PLN NTT Janji Tahun Ini 100 Persen Desa Di Malaka dan Belu Sudah Berlistrik

PLN UIW NTT berjanji tahun ini 100 persen desa di Kabupaten Belu dan Malaka sudah berlistrik

POS-KUPANG.COM/Edi Hayon
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) PLN NTT, Ignatius Rendroyoko bersama jajarannya ketika berada di PLN Unit Betun, Kamis (14/5/2020). 

POS-KUPANG.COM |MALAKA - Untuk mendukung daya listrik di wilayah Perbatasan RI-RDTL, dipastikan pada tahun 2023 nanti dibangun satu gardu induk PLN di Kabupaten Malaka.

Dengan kehadiran gardu induk ini, maka akan terkoneksi dengan jaringan yang ada di Pulau Timor. Itu berarti sumber daya listriknya semakin besar karena kekuatannya mencapai 150 KV.
General Manager PT PLN Unit Induk Wilayah (UIW) NTT, Ignatius Rendroyoko menyampaikan hal ini ketika di Betun, Kamis (14/5).

Ignatius menjelaskan, kehadirannya ke Betun di tengah pandemi corona sesungguhnya memenuhi janjinya dengan Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran, MPH terkait hasil survei daya di wilayah Boking.

Belum ada Perusahaan di NTT yang Lapor Posko Pengajuan Karena Sulit Bayar THR

Untuk itu, kata Ignatius, dirinya bersama tim melintasi kawasan pantai selatan Pulau Timor guna melihat sejauhmana penarikan jaringan listrik di daerah itu. Dan ternyata, sudah ada penyambungan dari Boking untuk menghubungkan wilayah pantai selatan.

"Jadi saya hadir untuk penuhi janji survei daya ke Boking itu. Saat ini sudah sambung ke pantai selatan. Sistem boking sudah masuk sentra Betun," jelasnya.

Dikatakannya, untuk rencana umum ke depan, sudah dalam agenda bahwa di Kabupaten Malaka akan dibangun satu gardu induk langsung terkoneksi dengan jaringan di sepanjang Pulau Timor.

"Kalau sudah ada gardu induk sendiri, maka dengan sendirinya sumber daya tambah besar. Dalam posisi sekarang untuk PLN Unit Betun memiliki daya 30 mega. Nanti ada gardu induk maka dayanya semakin berlipat lagi," ujar Ignatius.

Ia memastikan pembangunan gardu induk direalisasikan pada tahun 2023 dengan besaran daya 150 KV. Soal tanah tidak ada persoalan karena langsung ke Kementerian terkait.

20 Desa Belum Terkoneksi

Ignatius menjelaskan soal kondisi kelistrikan di Belu dan Malaka, masih ada 20 desa yang belum terkoneksi atau masih tercatat tingkatkan pencapaian 94 persen. Dengan sisa waktu yang ada dipastikan pada tahun 2020 semua desa sudah selesai pemasangan jaringan.

"Tahun 2020 kita targetkan 100 persen desa di Belu-Malaka sudah menikmati listrik. Ini juga menjawabi target 75-100. Maksudnya pada usia kemerdekaan RI ke 75, sudah selesai 100 persen persoalan kelistrikan di daerah ini," katanya.

Menyinggung soal status PLN Unit Betun ditingkatkan statusnya menjadi Cabang, Ignatius mengatakan, itu hal teknis. Yang paling dibutuhkan sekarang adalah bagaimana menggapai target semua warga di daerah ini bisa menikmati listrik.

"Kita sangat siap memasang jaringan hingga ke pelosok dusun. Tapi tolong kami dibantu soal penyiapan infrastruktur jalan. Dengan infrastruktur memadai kami akan cepat gerakan fasilitas dan orang untuk memasang jaringan. Saya senang karena mesin listrik sewa pakai yang di Betun masih dalam kondisi bagus sehingga warga tidak perlu cemas," pesan Ignatius.(Laporan reporter POS-KUPANG.COM, Edy Hayong)

Penulis: Edy Hayong
Editor: Hermina Pello
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved