Kali di Perbatasan Kelurahan Oeba- Pasir Panjang Jadi Tempat Buang Sampah Bertahun-tahun

Kali kecil yang menjadi batas wilayah Kelurahan Oeba dan Pasir Panjang menjadi tempat pembuangan sampah.

POS-KUPANG.COM/ELLA UZU RASI
Sampah di batas wilayah kelurahan Oeba dan Pasir Panjang yang dibiarkan bertahun - tahun 

POS-KUPANG.COM | KUPANG -Kali kecil yang menjadi batas wilayah Kelurahan Oeba dan Pasir Panjang menjadi tempat pembuangan sampah.

Dampaknya, warga Oeba yang berdomilisi di RT 1 mengeluh karena sampah tersebut tertumpuk bertahun-tahun.

Oma Abineno yang ditemui Sabtu (16/5) mengungkapkan samping rumahnya menjadi tempat pembuangan sampah oleh orang -orang tak bertanggung jawab.

"Padahal lokasi ini bukan merupakan titik pembuangan sampah. Dan sampah itu dibiarkan bertahun-tahun. Kalau sudah terlalu penuh, nanti oma yang bersihkan. Ini sudah bertahun -tahun ditinggalkan begini saja " ujarnya.

Ia mengakui mengakui sering membayar orang untuk membantunya membersihkan sampah -sampah tersebut. "Ini kali kecil juga penuh sampah jadi oma biasa bayar orang supaya bantu oma bersihkan," ungkapnya

Menurut Oma Abineno, tanah itu sebenarnya adalah miliknya, yang akhirnya dihibahkan kepada pemerintah Kota Kupang. Namun saat ini ia mengaku menyesal telah menyerahkan tanah itu setelah sekian tahun hanya menjadi tempat pembuangan sampah.

Sementara Ketua RT 1, Ari Lelan mengatakan ia sudah berusaha membangun kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah di sembarang tempat. Ia mengakui, warganya sudah tertib dalam membuang sampah tetapi warga dari luarlah yang membuang sampahnya ke area itu.

"Kami punya warga di sini sudah disiplin dalam membuang sampah, hanya orang luar yang datang buang di sini saat malam atau pagi -pagi sebelum orang belum bangun" ujar Ari.
Hal itu dibenarkan 2 orang warga yang kebetulan ada di situ.

Area yang menjadi tempat pembuangan sampah tersebut menurut pegawai kelurahan Oeba, sudah masuk wilayah kelurahan Pasir Panjang. Namun yang merasakan dampaknya adalah warga Oeba yakni Oma Abineno yang rumahnya tempat di samping tempat pembuangan sampah.

Ari Lelan juga mengatakan ia sudah mencoba menghubungi Dinas Kebersihan Kota Kupang namun sampah tersebut belum diangkut hingga saat ini karena truk pengangkut sampah milik Dinas Kebersihan tidak bisa diparkir di area yang merupakan tikungan tajam tersebut.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ella Uzu Rasi)

Editor: Hermina Pello
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved