Pedagang Daging Sapi Meninggal Corona

Daud Lian Sebut Lapak Daging Baru Disemprot Disinfektan Lagi Kemarin Sejak Januari

Sejak beredar kabar meninggalnya pasien Covid-19 yang berjualan di lapak daging sapi Pasar Kasih Naikoten I, Kupang, lapak jualan milik almarhum te

POS-KUPANG.COM/ELLA UZU RASI
Kondisi lapak jualan milik pasien Covid-19 yang meninggal kemarin, Selasa (12/05/2020) 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ella Uzu Rasi

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Sejak beredar kabar meninggalnya pasien Covid-19 yang berjualan di lapak daging sapi Pasar Kasih Naikoten I, Kupang, lapak jualan milik almarhum terlihat kosong.

Menurut Daud Lian, koordinator lapak daging sapi, lapak itu baru kosong kemarin, sejak beredar kabar pasien tersebut meninggal.

"Kalau semprot disinfektan itu dari Januari. Itu datang semprot hanya lari - lari sa setelah itu tidak ada lagi. Mulai kemarin kejadian, langgar mungkin 1 jam atau 2 jam ini orang meninggal baru datang semprot kasih banjir ini semua" ujar ketua Asosiasi Penyedia Daging Kota Kupang ini.

Ia mengatakan, almarhum sudah tidak lagi berjualan sejak 1 bulan lalu.

"Selama beberapa hari ini kita sudah dengar bahwa dia menderita penyakit corona tetapi sebagai keluarga sebagai kawan sesama penjual di sini tidak percaya karena kenapa dia corona tidak diisolasi bahkan keluarganya masih dampingi dia sampai kemarin. Istri dan adiknya masih jaga dia terus" katanya.

"Nah begitu dengar pengumuman corona 1 atau 2 jam kemudian langsung meninggal makanya keluarganya sekarang sudah diisolasi semua" tambahnya.

Ia mengatakan, almarhum Filmon tidak pernah kontak dengan orang luar karena selama ini hanya dari rumah ke pasar kemudian pulang. Tidak pernah ada riwayat jalan keluar.

Sebagai masyarakat ia menilai penanganan Covid-19 ini terlambat sekali.

"Katanya anggaran untuk Covid-19 ini besar sekali tapi tidak fokus di tempat - tempat publik. Sementara semua tempat publik di Kupang ini sudah tutup tinggal pasar saja. Bahkan semua rumah - rumah ibadah rumah - rumah makan, tidak ada yang buka jadi sebenarnya tim gugus tugas kalau mau serius menangani untuk antisipasi ini Covid-29 maka harusnya mungkin seminggu sekali lakukan penyemprotan di pasar. Setelah orang sudah meninggal baru datang semprot. Kan ini lucu" katanya.

Halaman
12
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved