Soeharto Pernah Ramal Ramal Indonesia Tahun 1995, Terbukti Tahun di Tahun 2020, Pernah Mimpi Aneh
Terlepas dari itu, semasa kempimpinan Soeharto, Indonesia menjadi negara yang sangat disegani hampir semua negara di dunia termasuk Amerika dan Austra
Soeharto Pernah Ramal Ramal Indonesia Tahun 1995, Terbukti Tahun di Tahun 2020, Pernah Mimpi Aneh
POS KUPANG.COM -- Bangsa Indonesia pernah dipimpin seorang tokoh yang sangat berpengaruh selama 30 tahun
Selama itupula, Indonesia aman tentran meskipun banyak pihak pemerintahan saat itu sangat Korupsi Kolusi dan Nepotisme
Terlepas dari itu, semasa kempimpinan Soeharto , Indonesia menjadi negara yang sangat disegani hampir semua negara di dunia termasuk Amerika dan Australia
Semasa memimpin, Soeharto pernah meramalkan tentang nasib bangsa ini ke depan
Presiden ke-2 Republik Indonesia, Soeharto, pada tahun 1995 ternyata telah memprediksi keadaan Indonesia pada 2020.
Bukan sekedar ramalan, namun ternyata itu benar dan harus dijalankan agar Indonesia selamat dari krisis.
Yaitu anak muda Indonesia harus mencintai produk-produk dalam negeri.
Ramalan itu disampaikan Soeharto pada tahun 1995 lalu.
• Kabar Duka Kembali Datang, Bintang Muda Cantik Tewas Bunuh Diri Gara-gara Sepi Job Selama Corona
• Israel Punya Senjata Canggih dan Tentara Terlatih, Tapi Kelimpungan Hadapi Layangan Remaja Palestina
• Bintang Film Dewasa Jepang ini Derita Penyakit Mematikan Akibat Hubungan Badan dengan Banyak Pria
Dalam video itu tampak Soeharto menyampaikan sebuah pidato.
Pidato itu berisikan ajakan mencintai produk dalam negeri.
"Anak-anak pelajar sekarang harus disiapken benar-benar untuk mencintai tanah air, untuk mencintai produk dalam negeri," ucap Soeharto dalam video itu.
"Maka para remaja yang sekarang nanti akan hidup di tahun 2020, akan menjadi benteng untuk mempertahanken daripada kelangsungan hidup negara dan bangsa," lanjut Soeharto.
Alasannya agar para pemuda tidak mudah kesengsem pada produk luar negeri yang harganya murah.
"Sebab kalau daripada para pemuda nanti kesengsem kepada produk yang murah baik, tapi hasil dari luar negeri, hancur daripada bangsanya," ujar Soeharto.