Kabar Artis

Mbah Mijan Mendadak Sebut Ada Yang Tak Beres, Netizen Singgung Pembantu Jokowi Menhub Budi Karya

Peramal Mbah Mijan mendadak menyebut nama Budi, yang kemudian dikaitkan dengan Menhub Budi Karya Sumadi yang selama ini kerap membantu Presiden Jokowi

Editor: Hasyim Ashari
TribunWow/Bima Sandria Argasona
Mbah Mijan 

Mbah Mijan Mendadak Sebut Ada Yan Tak Beres, Nama Pembantu Jokowi Menhub Budi Karya Disebut 

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Peramal Mbah Mijan mendadak menyebut nama Budi, yang kemudian dikaitkan dengan Menhub Budi Karya Sumadi yang selama ini kerap membantu Presiden Jokowi di bidang perhubungan.

Menhub Budi Karya sendiri memang baru saja sembuh dari Corona.

Pandemi corona masih menjadi momok bagi masyarakat.

Betapa mengerikannya virus jenis baru ini, membuat paranormal banyak memberi terawangan.

Salah satu yang ramalannya jarang meleset yakni Mbah Mijan.

Paranormal kondang ini belakangan kerap meramal tentang bencana, baik bencana alam maupun pandemi Covid-19 yang saat ini tengah berlangsung.

Belum lama ini, Mbah Mijan seolah memberi peringatan soal bencana alam yang ada di Indonesia.

"Jujur, seminggu terakhir ini sengatan matahari 10x lebih panas dari biasanya. Saya terus mengikuti dan menganalisa, mari berprasangka baik, anggaplah ini hanya fenomena alam biasa," tulis Mbah Mijan dalam akun Twitternya.

Melansir GridHits.ID, Mbah Mijan kembali meramalkan hal lain yang diduga tentang Covid-19.

Hal tersebut kembali dituliskan Mbah Mijan dalam akun Twitter-nya.

"Ada sesuatu yang gak beres ditubuh pak Budi, seandainya diijinkan, saya akan bantu pengobatan. Lama-lama kasihan juga liatnya, semoga pak Budi cepat sembuh dan berkarya lagi," tulis Mbah Mijan.

Sosok Pak Budi yang dimaksud Mbah Mijan ini jadi sorotan warganet, karena seperti yang kita tahu banyak nama Budi di Indonesia.

"Budi banyak BANGET, ada Budiman, Budi Santoso, budiono, Budi Prasetyo, Budi Weng, Budi Ndut, Budi Semper yang mana Mbah ?," tanya akun @hardi_hardiman2.

"Pak budi??? Yg mna???," tanya @zahramasrina.

Meski demikian, banyak juga yang mengira Budi tersebut adalah Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang belum lama dinyatakan sembuh dari Covid-19.

"Pak Sumadi kenapa Mbah?," tanya @byyoupramaditya.

"Budi Karya kali Om," tulis @sotoangkring.

"Bantu mbah biar pak budi karya cepet sembuh krn berita diluaran sana ada yg bilang pak budi karya positif covid 19 lgi," tulis @irjaska.

Meski demikian, Mbah Mijan tak memberikan keterangan lanjut tentang cuitannya tersebut.

KABAR BAIK! Ini 4 Obat Virus Corona Kementerian Jokowi hingga Teknologi Yang Digunakan Eijkman Untuk Covid-19

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Kementerian Pertanian ( Kementan) melalui Badan Litbang Pertanian (Balitabangtan) mengaku telah menemukan formula paling efektif yang mampu menangkal virus corona.

Melansir Antara, Senin (18/5/2020), formula itu kini telah dipatenkan ke dalam tiga bentuk produk penangkal virus corona yakni inhaler, diffuser oil, hingga kalung anti corona.

Pihaknya menggandeng perusahaan swasta untuk pengembangan inovasi dan hilirisasi terhadap produk berbahan eucalyptus yang disebut dapat menangkal virus corona.

Kerja sama berbentuk lisensi tersebut dilakukan melalui penandatanganan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Pertanian dengan PT Eagle Indo Pharma di ruang Agriculture War Room, Kementan, Senin (18/5/2020).

"Dengan kerja sama ini diharapkan semakin cepat proses pengembangan produk untuk tersedia, sehingga dapat digunakan masyarakat sebagai pencegahan pandemi virus corona," kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Fadjry Djufry seperti dikutip dari Antara, Senin (18/5/2020).

4 produk anti corona yang terdaftar paten Beberapa prototype teknologi berbasis minyak eucalyptus sebagai antivirus yang dihasilkan atas kolaborasi beberapa unit kerja di bawah Balitbangtan.

Di antaranya Balai Besar Penelitian Veteriner (BB Litvet), Balai Besar Litbang Pascapanen Pertanian (BB Pascapanen), dan Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro) telah terdaftar paten, antara lain:

1. Formula Aromatik Antivirus Berbasis Minyak Eucalyptus dengan nomor pendaftaran paten P00202003578

2. Ramuan Inhaler Antivirus Berbasis Eucalyptus dan Proses Pembuatannya dengan nomor pendaftaran paten P00202003574

3. Ramuan Serbuk Nanoenkapsulat Antivirus Berbasis Eucalyptus dengan nomor pendaftaran paten P00202003580

4. Minyak atsiri eucalyptus citridora sebagai antivirus terhadap virus avian influenza subtipe H5N1, gammacorona virus, dan betacoronavirus.

Ada pun hasil uji laboratorium antivirus berbasis eucalyptus yang diluncurkan beberapa waktu lalu oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mendapat respon positif masyarakat.

Hasil pengujian Balitbangtan terhadap berbagai tumbuhan yang berpotensi sebagai antivirus corona, disimpulkan bahwa yang paling efektif ditemukan adalah pada tanaman eucalyptus yang memiliki kandungan senyawa aktif 1,8-cineole (eucalyptol).

Paparan hasil uji eucalyptus terhadap virus influenza, virus beta dan gamma corona menunjukkan kemampuan membunuh virus sebesar 80-100 persen.

Oleh karena itu Fadjry menegaskan, kerja sama yang dilakukan ini sebagai tindak lanjut atas banyaknya permintaan dari jajaran pemerintah daerah dan masyarakat luas terhadap hasil olahan produk eucalyptus ini.

"Kita bertemu dengan mitra yang melisensi beberapa produk kita seperti inhaler, roll on dan yang kalung. Produk ini yang paling banyak diminta banyak Gubernur dan Bupati hampir se-Indonesia, karena ini bisa jadi anti corona," kata Fadjry.

Ada pun kerja sama ini dilakukan untuk pengembangan inovasi produk melalui mekanisme kerja sama lisensi dalam hal ini bersama PT Eagle Indo Pharma sebagai mitra lisensi Balitbangtan.

Mitra kerja sama mempunyai kewajiban untuk memproduksi teknologi dengan supervisi dari Balitbangtan.

PT Eagle Indo Pharma merupakan perusahaan swasta nasional yang dikenal dengan merk dagang Cap Lang memiliki produk-produk berkualitas yang ada di pasaran.

Kerja sama ini diharapkan semakin cepat proses pengembangan produk untuk digunakan masyarakat sebagai upaya dalam pencegahan pengembangan pandemic virus corona.

* Pengembangan Vaksin Corona di Indonesia: Ini Teknologi yang Digunakan Eijkman

Wabah pandemi Covid-19 belum juga usai. Para ahli masih terus melakukan penelitian dan pengembangan vaksin yang diharapkan dapat menghambat dengan cepat laju transmisi virus corona SARS-CoV-2.

Setiap negara baik pemerintahan maupun instansi swasta atau industri juga berupaya untuk menemukan vaksin yang tepat untuk imunisasi Covid-19 ini, dengan berbagai teknologi yang bisa dipergunakan.

Tidak ketinggalan, beberapa lembaga atau instansi di Indonesia juga sedang berupaya melakukan pengembangan vaksin ini juga, salah satunya Eijkman Institute for Moleculer Biology (LBM Eijkman).

Teknologi vaksin Covid-19 di Indonesia

Direktur LBM Eijkman Prof Amin Soebandrio, mengenalkan teknologi yang dipergunakan untuk membuat vaksin dari instansinya adalah recombinant protein vaccines.

Dijelaskan oleh Amin, vaksin berdasarkan protein rekombinan ini dianggap lebih baik, karena dasar sampel yang diambil adalah bagian atau sepotong protein bukanlah virus secara utuh.

"Dengan begitu tidak ada risiko infeksi atau virus itu akan kembali menjadi virulen (ganas atau mematikan)," kata Amin dalam diskusi daring bertajuk Riset dalam Menemukan Vaksin dan Obat Anti Covid-19, Jumat (15/5/2020).

Tetapi, kata Amin tetap ada sisi kelemahannya antara lain karena merupakan potongan protein kecil, maka jika tidak dibantu oleh protein lain yang lebih besar, biasanya sifat antigenesitinya tidak sebaik virus utuh.

"Untuk itu kita harus memilih, ajuvan yang baik, yang sesuai dan dibutuhkan pemberian suntikan beberapa kali," ujar dia.

Jika bekerja dengan rekombinan antigen, penelitian membutuhkan sistem ekspresi seperti dari bakteri, sel mamalia, sel insect, sel unggas, sel tanaman, yeast, DNA.

Serta, tipe antigen dalam teknologi vaksin jenis ini adalah particulate (VLP), solube (monomeric atau diremic), fusion protein, dan chimeric.

Pengembangan vaksin Covid-19 di Indonesia

Dikatakan Amin, pengembangan vaksin Covid-19 menggunakan isolat virus Indonesia, dengan produksi speed vaccine Covid-19.

LBM Eijkman saat ini sudah bisa mendapatkan sekuen asam nukleat RNA dari tujuh isolat penyusun genom virus corona, SARS-CoV-2 dari Indonesia, yang saat ini disebutkan masih meneliti belasan sekuen lagi.

Dalam prosesnya, isolasi dan amplifikasi gen spike dilakukan dengan PCR untuk menganalisa gen ekspresi protein. Dilanjutkan dengan kloning gen ke vektor, melalui kloning transfeksi sel mamalia.

"Kami akan mengembangkan protein rekombinannya. Jika sudah mendapatkan antigen kandidat vaksinnya akan dicobakan ke hewan kecil, kemudian baru hewan yang lebih besar," jelasnya.

Baca juga: Bagaimana Perkembangan Vaksin Virus Corona?

Jika kualitas dan hasilnya sudah bagus dari keseluruhan tindakan yang dilakukan dan pengujian kepada hewan tersebut, baru bisa diserahkan untuk uji klinis kepada manusia.

Hingga selanjutnya skala produksi vaksin jika hasilnya positif dan efek samping tidak memicu reaksi berlebihan lainnya.

Teknologi tua pengembangan vaksin

Teknologi telur disebut juga teknologi tua, karena menjadi teknologi yang sudah di kenal awal sekali, seperti vaksinasi untuk influenza, vaccinia dan klorela. Dalam pengembangannya, virus atau bakteri ditumbuhkan di telur yang bertunas.

Setelah beberapa hari atau minggu, virus atau bakteri yang ditumbuhkan itu bisa dipanen, untuk kemudian dikembangkan menjadi vaksin. Tentunya setelah dilakukan inaktivasi dengan berbagai cara.

Teknologi vaksin ini adalah teknologi sederhana, yang tidak membutuhkan terlalu banyak peralatan. Virus yang dipanen dari telur ini juga bisa langsung dilemahkan atau diinaktivasi, setelah di formulasi, diagnosis dan lain sebagainya, ini bisa diberikan dengan lebih cepat.

"Untuk Covid-19 juga ada beberapa negara yang mengembangkan (vaksin) seperti ini," ujar dia.

Namun, diakui Amin, dengan teknologi ini ada kendalanya seperti, ada orang dengan kondisi tertentu, yang bisa jadi tidak alergi pada vaksinnya tetapi alergi pada telur tempat tumbuhnya, itu bisa menimbulkan masalah lainnya.

Selain inaktivasi, virus atau bakteri yang akan dibuat vaksinnya bisa juga dilemahkan (attenuated) dengan berbagai cara.

Respon tubuh terhadap virus utuh yang dilemahkan itu lebih baik, tetapi salah satu masalahnya adalah jika ini diberikan kepada orang-orang yang mengalami imuno-kompromis, ibu hamil atau orang yang sedang mendapat terapi steroid. Virus yang dilemahkan ini bisa kembali menjadi virulen.

"Sehingga tidak disarankan diberikan kepada mereka yang memiliki gangguan imunologi," tuturnya.

Teknologi yang dipergunakan untuk pengembangan vaksin corona di Indonesia dari Eijkman ini diharapkan dapat menjadi solusi menghadapi pandemi Covid-19.

* UPDATE: Ada 18.496 Kasus Covid-19 di Indonesia, Bertambah 486

Pemerintah menyatakan, data memperlihatkan bahwa penularan virus corona masih terjadi sehingga kasus Covid-19 masih bertambah.

Berdasarkan data yang dihimpun hingga Selasa (19/5/2020) pukul 12.00 WIB, ada 486 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir.

Penambahan itu menyebabkan kini ada 18.496 kasus Covid-19 di Indonesia, terhitung sejak kasus pertama diumumkan pada 2 Maret 2020.

Hal ini diungkapkan juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, dalam konferensi pers dari Graha BNPB, Jakarta, pada Selasa sore.

"Ada kenaikan sebanyak 486 orang sehingga menjadi 18.496 orang," ujar Achmad Yurianto.

Data yang sama juga memperlihatkan ada penambahan 143 pasien Covid-19 yang sembuh dalam sehari.

Mereka telah menjalani dua kali pemeriksaan dengan metode polymerase chain reaction (PCR) dan hasilnya negatif virus corona.

Dengan demikian, total ada 4.467 pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh sejak awal pencatatan pasien sembuh di Indonesia.

Namun, masih ada kabar duka dengan adanya 30 pasien Covid-19 yang tutup usia dalam periode 18-19 Mei 2020.

"Sehingga, (totalnya) menjadi 1.221 orang," ujar Yurianto.

Yurianto menyatakan, hingga saat ini pemerintah mencatat bahwa kasus Covid-19 sudah ada di 390 kabupaten/kota dari 34 provinsi di seluruh Indonesia.

Selain data pasien positif Covid-19, pemerintah juga mencatat data mengenai orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP).

Saat ini ada 45.300 orang berstatus ODP yang masih dipantau.

Kemudian, ada 11.891 orang berstatus PDP yang diawasi pemerintah.

Sesuai yang disebutkan Yurianto kemarin, hari ini pemerintah juga tidak memasukkan jumlah ODP dan PDP secara akumulatif.

Ini berbeda dengan dua hari sebelumnya. Lihat Foto Petugas medis menunjukkan alat swab spesimen saat swab test secara drive thru di halaman Laboratorium Kesehataan Daerah (LABKESDA) Kota Tangerang, Banten, Senin (6/4/2020).

Berdasarkan data pemerintah hingga Senin (6/4/2020) terkonfirmasi positif COVID-19 di Banten mencapai 187 kasus.

Data spesimen Pemerintah juga berjanji untuk meningkatkan kapasitas pemeriksaan dengan menambah jumlah laboratorium terkait pemeriksaan virus corona.

Kini ada 66 laboratorium yang bisa digunakan untuk melakukan pengetesan dengan metode real time PCR.

Selain itu, ada 14 laboratorium yang digunakan untuk pemeriksaan dengan metode tes cepat molekuler (TCM).

Sejak awal pencatatan kasus Covid-19 hingga sekarang, pemerintah sudah memeriksa 202.936 spesimen dari 147.799 orang yang diambil sampelnya.

Dari 202.936 spesimen, ada 201.736 spesimen yang diperiksa menggunakan real time PCR.

Kemudian, 1.200 spesimen diperiksa menggunakan TCM. Adapun dari 147.799 orang yang diperiksa spesimennya, ada 129.303 orang yang diketahui negatif virus corona dan 18.496 yang hasilnya positif.

Dengan demikian, positive rate di Indonesia mencapai 13 persen.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo menyatakan, saat ini ada tiga provinsi dengan penambahan pasien positif Covid-19 yang paling signifikan dalam sepekan terakhir.

Ketiganya ialah Jawa Timur, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Selatan.

Hal itu disampaikan Doni usai rapat bersama Presiden Joko widodo melalui konferensi video, Senin (18/5/2020).

"Jawa Timur mengalami kenaikan kasus mingguan sebesar 70 persen. Kemudian Sumatera Selatan mengalami kenaikan kasus mingguan 157 persen," ujar Doni.

"Sedangkan Kalimantan Selatan mengalami kenaikan jumlah kasus mingguan 60 persen," lanjut dia.

Dari total pasien positif Covid-19 di Kalimantan Selatan, sebanyak 68 persen berasal dari klaster jemaah tablig di Gowa.

Untuk itu, Doni mengatakan, dalam dua pelam ke depan belum akan diambil keputusan untuk melonggarkan pembatasan sosial berskala besar ( PSBB), mengingat masih tingginya angka penularan.

"Jadi kami ulangi kembali bahwa satu dua pekan ke depan belum ada kebijakan pengurangan pembatasan," ujar Doni.

Adapun yang dibahas dalam rapat bersama Presiden Jokowi, Senin, hanya skenario pelonggaran PSBB apabila kurva penularan di masyarakat rendah.

"Yang dibahas hari ini oleh Bapak Presiden adalah skenario yang mana seluruhnya tergantung dari data-data lapangan," lanjut dia.

* Terawangan Mbah Mijan Soal Virus Corona Bikin Syok, Sebut Propaganda China Rusia Amerika Serikat

Terawangan Mbah Mijan Soal Virus Corona Bikin Syok, Sebut Propaganda China Rusia Amerika Serikat

Jumlah pasien yang dinyatakan terjangkit virus corona di Indonesia kian hari kian meningkat.

Dari pantauan Grid.ID pada laman resmi covid.19.go.id, per Sabtu (28/3/2020) pagi, terkonfirmasi sudah ada 1046 orang dinyatakan positif terjangkit virus corona.

Sementara itu jumlah korban meninggal akibat virus corona tercacat ada 87 korban jiwa.

Jumlah pasien yang semakin meningkat ini tidak diimbangi dengan ketersediaan alat perlindungan diri (APD) untuk para dokter dan tenaga medis. 

Akibatnya, banyak dokter dan tenaga medis yang ikutan tumbang.

Untuk mengurangi persebaran virus corona, pemerintah sampai saat ini masih memberlakukan social distancing.

Sementara itu, di beberapa daerah, sudah diberlakukan lockdown wilayah, salah satunya, Kota Tegal.

Melihat semakin bertambahnya korban meninggal dunia, dan pasien yang dinyatakan positif membuat paranormal, Mbah Mijan ikut kepikiran.

Di akun Twitter pribadinya @mbah_mijan, sang paranormal mencurigai adanya campur tangan manusia di balik virus corona ini.

Ia mencium adanya propaganda setelah melihat, ledakan pasien yang dinyatakan positif corona.

Hal itu disampaikan Mbah Mijan, melalui cuitannya pada Kamis (26/3/2020) kemarin.

"Roche dan Trump telah kecolongan, alat test diagnosa corona ternyata kurang diminati.

Hati-hati, plan A, Plan B, Plan C, Plan D, telah disusun rapi sedemikian rupa, dengan catatan 'Mereka Harus Jadi Pemenangnya'.

Saya menduga, Trump and the Genk memproduksi 3 in 1 Virus," tulis Mbah Mijan.

Lebih lanjut, Mbah Mijan merasa tak pernah percaya jika virus adalah semata-mata wabah. 

Roche dan Trump telah kecolongan, alat test diagnosa corona ternyata kurang diminati.

Hati-hati, plan A, Plan B, Plan C, Plan D, telah disusun rapi sedemikian rupa, dengan catatan "Mereka Harus Jadi Pemenangnya".

Saya menduga, Trump and the Genk memproduksi 3 in 1 Virus.

"Kegagalan Trump dalam upaya melumpuhkan Rusia dan China lewat perang dagang, mengakibatkan bocah tua itu harus melakukan Plan B.

Saya adalah orang yang masih belum percaya bahwa Virus adalah semata-mata wabah, sebab sejarah dunia mencatat tentang Virus dari masa ke masa!!!" tulis Mbah Mijan.

Menurut sang paranormal, konspirasi dan propaganda bisa saja dibuat lantaran adanya frustasi.

Cuitan Mbah Mijan soal konspirasi dan propaganda virus corona (Tangkap layar Twitter @mbah_mijan)

"Apa tujuan Konspirasi? Konspirasi dan Propaganda bukan semata-mata tentang keuntungan atau misi kekuasaan, ada yang lebih gila, yaitu rasa frustasi dan kepuasan.

Melihat suksesnya Corona melumpuhkan dunia, bisa saja membuatnya puas dan nagih lagi, lagi, dan lagi!" imbuhnya.

Sementara itu, status Indonesia yang kini berubah menjadi negara maju, bisa saja menjadi boomerang ketika negara ini bekum siap.

 "Fakta, Amerika nafsu abis ingin mengganti status negara berflower Indonesia jadi status negara maju. Jika itu terjadi di waktu yang belum siap, dampaknya lebih dari Corona," paparnya. 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ini 4 Produk Anti Virus Corona yang Dipatenkan Balitbangtan Kementan", https://www.kompas.com/tren/read/2020/05/19/164705565/ini-4-produk-anti-virus-corona-yang-dipatenkan-balitbangtan-kementan?page=all#page3.

Artikel ini telah tayang di https://star.grid.id/read/452158321/tanpa-tedeng-aling-aling-mbah-mijan-sebut-ada-yang-tak-beres-di-tubuh-pak-budi-buat-netizen-bingung-di-tengah-kegamangan-covid-19-ada-apa?page=all

Sumber: Grid.ID
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved