dr. Andreas Fernandes: Bekerja di Luar Rumah Berisiko Tertular Covid-19

Bagi kita yang yang bekerja di luar rumah berisiko tertular Covid-19. Hal ini dikatakan dr. Andreas Fernandes, SpPD, Finasim, MARS

dr. Andreas Fernandes:  Bekerja di Luar Rumah Berisiko Tertular Covid-19
ISTIMEWA
dr. Andreas Fernandes, SpPD,Finasum, MARS, Kamis (14/05/2020)

POS-KUPANG. COM|KUPANG- Bagi kita yang yang bekerja di luar rumah berisiko tertular Covid-19. Hal ini dikatakan dr. Andreas Fernandes, SpPD, Finasim, MARS, kepada POS-KUPANG.COM, Kamis, 14/05/2020.

Dikatakan dr. Andreas bahwa, bagi ASN yang melakukan pekerjaan di kantor, sebaiknya ada mekanisme yang dibuat sehingga resiko penularan ( Covid-19) dapat diminimalisir. Misalnya mengurangi jumlah pegawai yang berada dalam satu ruangan sehingga dapat memberi jarak yang aman bagi setiap ASN dalam bekerja.

Sudah Ada yang Positif Covid-19 Pasar Ende Masih Ramai, Tidak Jaga Jarak, Tidak Pakai Makser

Menurutnya, terkait pengurangan jumlah pegawai dalam ruangan tersebut, kembali kepada kebijakan pimpinan masing-masing. Prinsipnya, mengurangi jumlah orang, memberi jarak yang optimal dari masing-masing ASN tersebut

Pekerjaan ASN ada yang dapat diselesaikan melalui WFH dan ada yang perlu dilakukan di luar rumah seperti di kantor. Sehingga dapat dilakukan upaya-upaya pencegahan, untuk meminimalisir resiko penularan.

Kepada DPRD TTS dan Di Hadapan Kades Oekiu, Warga Minta Kades Marcelinus Dinonaktifkan

Memang idealnya, seseorang tetap berada di rumah. Tetapi, karena tuntutan pekerjaan, sehingga yang bersangkutan tidak dapat melakukan pekerjaan dari rumah. Maka, upaya-upaya tersebut di atas, dipergunakan, kata dr. Andreas.

Ia menambahkan, penularan Covid-19 melalui droplet yang tersebar akibat seseorang batuk, bersin atau bicara. Droplet yang terhirup akan menyebabkan seseorang tertular Covid 19. Resiko tertular ini menjadi lebih besar apabila seseorang berada dalam ruang publik yang melibatkan banyak orang. Apalagi orang tersebut, tidak menggunakan masker.

WFH (Work From Home) memang salah satu cara untuk mengurangi resiko penularan Covid 19, tetapi karena satu dan lain hal sehingga seseorang tidak dapat melakukan WFH. Maka dia seharusnya menggunakan masker saat keluar rumah, menjaga jarak saat bertemu orang lain, dan selalu mencuci tangan.

Seseorang dengan RDT (Rapid Test) reaktif, lanjutnya, kemungkinan positif Covid 19. Sehingga dia dapat menularkan kepada orang sekitar. Oleh karena itu yang harus di lakukan adalah hasil rapid testnya reaktif dilakukan pemeriksaan swab tenggorokan dengan PCR.

"Orang-orang yg kontak erat dengannya diperiksa RDT sambil dianjurkan isolasi mandiri, dan dipesan bila ada gejala demam, batuk pilek atau sesak nafas segera ke insitusi kesehatan sambil menginformasikan bahwa ada kontak dengan orang yg RDT reaktif ke petugas kesehatan." jelasnya (Laporan Reporter POS-KUPANG. COM, Oncy Rebon)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved