Ratusan Kendaraan Terjebak Banjir di Wilayah Kobalima

Hujan deras di wilayah Kabupaten Malaka dan sekitarnya dalam sepekan ini menyebabkan terjadi luapan banjir di Desa Lakekun Utara, Kecamatan Kobalima

Ratusan Kendaraan Terjebak Banjir di Wilayah Kobalima
ISTIMEWA
Warga yang membantu memikul kendaraan roda dua untuk diseberangkan di Desa Lakekun Utara, Kecamatan Kobalima, Sabtu (23/5/2020)

POS-KUPANG.COM I MALAKA - Hujan deras yang melanda wilayah Kabupaten Malaka dan sekitarnya dalam sepekan ini menyebabkan terjadi luapan banjir di Desa Lakekun Utara, Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka.

Dampak ikutannya, ratusan kendaraan baik roda dua maupun roda empat atau enam yang hendak menyeberangi alur sungai di desa ini memilih bertahan. Pasalnya, arus yang cukup apalagi tinggi aliran banjir mencapai dada orang dewasa membuat pelintas tidak mau mengambil resiko.

Menurut penuturan warga Desa Lakekun Utara, Abel Cardoso, Sabtu (23/5) petang bahwa banjir bandang yang melintasi sungai di desanya ini sudah menjadi langganan setiap tahun ketika musim hujan tiba.

Dari Lelang Motor Listrik Presiden Jokowi, Ketua MPR RI, Bamsoet Merasa Bersalah dan Minta Maaf

Selain banjir akibat hujan di Malaka, katanya, juga banjir kiriman dari kabupaten tetangga seperti Timor Tengah Selatan (TTS) juga Timor Tengah Utara (TTU). Tingginya mencapai dada orang dewasa sehingga pengendara kendaraan roda dua maupun roda empat juga enam-pun tidak berani melintas.

"Ini karena belum dibuatkan jembatan. Kalau jembatan sudah ada maka tidak akan ada lagi kendaraan yang terjebak. Biasanya kalau pas banjir, anak muda di desa ini siaga di lokasi membantu pengendara roda dua. Anak muda ramai-ramai bantu pikul kendaraan roda dua untuk seberangkan dengan sewa Rp 10.000 per kendaraan," tutur Abel.

Jadwal Masuk Sekolah dari Kemendikbud Sudah Keluar, Panduan Pola Hidup Baru untuk Cegah Covid-19

Menurut warga setempat, akses jalur ini merupakan satu-satunya yang menghubungkan Malaka dengan kabupaten tetangga Kabupaten Belu. Jalur ini digunakan warga untuk mengangkut hasil pertanian dan perkebunan ke wilayah perkotaan. Warga mengharapkan pemerintah bisa mengambil langkah cepat karena tidak ada jalur alternatif lainnya selain jalur yang ada di Kobalima ini.

Terhadap kondisi ini, Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran, MPH dikonfirmasi wartawan secara terpisah di Malaka mengakui kalau dalam beberapa pekan belakangan intensitas curah hujan di Malaka dan sekitarnya cukup tinggi.

Bahkan telah terjadi luapan banjir terutama di Kecamatan Wewiku dan Malaka Barat sehingga menggenangi rumah warga juga areal pertanian.

Khusus soal akses jalan yang menghubungkan Malaka dengan Kabupaten Belu di Lakekun Utara, kata Bupati Stefanus, saat ini Pemkab Malaka baru menganggarkan untuk pembangunan jembatan penghubung yang nantinya dikerjakan pada tahun 2021.

Untuk itu, dirinya berharap masyarakat yang melintasi sungai di desa tersebut selalu berhati-hati dengan mengutamakan keselamatan jiwa. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edi Hayong)

Penulis: Edy Hayong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved