Renungan Harian Katolik

Memaknai Surat-surat dari Molokai-Hawaii (8 ) Persevera Servientes: Tekun Melayani

Tantangan yang dihadapi para misionaris di Hawaii menjadi berkat dan peluang untuk perkembangan gereja di masa depan.

Dok Maxi Un Bria
RD Maxi Un Bria dengan latar belakang menara Pizza Italia. 

Renungan Harian Katolik, Selasa 19 Mei 2020

Memaknai Surat-surat dari Molokai-Hawaii (8 ) Persevera Servientes: Tekun Melayani

Oleh: RD. Maxi Un Bria

POS-KUPANG.COM - Di mana ada tantangan, di sana pasti ada peluang untuk bertumbuh dan berkembang. Tantangan yang dihadapi para misionaris di Hawaii menjadi berkat dan peluang untuk perkembangan gereja di masa depan. Sebagian besar para misionaris yang melayani di wilayah kepulauan Hawaii adalah anggota Kongregasi Hati Kudus Yesus dan Maria ( SS.CC ) yang terdiri dari para imam, bruder dan suster dari kongregasi yang sama.

Para Suster SS.CC tinggal dalam satu komunitas dan melayani di bidang pendidikan khususnya bagi kaum puteri. Karena kebutuhan akan tenaga kesehatan sangat mendesak, maka pada tahun 1883, pimpinan gereja lokal Hawaii meminta para suster Fransiskanes dari Amarika untuk melayani di rumah sakit di Kakaako, di Honolulu. Di rumah sakit inilah para penderita kusta ditampung sebelum dikirim ke Molokai.

Kerjasama yang baik di antara para misionaris menghadirkan pelayanan yang lebih efektif bagi masyarakat. Pelayanan para imam dan suster SS.CC di kepulauan Hawaii sangat didukung oleh para bruder SS.CC yang bekerja membangun gereja, sekolah dan asrama dan baNgungan lainnya. Kebanyakan anggota kongregasi SS.CC periode itu berasal dari Perancis (E. Brion. 1988 ).

Sebagaimana kita pun tahu bahwa Pater Damian de Veuster berasal dari Tromelo Belgia, wilayah yang berbatasan dengan Perancis. Para misionaris SS.CC memiliki pimpinan Provinsial di Hawaii dan atasan tertinggi sedunia yakni Pater Jenderal Maecellin Bousquet yang pada masa itu menetap di Rue de Picpus - Paris. 

Semenjak wafatnya Pater Damian pada 15 April 1889, karya pelayanan kepada kaum kusta di Molokai dilanjutkan para misionaris SS.CC dan para suster Fransiskanes. Jiwa dan semangat Pater Damian tetap hidup dan menjadi inspirasi yang meneguhkan para sahabat pelayanan kemanusiaan dan cinta kasih. Mereka tidak merasa sendirian dalam pelayanan, karena Tuhan turut bekerja, memberkati dan menyertai pelayanan mereka.

Sebagaimana tertulis, “Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu; Lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi sebab jikalau Aku tidak pergi, Penolong itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu “ ( Yoh 16 :7 ).

Semangat dan teladan hidup Pater Damian de Veuster memiliki efek yag besar bagi para misionaris SS. CC dalam melanjutkan karya misi Gereja Katolik di Hawaii sejak abad 19 hingga masa kini. Kita dapat belajar dari sejarah pelayanan kongregasi SS.CC di Hawaii, dengan menghayati spirit Hati Kudus Yesus dan Maria, segala tantangan dan kesulitan dimaknai sebagai berkat dan peluang untuk semakin bertekun dan maju dalam pelayanan kemanusiaan dan cinta kasih.

Doa : Ya Hati Kudus Yesus dan Maria, doakanlah kami agar mampu melihat rahmat dan peluang untuk bertubuh dalam setiap tantangan dan pergumulan yang kami hadapi, amin.

Editor: Agustinus Sape
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved