45 Karyawan Mas Karaoke di-PHK karena dampak Covid-19

Sebanyak 45 karyawan Mas Karaoke Club yang berlokasi di Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, kena pemutusan hubungan kerja (PHK)

POS-KUPANG. COM/ONCY REBON
MAS Karaoke Club Kupang, Jumad, 15/05/2020. 

POS-KUPANG.COM | KUPANG  -Sebanyak 45 karyawan Mas Karaoke Club yang berlokasi di Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, kena pemutusan hubungan kerja (PHK)

Berdasarkan copian surat yang diterima Pos Kupang, Jumat, (15/5) dari salah satu karyawan yang diPHK, perihal Penutupan Mas Karaoke tanggal 1 Mei 2020.

Kutipan surat tersebut berbunyi "Seperti yang kita ketahui bersama, kondisi perekonomian saat ini sedang hancur dikarenakan wabah pandemic Covid -19 yang melanda tidak saja di negara kita tetapi di seluruh dunia. Hal ini mengakibatkan seluruh kegiatan usaha harus ditutup terutama bidang pariwisata dan perhotelan.

Mahasiswa yang Kos di Kupang, Mau Dapat Bantuan dari Wali Kota? Ini Caranya

Dikarenakan hal tersebut sehingga Mas Karaoke juga harus ditutup sejak tanggal 16 April 2020, sehingga mengakibatkan kondisi finansial perusahaan kita hancur, ditambah lagi sejak pembukaan Mas Karaoke sampai dengan sekarang, laporan keuangan yang dikirim kita selalu defisit, dengan kata lain tidak ada pemasukan satu rupiah pun ke perusahaan.

Maka dengan terpaksa, dikarenakan bencana (force majeur) yang tidak kami harapkan, sehingga dengan sangat terpaksa kami harus menutup perusahaan Mas Karaoke dan Transera Hotel, maka dengan ditutupnya perusahaan karena wabah Covid 19, hubungan kerja seluruh karyawan, dengan berat hati harus kami akhiri (pemutusan hubungan kerja).

Mengenai perhitungan pesangon dan realisasi pembayaran pesangon, akan dibicarakan dan dibayarkan setelah wabah Covid 19 berakhir".

Pada penutup surat tersebut dicantumkan nama semua karyawan Mas Karaoke Club yang di- PHK berjumlah 45 orang termasuk termasuk General Manager.

General Manager MAS Karaoke Club, Sopoyono, ketika dikonfirmasi via handphone membenarkan keberadaan dan isi surat tersebut. "Iya pak, kira-kira tanggal 12 (Mei 2020 )," katanya.

Dikatakan Sopoyono, surat tersebut dikeluarkan langsung oleh managemen perusahan pusat di Surabaya dan ditandatangani langsung oleh 2 owner (pemilik) perusahaan.

"Untuk sementara karena Covid ditutup . Untuk tindak lanjutnya saya belum tahu. Sementara ini saya masih rekap tunggakan gaji semua karyawan," ungkap Sopoyono (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oncy Rebon)

Editor: Hermina Pello
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved