Bank Bukopin Beri Porsi Kredit UMKM Terbesar
Pada posisi Desember 2019, Bank Bukopin tercatat memiliki porsi kredit UMKM terbesar, yaitu 57,4 persen dari total kredit yang disalurkan.
Penulis: Yeni Rachmawati | Editor: Hermina Pello
POS-KUPANG.COM | KUPANG -Bank Bukopin berhasil mencatatkan pertumbuhan laba operasional sebesar 88 persen pada triwulan pertama 2020 menjadi Rp90,5 miliar.
Peningkatan laba operasional ini terutama berasal dari peningkatan pendapatan bunga bersih sebesar 19,8 persen dan pendapatan operasional lainnya sebesar 44,8 persen
Direktur Utama PT Bank Bukopin Tbk, Eko Rachmansyah Gindo, Senin (18/5), mengatakan peningkatan pendapatan operasional lainnya perseroan tersebut selaras dengan strategi untuk memfokuskan ekspansi pada produk-produk trade finance seperti Flexy Bill, Flexy Pay, Flexy Gas dan Flexy Health.
Selama triwulan pertama 2020, kredit yang disalurkan perseroan secara tumbuh sebesar 2,4 persen (year-to-date) menjadi Rp71,2 triliun dengan posisi Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp77,89 triliun. Dari sisi kualitas kredit, perseroan berhasil meningkatkan kualitas aset dengan posisi NPL (net) turun ke 3,40 persen, membaik dibandingkan 4,45 persen pada Desember 2019.
Dari sisi DPK, lanjutnya, pengembangan pada segmen ritel dilakukan dengan penguatan jaringan outlet, pengembangan produk Current Account Saving Account (CASA), memperkuat komposisi pendanaan jangka menengah dan Panjang serta pengembangan sumber dana non simpanan nasabah.
Sejalan dengan itu, di tengah tekanan krisis akibat pandemi Covid-19, penyaluran kredit tetap dilakukan secara selektif dan fokus pada kredit dengan Aktiva Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) rendah, yaitu segmen Konsumer dan UMKM.
Disampaikannya, per posisi Desember 2019, diantara 20 bank dengan aset terbesar, berdasarkan porsi kredit UMKM dibandingkan dengan total kredit yang diberikan, Bank Bukopin tercatat memiliki porsi kredit UMKM terbesar, yaitu 57,4 persen dari total kredit yang disalurkan.
Menurut Eko, penyaluran kredit segmen ritel difokuskan pada pembiayaan kredit personal, yaitu segmen pensiunan PNS/TNI/Polri, PNS aktif dan pensiunan BUMN, Kredit Kepemilikan Rumah (KPR).
"Pada segmen UMKM, ekspansi kredit Bank Bukopin difokuskan pada pembiayaan kredit produktif yang lebih tahan uji terhadap krisis," ujarnya.
Secara keseluruhan, hingga triwulan pertama 2020, Bank Bukopin berhasil menjaga posisi aset pada angka Rp100,80 triliun, sementara laba sebelum pajak terjaga sebesar Rp63,7 miliar, tumbuh tipis 1,2 persen secara year-on-year. Hingga Triwulan pertama 2020, laba bersih perseroan tercatat sebesar Rp53,70 miliar.
Untuk memperkuat permodalan, Bank Bukopin telah merencanakan aksi korporasi pada tahun ini melalui Penawaran Umum Terbatas (PUT) V. Langkah tersebut untuk memperkuat permodalan Perseroan dengan mekanisme Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) dengan jumlah sebanyak-banyaknya 40 persen dari total saham perseroan.
Kookmin Bank Dukung
Bank Bukopin sedang dalam proses menyelesaikan rencananya untuk melakukan Penawaran Umum Terbatas V (PUT V) yang sebelumnya telah disetujui oleh para pemegang saham Bank Bukopin pada Rapat Umum Pemegang Saham Oktober 2019.
Bank Bukopin saat ini tengah mendiskusikan detail terkait dengan implementasi PUT V dengan pemegang saham utamanya, termasuk Bosowa Corporindo dan KB Kookmin Bank.
Branch Manager Bank Bukopin Kantor Cabang Kupang, Rudianto, Selasa (19/5) mengungkapkan, dari aksi korporasi Bank Bukopin ini berharap dapat memperkuat struktur permodalannya untuk dapat menghadapi tantangan dan rencana bisnis ke depan.
Ia menyampaikan KB Kookmin Bank saat ini merupakan pemegang saham terbesar kedua Bank Bukopin dengan 22 persen kepemilikan saham. KB, yang merupakan bagian dari grup keuangan terbesar KB Financial Group yang berbasis di Korea Selatan, sebelumnya telah berpartisipasi sebagai pembeli siaga Penawaran Umum Terbatas IV Bank Bukopin pada tahun 2018.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/tampak-depan-gedung-kantor-bank-bukopin-pusat.jpg)