Rabu, 15 April 2026

Renungan Harian Katolik

Novena Roh Kudus ( Hari V ): Ego Pro Eis Rogo: Aku Berdoa

Pada Novena Roh Kudus hari ke-5, kita merenungkan perikop “Doa Yesus untuk murid-murid-Nya ( Yoh 17 :1-11 ).

Editor: Agustinus Sape
Dok Maxi Un Bria
RD Maxi Un Bria dengan latar belakang menara Pizza Italia. 

Renungan Harian Katolik, Selasa 26 Mei 2020
Novena Roh Kudus ( Hari V ) : Ego Pro Eis Rogo : Aku Berdoa
Oleh: RD. Maxi Un Bria

POS-KUPANG.COM - St. Yohanes Paulus II, santo dan paus asal Polandia ini pernah berkata, “Tanpa doa, iman dan cintamu kepada Tuhan akan mati “.

Dengan doa, iman dan cinta kita kepada Tuhan tetap hidup dan berdampak membuahkan kebaikan bagi sesama.

Melalui doa kita berkomunikasi dengan Tuhan dan memuliakan nama-Nya. Melalui doa pula, kita merawat persekutuan dengan sesama.

Pada Novena Roh Kudus hari ke-5, kita merenungkan perikop “Doa Yesus untuk murid-murid-Nya ( Yoh 17 :1-11 ). Dalam doa tersebut Yesus menengadah ke lagit dan berseru, “Bapa telah tiba saatnya; muliakanlah Anak-Mu, supaya Anak-Mu memuliakan Engkau “ ( Yoh 17 : 1).

Yesus menunjukkan teladan yang baik bagi kita semua bagaimana seharusnya berdoa. Berdoa pertama-tama dan terutama mengarahkan perhatian dan harapan kepada Bapa.

Yesus mengarahkan diri kepada Bapa dan berdoa. Ia berdoa bagi para murid-Nya. Ia memberi perhatian khusus bagi keberadaan para murid dan masa depan perjalanan mereka di dunia.

Apa yang dilakukan Tuhan menjadi model doa yang mesti kita lakukan. Para pemimpin dan gembala umat berdoa bagi umat. Para pemimpin komunitas berdoa bagi anggota komunitas, para bapak keluarga berdoa bagi anggota keluaga. Isi - intensi doa yakni memohon perlindungan Allah bagi keselamatan hidup dalam ziarah di dunia.

Doa Yesus bagi murid-murid-Nya, sebagaimana dikisahkan dalam Injil Yohanes, memiliki intensi agar para murid dapat mengenal Kristus dan memahami firman-Nya secara mendalam.

“Inilah hidup yang kekal yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus “ ( Yoh 17 :3 ).

Yesus berdoa supaya Allah melindungi mereka dari dunia, agar mereka tidak jatuh dalam jeratan tipu daya setan dan ajaran palsu, melainkan hidup menurut kebenaran Firman Tuhan.

“Aku telah menyatakan nama-Mu kepada semua orang yang Engkau berikan kepada-Ku dari dunia. Mereka itu milik-Mu dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku dan mereka semua menurut firman-Mu” ( Yoh 17 : 6 ).

Dan supaya para murid tetap berada dalam satu tujuan dan memelihara persekutuan yang dibangun sebagaimana Yesus dan Bapa adalah satu. “ Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, supaya mereka menjadi satu sama seperti kita“ ( Yoh 17:11 ).

Semoga dalam ziarah hidup di dunia, kita juga memberikan perhatian pada dimensi hidup doa yang berguna untuk merawat dan menjaga kualitas persekutuan kita dengan Tuhan pada satu pihak dan di pihak yang lain doa menyanggupkan kita menjadi setia dalam persekutuan hidup keluarga, komunitas dan gereja.

Marilah mencintai hidup doa, sebagaimana yang ditunjukkan St. Filipus Neri, pelindung kota Abadi-Kota Roma yang kita rayakan pada hari ini. Ia sangat mencintai hidup doa.

“Hatinya selalu berkobar-kobar memuliakan Allah Tritunggal Maha Kudus”. Pada tahun 1544, menjelang perayaan pesta Pentakosta, ketika sedang berdoa memohon karunia-karunia Roh Kudus , di katakombe St. Sebastianus, dalam waktu sekejap tiba-tiba ada bola api yang muncul dan masuk ke dalam mulutnya kemudian meluncur ke dalam hatinya. Filipus Neri merasa bahwa hatinya membesar, namun ia tidak merasa sakit sedikit pun. Pengalaman spiritual ini semakin menyatukan Filipus Neri dengan Allah.

Dalam hidupnya, Filipus Neri dikenal sebagai seorang rasul pendoa dan humoris yang penuh sukacita. Doa yang benar menghadirkan kebahagiaan, kedamaian dan senyuman penuh sukacita. Semoga dalam penantian datangnya Roh Kudus, kita dapat merasakan dimensi sukacita dari doa dan mampu menebarkannya bagi sesama.

Doa : Ya Tuhan lindungilah kami dari segala cobaan dunia , ajarlah kami berdoa dan anugerahkanlah kami hikmat agar seperti St. Paulus selalu berupaya melayani Tuhan dengan segala kerendahan hati, amin ( Kis 20 : 19 ).

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved