Tanda-Tanda Datangnya Lailatul Qadar , Malam yang Mulia di 10 Hari Terakhir Bulan Ramadhan

Di dalam Al Quran, disebutkan bahwa amalan dan ibadah yang dilakukan saat malam Lailatul Qadar lebih istimewa dibandingkan dengan ibadah yang dilakuka

Editor: Alfred Dama
(TribunStyle.com Kolase/muslim.or.id/PortalMadura.com)
Ilustrasi Lailatul Qodar 

Matahari terbit dengan sinar yang tidak menyeruak di pagi hari
Imam Muslim dalam sahihnya meriwayatkan:

عَنْ زِرٍّ قَالَ سَمِعْتُ أُبَىَّ بْنَ كَعْبٍ يَقُولُ وَأَمَارَتُهَا أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ فِى صَبِيحَةِ يَوْمِهَا بَيْضَاءَ لاَ شُعَاعَ لَهَا.

Diriwayatkan dari Zirri ia berkata: aku mendengar Ubay ibn Ka’ab berkata: “Tanda-tanda lailatul qadar adalah matahari terbit di pagi harinya dengan cahaya putih tanda sinar yang menyeruak”.

Udara yang tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin
Imam Ibn Huzaimah dalam sahihnya meriwayatkan:

عن عكرمة عن ابن عباس : عن النبي صلى الله عليه و سلم في ليلة القدر : ليلة طلقة لا حارة و لا باردة تصبح الشمس يومها حمراء ضعيفة

Diriwayatkan dari Ikrimah, dari Ibn Abbas, dari Nabi salallahualaihi wasallam mengenai lailatul qadar: “Lailatul qadar adalah malam yang bebas. Tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin. Matahari memasuki pagi harinya dengan warna merah yang lemah”.

Matahari pagi berwarna merah lemah
Dalam hadist tersebut, disebutkan juga matahari akan berwarna merah lemah di pagi harinya.

Tidak ada mendung, angin, dan hujan
Imam at-Thabrani dalam al-Mu’jam al-Kabir meriwayatkan:

عن واثلة بن الأسقع عن رسول الله صلى الله عليه و سلم قال : ليلة القدر بلجة لا حارة ولا باردة ولا سحاب فيها ولا مطر ولا ريح ولا يرمى فيها بنجم ومن علامة يومها تطلع الشمس لا شعاع لها

Diriwayatkan dari Watsilah ibn Asqa’, dari Rasulillah salallahualaihi wasallam bahwa beliau berkata: “Lailatul qadar adalah malam yang tenang. Tidak terlalu panas juga terlalu dingin. Pada saat itu tidak ada mendung, hujan dan angin. Dan ada bintang yang dilemparkan. Termasuk tanda-tandanya, matahari terbit tanpa sinar yang menyeruak”.

Ilustrasi Malam Lailatul Qadar
Ilustrasi Malam Lailatul Qadar ((Pixabay))

Malam hari yang tenang
Hal ini didasarkan pada hadits dari Watsilah bin Al Aqso’, Rasulullah SAW bersabda: “Lailatul qadar adalah malam yang tenang, tidak panas, tidak dingin, tidak ada awan, tidak hujan, tidak ada angin kencang, dan tidak ada yang dilempar pada malam itu dengan bintang (lemparan meteor bagi setan)” [HR. At Thobroni dalam al-Mu’jam al-Kabir 22/59 dengan sanad hasan]

Datang pada hari ganjil
Tanda lain dari Lailatul Qadar ialah datang pada hari ganjil pada sepertiga terakhir bulan Ramadhan.

Sebuah hadis dari Aisyah menyebutkan: "Rasulullah ShallAllahu 'alaihi wa sallam beritikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan dan beliau bersabda: " Carilah malam Lailatul Qadar di (malam ganjil) pada 10 hari terakhir bulan Ramadan" (HR: Bukhari dan Muslim).

(TribunStyle.com/Anggie)

Artikel ini telah tayang di Tribunstyle.com dengan judul Tanda-Tanda Datangnya Lailatul Qadar, Malam yang Mulia di 10 Hari Terakhir Bulan Ramadhan, https://style.tribunnews.com/2020/05/11/tanda-tanda-datangnya-lailatul-qadar-malam-yang-mulia-di-10-hari-terakhir-bulan-ramadhan?page=all.

Sumber: TribunStyle.com
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved