal life dengan dibukanya akses publik, Pemerintah Kabupaten Lembata tetap menerapkan aturan ketat

POS-KUPANG.COM/Ricko Wawo
Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Lembata tampak sedang berada di Posko Covid-19 Pelabuhan Laut Lewoleba beberapa waktu lalu. Lembata termasuk salah satu kabupaten yang menutup ketat semua akses masuk ke kabupaten satu pulau ini terlebih setelah Flores Timur masuk zona merah virus corona 

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Meski sudah ada wacana tentang new normal life dengan mulai dibukanya akses publik, Pemerintah Kabupaten Lembata tetap menerapkan aturan yang ketat bagi siapa saja yang hendak datang ke Lembata. Para semua pelaku perjalanan termasuk pekerja migran yang ingin datang ke Lembata harus menyertakan surat yang menerangkan seseorang bebas Covid-19 berdasarkan hasil swab

Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur mengatakan aturan ini juga akan berlaku bagi para penumpang kapal PT Pelni seandainya akan beroperasi lagi dan singgah di Pelabuhan Laut Lewoleba.

Pria yang Ditemukan Meninggal di Rumah Kontrakan Akan Dievakuasi ke RSUD Komodo Labuan Bajo

Sekda Lembata akan bersurat ke PT Pelni perihal kebijakan ini. PT Pelni harus memastikan setiap penumpang yang turun di Lembata membawa surat dari gugus tugas dari daerah asal dan di dalam surat tersebut turut dilampirkan hasil Swab negatif Covid-19 dan atau hasil dua kali rapid test non reaktif. 

"Ya, bagaimana upaya mereka (pelaku perjalanan), kalau mau datang ke sini ya seperti itu, jadi bukan pemerintah lagi yang kirim (alat Swab) ke mereka, apalagi kalau datang dari daerah zona merah," paparnya saat ditemui di Kantor Aula Desa Todanara, Kecamatan Ile Ape Timur, Jumat (29/5/2020).

Pria yang Ditemukan Meninggal di Kontrakan Dikuburkan Sesuai Protokol Kesehatan Covid-19

Bupati Sunur berujar kebijakan ini tidak perlu harus menunggu persetujuan Pemprov NTT. "Tidak perlu koordinasi kita keluarkan edaran, kita kirim ke gubernur hanya sebagai laporan kita saja. Kalau semuanya koordinasi-koordinasi tidak ada satu kebijakan pun yang kita keluarkan," jelasnya.

Dia menambahkan, koordinasi antar gugus tugas tetap dilakukan untuk mengawasi pergerakan orang dari dan ke Lembata. Namun persyaratan swab test diperlukan sebagai bukti pelaku perjalanan yang bersangkutan bebas dari Covid-19.

“Jadi bukan rapid lagi. Kita minta hasil Swab. Supaya kita buka (aktifitas normal) kan. Kita memberikan jaminan kepada masyarakat,” pungkasnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)

Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved