Renungan Harian Katolik

Novena Roh Kudus ( Hari IV ) : Ecce Venit Hora : Lihat Saatnya Akan Datang

Bangunlah pada pagi hari dengan sayap hati mengepak, dan bersyukurlah atas datangnya satu lembar hari yang penuh kasih

Dok Maxi Un Bria
RD Maxi Un Bria dengan latar belakang menara Pizza Italia. 

Renungan Harian Katolik, Senin 25 Mei 2020

Novena Roh Kudus ( Hari IV ) : Ecce Venit Hora : Lihat Saatnya Akan Datang

Oleh: RD. Maxi Un Bria

POS-KUPANG.COM - Adalah Kahlil Gibran penyair kelahiran Lebanon ( 6 Januari 1883 ) pernah menulis, “Bangunlah pada pagi hari dengan sayap hati mengepak, dan bersyukurlah atas datangnya satu lembar hari yang penuh kasih.”

Kata-kata Gibran memberi pencerahan tentang pentingnya kegembiran hati dan syukur dalam menyambut datangnya hari baru. Kegembiraan hati dalam Novena Roh Kudus hari ke-4, mengingatkan kembali para murid tentang kata-kata Yesus sebelum Ia naik ke surga.

Kini para murid tahu dan percaya bahwa Yesus datang dari Allah dan kembali kepada Allah. Ia datang ke dalam dunia dan pergi dari dunia kepada Allah, agar Penolong diutus-Nya untuk menyertai ziarah iman dan kesaksian para murid di dunia.

Lihat, kini Yesus tidak lagi berbicara kepada para murid dengan kiasan. Ia berterus-terang mengatakan bahwa saatnya akan datang bahkan sudah datang mereka akan dicerai-beraikan masing-masing ke tempatnya sendiri dan mereka akan meningggalkan Yesus seorang diri.

“Kamu meninggalkan Aku seorang diri, namun Aku tidak seorang diri, sebab Bapa menyertai Aku. ( Yoh 16 :32 ).

Setelah Yesus naik ke surga para murid berkumpul di Yerusalem dan berdoa menantikan Roh Kudus. Mereka percaya bahwa Yesus akan mengutus Penolong yang menyertai mereka sampai akhir zaman. Kini mereka sadar bahwa tantangan dan penolakan dunia terhadap mereka tidak terhidarkan sebagai konsekuensi dari iman dan keberanian dalam memberi kesaksian tentang Yesus.

Bahwasannya saatnya akan datang dan bahkan sudah datang, dunia yang tidak memahami ajaran Yesus, dengan sikap kritis mempertanyakan dan menolak kesaksian para murid. Tidak jarang penganiayaan pun terjadi. Gambaran tentang apa yang bakal terjadi dan dihadapi para murid telah disampaikan Yesus sejak awal agar para murid kuat dan mengalami damai sejahtera di dalam Yesus saat menjumpai dan mengalami semuanya sebagai kenyataan.

Pertanyaan Yesus: Modo creditis: Percayakah kamu sekarang ? ( Yoh 16: 31 ) kembali menegaskan bahwa iman, pengharapan dan kasih para murid kepada Yesus, menjadi kekuatan yang akan selalu meneguhkan dikala menghadapi suasana kesendirian dan situasi ketercerai-beraian.

Karena ziarah iman para murid di dunia tidak semudah yang dibayangkan. Mereka akan sampai pada pengalaman padang gurun kesendirian dan berjumpa dengan aneka pertentangan. Dunia dengan keinginannya berbeda denggan nilai-nilai Kerajaan Allah yang diwartakan. Tidak semua orang memahami hidup para murid. SehIngga benturan orientasi dan kepentingan bakal terjadi.

Para murid diharapkan tetap teguh dalam iman dan berani memberi kesaksian tentang hidup Yesus dan ajaran-Nya, wafat dan kebangkitan-Nya, kenaikan-Nya ke surga dan saat turunnya Roh Kudus, yang mengobarkan hati dan meneguhkan para murid dan gereja dalam memberikan kesaksian iman.

Sabda Yesus, “Aku tidak seorang diri, sebab Bapa menyertai Aku “ ( Yoh 16 :32 ), juga berlaku bagi para murid. Mereka tidak perlu gentar dan takut menghadapi dunia. Karena mereka tidak sendirian. Roh Kudus, Penolong yang diutus Tuhan, menyertai mereka senantiasa sampai akhir zaman.

Marilah bertekun dalam doa, berkanjang dalam pengharapan dan giat menggandakan kasih sebagai ungkapan syukur atas damai sejahtera yang dirasakan karena percaya kepada penyertaan Tuhan.

Doa : Ya Tuhan kuatkanlah iman dan hati kami dalam ziarah hidup di dunia ini, amin.

Editor: Agustinus Sape
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved