Hilal Bulan Baru 1 Syawal 1441 Tak Terlihat di Kupang

Hilal tidak terlihat di Kupang saat rukyatul Hilal 1 Syawal 1441 Hijriah tahun 2020 yang dilaksanakan di lantai 18 Aston Kupang Hotel

POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Proses Rukyatul hilal di lantai 18 Hotel Aston Kupang pada Jumat (22/5/2020) 

POS-KUPANG.COM | KUPANG- Hilal tidak terlihat di Kupang saat rukyatul Hilal 1 Syawal 1441 Hijriah tahun 2020 yang dilaksanakan di lantai 18 Aston Kupang Hotel, Jumat (22/5/2020) sore. 

Pengamatan hilal untuk menentukan awal bulan Syawal dilakukan oleh tim BMKG Stasiun Kupang bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTT dan Kantor Pengadilan Agama Kupang sejak pukul 14.30 Wita. Namun hingga pukul 17.30 Wita, kemunculan hilal atau awal bulan baru tidak terlihat. 

Tidak Ada Referensi Hilal Awal Syawal 1441H Teramati di Wilayah Indonesia

Kasi Data dan Informasi BMKG Stasiun Kupang, Sholahudin Noorfalah mengatakan, berdasarakan hasil pengamatan, hilal tidak terlihat dari Kupang.  

"Kami sudah melakukan pengamatan dari jam setengah tiga. Hari ini hilal masih berada di bawah ufuk, hilal tidak terlihat," paparnya. 

DPW PKB NTT Salurkan 10.000 Paket Sembako untuk Masyarakat

Ia menjelaskan, posisi bulan akan tenggelam 15 menit sebelumnya karena kondisi pertemuan akan terjadi pada jam 1 dini hari. Hilal muda akan terjadi pada Sabtu besok, karena bulan akan tenggelam pada pukul 18.00 Wita. 
"Hari ini kita tidak bisa melihat hilal," tegasnya. 

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTT melalui Kabid Haji dan Bimas Islam H. Husen Anwar mengatakan hingga pukul 17.30 Wita hilal tidak terlihat.

"Ternyata sampai dengan jam ini hilal tidak muncul, sudah dipantau tetapi sulit untuk bisa dilihat," terangnya. 

Ia menjelaskan, karena posisi bulan yang tenggelam didahului oleh matahari maka sulit untuk melihat bulan, karena biasanya bulan tenggelam mendahului matahari. "Untuk saat ini tidak bisa mendapatkan apa apa karena hilal tidak nampak," tambahnya. 

Ia mengatakan, hasil tersebut akan dilaporkan ke Kementerian Agama RI di Jakarta sebagai bahan penentuan dalam sidang isabat yang digelar pada pukul 19.99 Wita. 

Namun demikian, ia mengatakan bahwa sesuai dengan perhitungan hisab, maka 1 syawal diprediksi jatuh pada hari Minggu (Ahad).

"Dalam metode hisab atau falakiah, maka secara hitungannya akan jatuh pada hari Minggu. Nanti akan digenapkan dan jatuh 1 syawal pada hari Minggu," tambahnya. 

Ia mengatakan, secara resmi keputusan terkait penentuan 1 Syawal menunggu keputusan Kementerian Agama RI. 

Sebelumnya Kepala Bagian Tata Usaha, Kanwil Kemenag NTT, Hasan Manuk M.Pd mengatakan bahwa secara prinsip mengikuti keputusan sidang Isbat yang dilaksanakan pemerintah pusat pada malam ini.

"Hal prinsip tentunya kita ikuti, pada magrib ada sidang Isbat di Kementerian Agama RI. Kita tentu akan mengikuti pemerintah," katanya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong)

Penulis: Ryan Nong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved