Bank NTT Jalin Silaturahmi dengan Awak Media, Ini yang Dibahas

Lembaga Bank NTT mengadakan tatap muka dengan awak media di Lantai 5 Kantor Bank NTT Pusat

ISTIMEWA
(Kiri-kanan) Direktur Umum, Johanis Umbu Landu Praing, Direktur Kepatuhan, Hilarius Minggu, Plt Direktur Utama, Alex Riwu Kaho dan Direktur Dana, Absalom Sine, ketika melakukan pertemuan dan jalin silaturahmi dengan awak media di Lantai 5 Bank NTT, Kamis (14/5/2020). 

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Lembaga Bank NTT mengadakan tatap muka dengan awak media di Lantai 5 Kantor Bank NTT Pusat, Kamis (14/5/2020).

Plt Direktur Utama, Alex Riwu Kaho, mengatakan pertemuan ini untuk berdiskusi dan membangun tali silaturahmi, saling bersinergi memberikan spirit energi positif dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan masing-masing.

"Kami menyadari tidak bisa berbuat maksimal tanpa ditopang oleh berbagai pihak. Maka kesempatan hari ini memberi manfaat positif bagi Bank NTT dalam membangun perannya untuk memberikan kontribusi dalam pembangunan Bank NTT," katanya yang hadir bersama Direktur Umum, Direktur Umum, Direktur Kepatuhan, Hilarius Minggu dan Direktur Dana, Absalom Sine.

RSUD Sumba Baratkan Siapkan Tiga Ruang Isolasi Pasien Covid-19

Alex menyampaikan membangun super tim, implementasinya tidak terbatas pada internal tetapi membutuhkan kolaborasi dan sinergitas termaksud para media.

Apalagi secara makro dan mikro pandemi Covid-19 memberikan aspek yang luar biasa pada seluruh sektor, secara mendasar aspek kepribadian juga mengalami dampak yang sangat besar 180 derajat.

Sebagai BPD, lanjutnya, memiliki tanggung jawab yang sangat berat pada kondisi ini tapi dengan segala upaya Bank NTT membangun komunikasi, hubungan kemitraan yang akan terus dijaga komitmen dan kualitasnya, sehingga hal-hal yang berhubungan dengan relaksasi akan ada pertanggungjawaban yang disampaikan, terutama debitur yang membuat Bank NTT mampu bertumbuh hingga saat ini.

Wabup Langoday Tinjau Penyaluran BLT di Ile Ape

Ia menjelaskan saat ini ada sekira 2.000 lebih debitur yang melakukan pengajuan relaksasi kredir dengan nilai Rp 800 miliar. Terhadap debitur sudah dilakukan klarifikasi sesuai segmentasi kredit, bahkan sampai kredit mikro dan sudah di klasifikasikan berdasarkan sektor ekonomi.

Karena sektor ekonomi yang paling terasa dampaknya. Misalnya perdagangan, perhotelan dan lainnya.

"Ini baru berjalan sekitar satu bulan, perkiraan kami kondisi ini akan mengalami pertambahan, pertumbuhan kualitatif baik debitur atau nominal kredit akan mengalami kenaikan karena terpapar covid-19," tuturnya.

Disampaikannya pada 11 Mei 2020, operasional bank NTT masuk pada fase baru, karena tuntutan perkembangan dunia perbankan, kebutuhan harapan pengguna jasa dan berkompetisi dengan dinamika yang ada. Dimana kemajuan teknologi revolusi industri menjadi landasan untuk melakukan penyesuaian core banking. Dalam penyesuaian maka masih membutuhkan proses, bila ada keluhan dari nasbaah disiapkan call center 24 jam.

"Setiap saat akan menerima berbagai keluhan dan disampaikan solusi. Kami merasa tidak cukup hanya satu saluran distribusi penyampaian, maka diharapkan teman-teman media bisa membantu menyampaikan keluhan dari nasabah," katanya.

Lanjutnya, dari sisi likuiditas walaupun dalam keadaan kondisi yang sulit, bank NTT sangat aman untuk saat ini sampai dengan akhir 2020.

Di sisi lain makin maraknya bertumbuh orang yang terpapar di sekitar terkait Covid-19. Ia mengajak untuk bersama kampanye menggunakan cara pembayaran yang aman, transaksi menggunakan uang tunai menjadi media berpotensi penularan virus Covid-19.

"Mari beralih pada sistem pembayaran yang aman berbasis digitalisasi dengan menggunakan model transaksi yang aman, update mobile banking sehingga transaksi lewat QRIS. Bank NTT sudah melakukan itu bahkan diberbagai tempat seperti gereja-gereja, kolekte sudah bisa menggunakan kolekte online, begitu juga di toko-toko, merchant-merchant dan lapak-lapak sudah menggunakan cara pembayaran yang lebih aman dan sehat.

Secara bank, peran kita untuk mendukung dan membatasi penyebaran Covid-19 sudah menjadi tugas dengan menghimpun cara pembayaran yang sehat dan aman," tukasnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati)

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved