Kepala dan Staf BKKPN Kupang Bagi Nasi Ikan ke Nelayan

Kepala dan Staf Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional Kupang atau BKKPN Kupang bagi nasi ikan ke nelayan dan pembudidaya di Kupang

POS-KUPANG.COM/NOVEMY LEO
Kepala BKKPN Kupang, Ir. Ikram M Sangadji, M.Si bersama staf mengelola bahan makanan untuk dimasak dan dibagikan secara gratis kepada nelayan, Jumat (8/4/2020) 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Kepala dan Staf Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional Kupang atau BKKPN Kupang bagi nasi ikan ke nelayan dan pembudidaya di Kupang.

Pandemi Corona membawa dampak bagi kehidupan perekoniman nelayan dan pembudidaya ikan di Kota Kupang Provinsi NTT.

Sejak Februari 2020 lalu, pendapatan ekonomi nelayan berkurang hingga 50 persen. Kondisi ini menggugah Kepala Balai Kawasan Konservasi Perikanan Nasional (BKKIN) di Kupang dan pegawainya untuk melakukan aksi kemanusiaan bagi sejumlah nelayan.

Dampak Covid-19, Ketua DPRD NTT Ungkap Masyarakat Sulit Beli Sembako

Apa yang dilakukan kepala balai dan pegawai BKKPN Kupang?

Kepala BKKPN Kupang, Ir. Ikram M Sangadji, M.Si kepada POSKPANGWIKI.COM mengatakan, wabah corona berdampak bagi masyarakat lokal nasional hingga internaisonal, termasuk para nelayan dan pembubiya ikan.

Didampingi KTU, Agustini Ernawati dan Hum Riyan AA Ihsan, Ikram menjelaskan, pemasaran atau rantai distribusi perikanan mulai dari penangkapan di laut lalu didaratkan di pusat pendaratan, lalu sebagian diolah dan sebagian didistribusikan ke pasar lokal dan ke pasar domestik dan eskpor.

Sumba Barat Kirim Sampel Pemeriksaan SWAB Tahap II ke Kupang

Karena rantai pemasarannya sangat luas, maka dengan pandemi covid-19 ini sudah pasti berpengaruh terhadap aktifitas nelayan, baik di pasar lokal, pasar domestik dan pasar ekspor.

"Saya melihat bahwa sudah pasti kehidupan nelayan berpengaruh dan pasti akan terdampak covid-18. Rata rata terdapat penurunan jumlah pendapatan nelayan sebanyak hampir 50 persen sejak bulan April 2020 lalu," kata Ikram.

Karenanya sebagai pengelola kawasan konservasi mulai nasional mulai dari Propinsi NTT sampai di Papua, pihaknya tergerak untuk melakukan sesuatu untuk bisa meringankan dampak covid-19 bagi kehidupan nelayan.

"Yang kami lakukan adalah menyentuh psikologi dari masyarakat, terutama nelayan dan pembudidaya. Aspek psikologi yang kami sentuh yakni kita datangi, temui dan diskusi serta memberikan bantuan," kata Ikram.

Halaman
12
Penulis: novemy
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved