Renungan Harian Katolik

Novena Roh Kudus ( Hari I ): Tristitia Vertetur in Gaudium; Dukacita Berubah Jadi Sukacita

Gereja Katolik memiliki tradisi mengadakan novena selama sembilan hari berturut-turut dimulai dari hari Jumat setelah Pesta Kenaikan sampai hari Sabtu

Dok Maxi Un Bria
RD Maxi Un Bria dengan latar belakang menara Pizza Italia. 

Renungan Harian Katolik, Jumat 22 Mei 2020
Novena Roh Kudus ( Hari I ) : Tristitia Vertetur in Gaudium; Dukacita Berubah Jadi Sukacita

Oleh: RD. Maxi Un Bria

POS-KUPANG.COM - Hari Pertama Novena menantikan kedatangan Roh Kudus dimulai hari ini. Gereja Katolik memiliki tradisi mengadakan novena selama sembilan hari berturut-turut dimulai dari hari Jumat setelah Pesta Kenaikan sampai hari Sabtu sebelum perayaan Pentakosta. Dalam novena ini umat Allah menantikan kedatangan Roh Kudus dengan berdoa memuliakan Allah yang akan mengutus Roh Kudus bagi dunia.

Ketika Yesus terangkat ke surga, Ia memberkati para murid dan menjanjikan Penolong yang akan menyertai mereka sampai akhir zaman. Penolong yang dimaksud adalah Roh Kudus. Namun sebelum kedatangan Sang Penolong, para murid diminta untuk tinggal di Yerusalem dan berdoa sampai saatnya tiba.

Dalam penantian tersebut, para murid mengalami dukacita karena telah berpisah dengan Yesus, tetapi dukacita itu segera akan berubah menjadi sukacita. “ Kamu akan berdukacita, tetapi dukacitamu akan berubah menjadi sukacita” ( Yoh 16 :20 ).

Waktu kedatangan Roh Kudus digambarkan sebagai saat yang penuh dengan kegembiraan yang membuat hati manusia melupakan segala kesedihan dan penderitaan yang dialami sebelumnya. Ketika genap waktunya “ hatimu akan bergembira dan tidak ada seorang pun yang dapat merampas kegembiraan itu dari kamu “ ( Yoh 16 :22 ). Gereja percaya bahwa bersama Allah pengalaman dukacita dapat berubah menjadi sukacita yang penuh makna.

Pada hari itu, ketika Roh Kudus datang memenuhi hati para murid dan dunia, mereka akan dicerahkan dan mengalami pembaharuan atas hidup. Kehadiran Roh Kudus memiliki multi efek yang berlanjut bagi hidup para rasul dan gereja. Karena itu Yesus mengharapkan agar dalam masa penantian itu, para murid harus memohon kepada Bapa dalam nama-Nya.

Dengan demikian Novena Pentakosta adalah momentum berahmat bagi para murid dan umat Allah untuk memohon intensi-intensi bersama maupun pribadi kepada Allah melalui Yesus Kristus. Sebagaimana disabdakan Yesus “ Sampai sekarang kamu belum minta sesuatu pun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima , supaya penuhlah sukacitamu” ( Yoh 16 :24 ).

Marilah kita memohonkan terang Roh Kudus bagi diri kita, bagi para pemimpin gereja dan bagi para pemimpin negara-negara di dunia serta seluruh umat manusia agar mendapatkan hikmat baik secara pribadi maupun kolektif, dalam menyikapi pandemi Covid-19 .

Semoga pergumulan hari–hari ini membesarkan hati dan harapan, menciptakan aura positif serta meningkatkan daya tahan diri, keluarga, komunitas dan negara mampu mengubah kondisi Covid -19 menuju hidup normal yang baru berkat terang dan bimbingan Roh Kudus.

Doa : Utuslah Roh-Mu ya Tuhan dan baharuilah muka bumi, amin.

Editor: Agustinus Sape
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved