Renungan Harian Katolik

Memaknai Surat-surat dari Molokai - Hawaii (11 ) Berceritera itu Komunikasi

Perayaan Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-54 yang dirayakan Gereja pada hari ini memiliki ceritera dan pesan tersendiri

Dok Maxi Un Bria
RD Maxi Un Bria dengan latar belakang menara Pizza Italia. 

Renungan Harian Katolik, Minggu 24 Mei 2020
Memaknai Surat-Surat dari Molokai - Hawaii (11 ) Berceritera itu Komunikasi

Oleh: RD. Maxi Un Bria

POS-KUPANG.COM - Perayaan Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-54 yang dirayakan Gereja pada hari ini memiliki ceritera dan pesan tersendiri. Lantaran berada dalam situasi pandemi Covid-19. Corona virus tidak dapat membunuh kebutuhan manusia untuk berkomunikasi. Memang perjumpaan fisik sebagai bagian dari komunikasi pada masa ini dibatasi, namun secara spiritual sama sekali tidak.

Bahkan dalam situasi pandemi Covid-19 telah lahir cara-cara terbarukan dalam berkomunikasi, karena pada hakikatnya manusia adalah makhluk komunikatif yang memiliki rasio dan kreativitas untuk menemukan cara dan metode terbaik dalam mengembangkan komunikasi yang efektif.

Cerita Pater Damian tahun 1885 kepada kakaknya Pater Pamfilius, yang dituangkan melalui surat merupakan bagian dari ekspresi komunikasi tentang hidup iman dan pergumulan kemanusiaan yang dialaminya. Cerita Damian yang tertulis akan hidup dan memiliki multiplier effect bagi perjalanan putra-putri Kongregasi SS.CC dalam pelayanan di masa kini dan masa depan.

Kitab Keluaran 10:2 “Hidup menjadi cerita“ yang ditegaskan Paus Fransiskus berkenaan dengan Hari Komunikasi sedunia, mengingatkan kita tentang karya keselamatan Allah bagi umat Israel yang diceriterakan turun-temurun. Yesus Kritus, hidup dan dan karya-Nya menceriterakan rencana keselamatan Allah bagi dunia. Cerita tentang Allah sangat bernilai dan menuntun manusia kepada kebahagiaan dan keselamatan.

Perikop Yohanes 17 : 1-11 berisikan ceritera indah tentang Doa Yesus bagi murid-murid-Nya. Ceritera tentang komunikasi Yesus dengan Bapa-Nya melalui doa. Ceritera tentang doa yang memiliki intensi dan pesan istimewa. Yaitu bahwa Yesus berkomunikasi dengan Bapa agar para murid dan gereja dipelihara dan dilindungi “ supaya mereka menjadi satu sama seperti kita.” ( Yoh 17 :11 ).

Doa Yesus bagi murid-murid-Nya meninggalkan pesan yang mendalam bagi segenap umat kristiani agar tetap bertekun dalam doa bagi kepentingan persatuan gereja, persatuan para murid dan persatuan umat manusia.

Doa menjadi komunikasi yang indah dan agung pada mana manusia menyatukan diri dengan Allah dan pada saat yang sama manusia menyatukan diri dengan sesama dan lingkungan dimana ia berada.

Dengan doa sesungguhnya manusia sedang membangun komunikasi spiritual yang mampu menghadirkan kedamaian, ketenangan dan kebahagiaan hidup.

Seperti yang dialami Pater Damian. Ia menulis demikian “ Kakakku Pamfilius yang baik, aku risau mendengar tentang penyakitmu. Nampaknya penyakit itu dapat berkembang menjadi TBC. Semoga Tuhan mencegahnya. Saya tidak sabar lagi dan harus jujur menyampaikan bahwa saat ini saya terancam suatu penyakit yang lebih dahsyat melebihi TBC.

Sudah 12 tahun saya tinggal di tengah para penderita kusta. Penyakit itu menular. Namun saya bersyukur karena merasakan perlindungan Tuhan yang Mahabaik. Juga doa Santa Perawan Maria dan St. Josef sehingga sampai detik ini saya masih kuat seperti awal kedatanganku di tahun 1863. Memang kaki kiriku telah mati rasa selama 3 tahun. Bakteri itu berusaha menyebar ke seluruh tubuh. Namun jangan khawatir. Marilah kita saling mendoakan. Salam hangat dalam Hati Kudus Yesus dan Maria. Dari adikmu J.Damian de Veuster ( E. Brion, 1988;16 - 17 ).

Komunikasi melalui surat yang ditulis Pater Damian kepada kakaknya Pater Pamfilius ,SS.CC kembali diceriterakan dari generasi ke generasi. Kini setelah 125 tahun berlalu surat Pater Damian kembali direfleksikan dalam konteks pandemi Covid-19. Untuk mengingatkan khalayak bahwa setiap masa ada penyakitnya dan setiap penyakit pasti akan ada obatnya.

Karena itu manusia hendaknya berkomunikasi dengan Allah pemilik segala sesuatu dalam doa dan hening agar diberi hikmat untuk menemukan obat dan cara yang tepat dalam menangani penyakit tersebut.

Semoga Perayaan Hari Komunikasi sedunia menggairahkan semangat kita dalam meningkatkan komunikasi yang baik dan benar dengan Allah, sesama dan lingkungan.

Doa: Ya Tuhan rahmati kami agar mampu membangun komunikasi yang menyatukan seperti Engkau dan Bapa adalah satu, amin.

Editor: Agustinus Sape
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved