Jumat, 10 April 2026

Kepala dan Staf BKKPN Kupang Bagi Nasi Ikan ke Nelayan

Kepala dan Staf Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional Kupang atau BKKPN Kupang bagi nasi ikan ke nelayan dan pembudidaya di Kupang

Penulis: novemy | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/NOVEMY LEO
Kepala BKKPN Kupang, Ir. Ikram M Sangadji, M.Si bersama staf mengelola bahan makanan untuk dimasak dan dibagikan secara gratis kepada nelayan, Jumat (8/4/2020) 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Kepala dan Staf Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional Kupang atau BKKPN Kupang bagi nasi ikan ke nelayan dan pembudidaya di Kupang.

Pandemi Corona membawa dampak bagi kehidupan perekoniman nelayan dan pembudidaya ikan di Kota Kupang Provinsi NTT.

Sejak Februari 2020 lalu, pendapatan ekonomi nelayan berkurang hingga 50 persen. Kondisi ini menggugah Kepala Balai Kawasan Konservasi Perikanan Nasional (BKKIN) di Kupang dan pegawainya untuk melakukan aksi kemanusiaan bagi sejumlah nelayan.

Dampak Covid-19, Ketua DPRD NTT Ungkap Masyarakat Sulit Beli Sembako

Apa yang dilakukan kepala balai dan pegawai BKKPN Kupang?

Kepala BKKPN Kupang, Ir. Ikram M Sangadji, M.Si kepada POSKPANGWIKI.COM mengatakan, wabah corona berdampak bagi masyarakat lokal nasional hingga internaisonal, termasuk para nelayan dan pembubiya ikan.

Didampingi KTU, Agustini Ernawati dan Hum Riyan AA Ihsan, Ikram menjelaskan, pemasaran atau rantai distribusi perikanan mulai dari penangkapan di laut lalu didaratkan di pusat pendaratan, lalu sebagian diolah dan sebagian didistribusikan ke pasar lokal dan ke pasar domestik dan eskpor.

Sumba Barat Kirim Sampel Pemeriksaan SWAB Tahap II ke Kupang

Karena rantai pemasarannya sangat luas, maka dengan pandemi covid-19 ini sudah pasti berpengaruh terhadap aktifitas nelayan, baik di pasar lokal, pasar domestik dan pasar ekspor.

"Saya melihat bahwa sudah pasti kehidupan nelayan berpengaruh dan pasti akan terdampak covid-18. Rata rata terdapat penurunan jumlah pendapatan nelayan sebanyak hampir 50 persen sejak bulan April 2020 lalu," kata Ikram.

Karenanya sebagai pengelola kawasan konservasi mulai nasional mulai dari Propinsi NTT sampai di Papua, pihaknya tergerak untuk melakukan sesuatu untuk bisa meringankan dampak covid-19 bagi kehidupan nelayan.

"Yang kami lakukan adalah menyentuh psikologi dari masyarakat, terutama nelayan dan pembudidaya. Aspek psikologi yang kami sentuh yakni kita datangi, temui dan diskusi serta memberikan bantuan," kata Ikram.

Dan bantuan awal berupa bantuan masker kain, vitamin BCOM-C untuk para nelayan kepada budiaya dan nelaya n, total untuk laut sawu ada 5408 dari dua lokasi, ntt sekitar 3.500 sudah termasuk 500 butir vitain bcom C.

Bahkan sejak tanggal 3 Mei 2020, demikian Ikram, pihaknya mendistribuskan 100 hingga 150 bungkus nasi ikan setiap harinya kepada para nelayan dan pembudidaya yang ada di wilayah Kota Kupang dan sekitarnya.

"Setiap hari sejak tanggal 3 mei hingga tanggal 20 mei mendatang, kami berikan nasi ikan gratis kepada 100 hingga 150 nelayan, pembudiya juga penjual ikan dan masyarakat siapaupn yang menurut kami layak untuk dibantu," kata Ikram.

Bantuan itu sudah diberikan kepada nelayan di kelurahan Nunbaun Sabu, Kelurahan Kelapa Lima, Kelurahan Pasir Panjang dan Kelurahan Oeba.

Ikram mengatakan, semaki lama kehidupan masyarakat akan semakin terpuruk jika tidak mematuhi ketentuan WHO dan Pemerintah setempat. "Harapan terbesar kami sudah pasti agar pandemi corona segera berakhir. Saya ajak kita bersama-sama untuk bisa mengikuti protokol WHO dan anjuran Pemerintah agar bisa mengendalikan perkembangan Covid-19," kata Ikram.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved