Update Corona Belu

UPDATE CORONA BELU: Jumlah OTG Melonjak Drastis Hingga 23 Orang

Lonjakan OTG tersebut terjadi dalam waktu 24 jam terakhir. Karena di posisi kemarin, OTG nihil dan hari ini, Rabu (20/5/2020) langsung 23 orang.

POS-KUPANG.COM/TENI JENAHAS
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Belu-NTT, Cristoforus M. Loe Mau. 

Ini UPDATE CORONA BELU: Jumlah OTG Melonjak Drastis Hingga 23 Orang

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Teni Jenahas

POS-KUPANG.COM| ATAMBUA - Data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, menunjukkan, jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) sebanyak 23 orang yang tersebar di Kecamatan Atambua Selatan sebanyak 8 orang, Kecamatan Atambua Barat 7 orang, Kecamatan Kota Atambua 7 orang dan Kecamatan Tasifeto Timur 1 orang.

Lonjakan OTG tersebut terjadi dalam waktu 24 jam terakhir. Karena di posisi kemarin, OTG nihil dan hari ini, Rabu (20/5/2020) langsung di angka 23 orang.

Meski jumlah OTG melonjak, di sisi lain Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pelaku Perjalanan Berisiko dalam pantauan berkurang. Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan orang yang terkonfirmasi Positif Covid-19 nihil.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Belu, Cristoforus M. Loe Mau, SE dalam siaran persnya mengatakan, data monitoring dari wilayah kerja 17 puskesmas yang tersebar di 12 kecamatan Kabupaten Belu hingga Rabu, 20 Mei 2020 pukul 15:00 Wita menunjukkan total Pelaku Perjalanan Berisiko dalam pantauan tersisa 125 orang.

Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 3 orang yang tersebar di Kecamatan Tasifeto Timur 1 orang, Kecamatan Tasifeto Barat 1 orang dan Kecamatan Raimanuk 1 orang.

Orang Tanpa Gejala (OTG) sebanyak 23 tersebar di Kecamatan Tasifeto Timur 1 orang, Kecamatan Kota Atambua 7 orang, Kecamatan Atambua Barat 7 orang dan Kecamatan Atambua Selatan 8 orang. Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan orang yang terkonfirmasi Positif Covid-19 nihil.

Walaupun data monitoring PDP dan orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Belu nihil, Pemerintah Kabupaten Belu terus mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tetap waspada dengan terus menjalankan pola hidup sehat.

Berdiam diri di rumah saja, menjaga jarak fisik apabila bertemu orang lain, tidak boleh bersentuhan atau membatasi interaksi fisik, menghindari kerumunan orang dan selalu membiasakan diri untuk mencuci tangan dengan sabun dan jika beraktivitas di luar rumah wajib memakai masker.

Cristoforus mengatakan, bagi warga Kabupaten Belu yang baru pulang dari luar daerah terutama daerah yang terinfeksi Covid-19 agar melaporkan diri ke Posko Gugus Tugas melalui call center 081238654568 yang aktif 24 jam untuk selanjutnya mengikuti arahan petugas termasuk mengisolasi diri.

Sesuai arahan Presiden Republik Indonesia dan World Health Organization (WHO), semua masyarakat mengenakan masker. Untuk masker N95 dikhususkan kepada Tenaga Medis, sedangkan masyarakat dapat memakai masker kain yang dijahit dan bisa dicuci.

Kepada para pelintas yang memasuki wilayah Kabupaten Belu wajib mentaati semua aturan yang ada di setiap Posko Pemantauan tanpa terkecuali demi keselamatan kita bersama.

Disampaikan juga, untuk mengatasi dampak Covid-19 Pemerintah menyalurkan beberapa bantuan yakni Bantuan Sosial Tunai (BST), Perluasan Program Sembako, Jaring Pengaman Sosial (JPS) & Dampak Ekonomi dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa. Untuk penyaluran BLT DD sudah dilakukan di 36 desa dari 69 desa. (*)

Nonton juga video berikut:

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved